Advertisement

Ikan Sapu Sapu Hama: Ancaman Baru Bagi Keberlangsungan Ekosistem Sungai Jakarta

13 April 2026 11:50 WIB

thumbnail-article

Ikan Sapu-Sapu Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Baru-baru ini Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya untuk memperluas pembasmian ikan sapu sapu di wilayah Jakarta.

Perintah ini bukan tanpa alasan, Pram menilai spesies ikan asal Amerika Selatan ini dapat merusak dan mengganggu ekosistem sungai.

“Saya akan meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, tapi di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembasmian,” ujar Pramono kepada awak media saat ditemui di Kompleks Pemerintahan Wali Kota Jakarta Timur, Minggu, 12 April 2026.

Diketahui dibalik kemampuan membersihkan aquarium, ikan dengan nama latin Hypostomus plecostomus ini menyimpan sisi gelap jika dilepas ke sungai. Berikut Narasi rangkum mengapa ikan sapu sapu dianggap hama dan berbahaya bagi lingkungan?

Ikan Sapu-Sapu Memili Adaptasi Tinggi

Ikan sapu-sapu dikenal memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Kemampuan ini membuatnya mampu bertahan hidup di perairan yang keruh, dengan kadar oksigen yang rendah, bahkan di lingkungan yang tercemar.

Kemampaun inilah yang membuat ikan sapu-sapu dapat merebut tempat dari spesies ikan lokal yang lebih rentan terhadap perubahan lingkungan. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan, ikan sapu-sapu justru dapat berkembang biak dengan cepat, menambah peluangnya untuk mendominasi ekosistem yang baru.

Pelepasan ke Alam Bebas

Masyarakat sering kali menambah jumlah ikan sapu-sapu di dalam akuarium untuk tujuan pemeliharaan. Tanpa pengetahuan yang memadai tentang dampak perilaku ini, banyak individu melepaskan ikan yang sudah tidak diinginkan ke dalam sungai atau danau.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di perairan tawar. Kebiasaan ini tidak hanya merugikan, tetapi juga merusak keseimbangan ekosistem perairan yang ada.

Spesies Invasif

Sebagai spesies invasif, ikan sapu-sapu membawa berbagai konsekuensi negatif bagi ikan lokal. Mereka bersaing dalam mendapatkan sumber makanan, yang sering kali terdiri dari alga dan lumut, yang merupakan makanan utama bagi banyak ikan asli. Dengan semakin banyaknya ikan sapu-sapu, presentase peluang ikan lokal untuk bertahan dan berkembang akan menurun.

Hal ini mengakibatkan berkurangnya biomassa ikan lokal yang dapat berdampak pada rantai makanan dan keseimbangan ekosistem secara keseluruhan. Jika kondisi ini terus berlanjut, potensi untuk kepunahan spesies lokal menjadi semakin besar.

Perilaku Makan Perusak

Ikan sapu-sapu juga dikenal memiliki perilaku makan yang merusak. Selain mengkonsumsi alga dan lumut, mereka mampu mengkonsumsi telur ikan lain yang ada di lingkungan sekitarnya.

Dalam hal ini, meskipun ada potensi untuk menyalahkan mereka sebagai predator, kenyataan bahwa ikan sapu-sapu dapat berperan sebagai pemakan opportunis yang merugikan ekosistem tetap tidak dapat diabaikan. Ketika sumber makanan berkurang, mereka akan mencari sumber lain, dengan begitu dapat membuat spesies lokal tetap terancam.

Selain itu aktivitas ikan sapu-sapu dalam mencari makanan juga dapat mengakibatkan kerusakan habitat. Mereka cenderung merusak dasar perairan, menggali lubang-lubang di tepian sungai dan danau yang akhirnya menimbulkan erosi.

Proses ini tidak hanya merusak habitat ikan lain tetapi juga menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan perairan yang ada. Hal tersebut berakibat langsung pada kemampuan ikan lokal untuk menemukan tempat berlindung dan berkembang biak.

Kehadiran ikan sapu-sapu di perairan Indonesia memperlihatkan tantangan besar yang harus dihadapi dalam mempertahankan keanekaragaman hayati. Kontribusi masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem serta melindungi spesies ikan lokal yang terancam.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement