Advertisement

Ini Penjelasan Lengkap Tentang Sistem Poin Baru Badminton 3x45

12 August 2025 20:38 WIB

thumbnail-article

Tunggal putri Indonesia Mutiara Ayu Puspitasari saat berlaga pada babak final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior (BWF World Junior Championship) 2024 nomor beregu, Piala Suhandinata, yang digelar di Nanchang International Sports Center Gymnasium, China, Sabtu (5/10/2024). Sumber: ANTARA/HO-PP PBSI.

Penulis: Aprilia Kristiana

Editor: Aprilia Kristiana

Dalam Piala Suhandinata 2025, sistem pon baru akan diberlakukan, yakni sistem badminton 3x45. Selain itu, Kejuaraan Junior Beregu level kontinental tahun berikutnya pun akan menggunakan sistem ini, alih-alih sistem relay 110 poin.

Sistem pertandingan badminton 3x45 yang baru ini menetapkan bahwa setiap pertandingan terdiri dari tiga set. Tim yang dapat memenangkan dua dari tiga set akan dinyatakan sebagai pemenang.

Format ini dikenal dengan istilah "best of three" dan bertujuan untuk meningkatkan dinamika dan ketegangan dalam setiap pertandingan. Dalam satu tim, terdapat masing-masing kategori yang diwakili oleh ganda dan tunggal, baik untuk tim putra maupun putri.

Penjelasan Sistem Poin Baru Badminton 3x45

Setiap set dalam pertandingan 3x45 terdiri dari lima gim. Gim ini meliputi tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Dalam setiap gim, tim harus mengumpulkan sembilan poin untuk menang, tanpa adanya aturan setting. Dengan demikian, total poin yang harus dicapai dalam satu set adalah 45 poin. Sistem ini bertujuan untuk membuat pertandingan menjadi lebih menegangkan dan kompetitif, sehingga tim harus berusaha keras untuk mencapai target poin masing-masing.

Untuk dapat berpartisipasi dalam pertandingan ini, setiap tim minimal harus terdiri dari enam pemain, yang terdiri dari tiga pemain putra dan tiga pemain putri. Satu pemain maksimal bermain dalam satu gim di setiap set

Namun, jumlah maksimal pemain dalam satu tim adalah 16, dengan komposisi delapan pemain putra dan delapan pemain putri. Setiap pemain memiliki peran penting, dan selama pertandingan, ada kebijakan yang membolehkan tim untuk mengganti satu pemain di tengah pertandingan, memberikan fleksibilitas dalam strategi permainan.

Durasi interval juga telah ditetapkan dengan jelas dalam sistem baru ini. Interval antar set berlangsung selama tiga menit, sementara interval di tengah gim terjadi pada poin-poin 5, 14, 23, 32, dan 41 dengan durasi satu menit setiap kali. Setelah setiap gim, terdapat juga interval selama dua menit untuk memberikan waktu bagi tim untuk beristirahat dan merencanakan strategi berikutnya.

Salah satu aturan penting yang harus dicatat adalah prosedur jika seorang pemain mundur dari pertandingan. Jika seorang pemain keluar di tengah gim, kemenangan akan diberikan kepada tim lawan sesuai dengan skor yang sedang berlangsung. Misalnya, jika Tim A unggul 18-0 di gim kedua dan pemain Tim A tersebut mundur, maka poin untuk Tim B akan dihitung menjadi 18-27.

Pengaturan susunan partai juga menjadi perhatian, di mana tim manajer yang memenangkan coin toss berhak memilih susunan partai sesuai dengan ketentuan resmi yang ditetapkan oleh Badminton World Federation (BWF). Ini menambah tingkat strategi dan persaingan dalam pertandingan, di mana penentuan awal dapat mempengaruhi hasil akhir.

Dengan sistem poin baru ini, Piala Suhandinata 2025 dan juga Kejuaraan Junior Beregu level kontinental mendatang diharapkan dapat menghadirkan pertandingan yang lebih menarik, kompetitif, dan adil bagi semua peserta.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement