Advertisement

Indonesia Resmi Menjadi Anggota Penuh BRICS, Perkuat Posisi Dikancah Ekonomi Global

07 January 2025 11:44 WIB

thumbnail-article

Menteri Luar Negeri RI Sugiono ketika hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS Plus di Kazan, Rusia, Kamis (24/10/2024). (ANTARA/HO-Photohost agency brics-russia2024.ru) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Brasil, selaku ketua bergilir BRICS pada tahun 2025, secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah diterima sebagai anggota penuh blok tersebut. Pengumuman ini terjadi pada 6 Januari 2025, setelah hasil konsensus yang dicapai pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg pada tahun 2023.

Dengan demikian, keanggotaan Indonesia dalam BRICS adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi negara di kancah global dan meningkatkan peran aktifnya dalam kerja sama internasional.

Perjalanan Indonesia untuk menjadi anggota penuh BRICS dimulai dari keinginan Presiden Prabowo Subianto yang berinisiatif untuk resmi mendaftar menjadi anggota.

Sebelumnya, Indonesia berstatus sebagai negara mitra BRICS, dan proses ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia terhadap reformasi lembaga-lembaga tata kelola global serta penguatan kerja sama antar negara berkembang.

Dukungan untuk pencalonan Indonesia secara luas diberikan oleh anggota-anggota BRICS lainnya. Pemberitahuan resmi dari Kementerian Luar Negeri Brasil menegaskan bahwa Indonesia berbagi kesamaan tujuan dengan negara-negara anggota lain dalam mendukung reformasi institusi global dan memperdalam kerja sama di kalangan negara-negara Selatan.

Thailand, Malaysia, dan negara-negara lain juga menunjukkan minat untuk bergabung. Hal ini tentu memperlihatkan ketertarikan internasional yang terus berkembang terhadap BRICS.

Dampak Ekonomi bagi Indonesia

Keanggotaan dalam BRICS memberikan Indonesia akses yang lebih luas ke pasar negara-negara berkembang lainnya yang ada dalam blok. Diprediksi bahwa dengan bergabungnya Indonesia, potensi untuk meningkatkan volume perdagangan dengan anggota BRICS akan meningkat secara signifikan.

BRICS yang kini mencakup lebih dari 40% populasi dunia akan memberikan peluang baru bagi produk-produk Indonesia, terutama dalam sektor pertanian dan manufaktur.

Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS diharapkan akan menarik investasi langsung yang lebih besar dari negara anggota lainnya. Sebelum keanggotaan resmi, negara-negara BRICS telah menyumbang 21,2% dari total investasi asing langsung ke Indonesia pada tahun 2022.

Dengan keanggotaan penuh, jumlah ini berpotensi meningkat, memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi Indonesia, sekaligus memperluas cakupan infrastruktur dan proyek pembangunan.

Negara-negara anggota BRICS juga memiliki kapasitas untuk saling mendukung dalam proyek infrastruktur. Melalui lembaga seperti New Development Bank (NDB), Indonesia bisa mendapatkan pendanaan lebih mudah bagi proyek-proyek besar yang dibutuhkan.

Infrastruktur yang kuat merupakan landasan untuk pertumbuhan ekonomi, dan sinergi dengan anggota BRICS dapat memberikan akses pada teknologi serta pengalaman yang dibutuhkan.

Pengaruh BRICS di Kancah Global

BRICS didirikan sebagai alternatif untuk menyaingi dominasi kekuatan ekonomi tradisional yang diwakili oleh Kelompok Tujuh (G7). Bersama-sama, negara-negara anggota BRICS memiliki kekuatan ekonomi besar, yang diharapkan dapat mengimbangi pengaruh G7 di kancah internasional. Keberadaan Indonesia di dalam aliansi ini memperkuat posisi tawar BRICS dalam interaksi global.

Salah satu tujuan utama BRICS adalah mendorong reformasi tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Keanggotaan Indonesia memberikan suara baru dalam mengadvokasi perubahan di institusi-institusi internasional seperti PBB dan IMF.

Negara-negara BRICS bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang AS dan mendorong sistem keuangan internasional yang lebih merata.Bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS memperkuat hubungan antara negara-negara berkembang atau yang sering disebut sebagai Selatan-Selatan.

Melalui kerja sama ini, negara-negara anggota dapat berbagi pengalaman dan sumber daya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan sosial. Hal ini juga menciptakan landasan bagi negara-negara Selatan untuk saling mendukung dalam menangani isu-isu krisis global.

Tantangan ke Depan bagi Indonesia

Sebagai anggota BRICS, Indonesia harus melakukan penyeimbangan yang cermat antara kemitraan dengan negara-negara Barat.

Meskipun beralih ke kerjasama dengan negara-negara berkembang memberikan peluang baru, Indonesia harus tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara maju untuk memastikan bahwa kepentingan ekonominya tetap terjaga.

Keanggotaan yang lebih besar dalam BRICS membawa tantangan tersendiri, termasuk kemungkinan ketidakpuasan di antara anggota. Indonesia perlu berperan aktif dalam diplomasi untuk mengelola perbedaan di dalam kelompok.

Keterlibatan dalam dialog yang konstruktif akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan solidaritas dalam kelompok tersebut.

Agar dapat memaksimalkan manfaat keanggotaan di BRICS, Indonesia perlu merencanakan strategi yang jelas terkait kebijakan luar negeri dan ekonomi. Mengidentifikasi bidang-bidang kerjasama yang potensial, meningkatkan promosi produk-produk lokal di pasar negara-negara BRICS, dan mengembangkan inisiatif bersama yang saling menguntungkan menjadi langkah yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Keanggotaan Indonesia dalam BRICS diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan hubungan internasional. Dengan dukungan dan strategi yang tepat, Indonesia dapat memberikan kontribusi signifikan dalam reformasi global sambil juga mencapai kemandirian yang lebih besar dalam ekonomi domestik.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement