Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan pada setiap malam di bulan Ramadan. Ibadah ini dipandang sangat istimewa dan menjadi bagian penting dari bulan suci tersebut.
Para ulama sepakat bahwa sholat tarawih memiliki keutamaan tersendiri, di mana umat Islam biasanya melaksanakannya secara berjamaah di masjid. Meski demikian, terdapat kondisi di mana seseorang mungkin tidak dapat hadir ke masjid dan memilih untuk melaksanakan sholat tarawih sendirian di rumah.
Anjuran shalat tarawih juga tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Dari Abi Hurairah radliyallahu 'anh Rasulullah gemar menghidupkan bulan Ramadhan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: ‘Barangsiapa yang melakukan ibadah (shalat tarawih) di bulan Ramadhan hanya karena iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR Muslim).
Hukum Sholat Tarawih Sendiri di Rumah
Sementara itu menjawab pertanyaan bagaimana hukum sholat tarawih sendiri di rumah, redaksi merujuk pada penjelasan Syekh Wahbah dalam kitabal-Fiqhul Islâmi wa Adillatuh menjelaskan hukum sholat Tarawih sendirian:
والجماعة فيها سنة على الكفاية في الأصح، فلو تركها أهل مسجد أثموا … وتؤدى أيضًا فرادى، والأفضل فيها الجماعة
Artinya: “Menurut pendapat Al-Ashah, melaksanakan sholat Tarawih secara berjamaah hukumnya adalah sunnah kifayah. Artinya, jika semua jamaah masjid meninggalkan jamaah Tarawih, maka semuanya mendapatkan dosa … Sholat Tarawih juga boleh dilakukan secara sendirian (munfarid), namun meski demikian lebih afdhal jika dilakukan secara berjamaah.” (Az-Zuhaili, II/34).
Dari paparan diatas dapat disimpukan jika hukum shalat Tarawih secara sendirian adalah boleh. Namun lebih utama dilakukan secara berjamaah.
Tata Cara Melaksanakan Sholat Tarawih Sendirian
Mengutip laman NU Online secara umum tidak ada perbedaan antara shalat Tarawih yang dilakukan secara berjamaah dan sendirian. Perbedaannya hanya terletak pada bacaan niatnya saja.
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah swt.” Wallahu a'lam.
Sementara itu Jumalah rakaat shalat Tarawih sebagaimana pendapat mayoritas mazhab Syafi’i adalah sebanyak 20 rakaat dengan sepuluh salam.
Hal itu berdasarkan hadits Rasulullah saw riwayat al-Baihaqi melalui jalur Ibnu Abbas, yaitu:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ
Artinya, “Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir.”
