Pengumuman Gencatan Senjata Israel-Hamas oleh Presiden AS Joe Biden

3 Juni 2024 17:06 WIB

Narasi TV

Joe Biden, Presiden Amerika Serikat. Sumber: ANTARA

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Margareth Ratih. F

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dalam pidatonya mengemukakan bahwa Israel telah mengajukan proposal gencatan senjata terbaru yang komprehensif kepada kelompok militan Palestina, Hamas.

Dalam pidato tersebut, Biden mendesak kedua belah pihak untuk menyetujui kesepakatan gencatan senjata ini. Pria berusia 81 tahun itu menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini demi perdamaian.

"Israel telah mengajukan proposal mereka. Hamas mengatakan mereka menginginkan gencatan senjata. Kesepakatan ini adalah kesempatan untuk membuktikan apakah mereka benar-benar bersungguh-sungguh," ujar Biden, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (31/5).

Detil proposal gencatan senjata

Biden menjelaskan bahwa proposal tersebut merupakan langkah terbaik untuk meredakan konflik yang mematikan di Gaza.

"Dengan gencatan senjata, bantuan dapat didistribusikan dengan aman dan efektif kepada semua yang membutuhkan," tambah Biden.

Proposal gencatan senjata baru dari Israel tersebut telah dikirimkan ke Hamas melalui Qatar, yang menjadi perantara utama dalam proses ini.

Biden menilai proposal baru ini sebagai peta jalan menuju gencatan senjata abadi dan pembebasan semua sandera.

Ia menekankan bahwa saat ini Hamas tidak lagi mampu melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel, sehingga waktu ini tepat untuk merundingkan perdamaian.

Rencana tiga langkah untuk perdamaian permanen

Dalam rencana yang diusulkan, ada tiga tahap utama yang menjadi fokus utama. Langkah pertama adalah gencatan senjata yang berlangsung selama enam minggu.

Selama periode ini, Israel dan Hamas akan merundingkan penghentian permanen pertempuran di Gaza. Biden menambahkan bahwa jika negosiasi memakan waktu lebih dari enam minggu, gencatan senjata akan terus diperpanjang hingga kesepakatan tercapai.

Langkah kedua mencakup penyerahan semua sandera oleh Hamas dan penarikan semua pasukan Israel dari Gaza. Tahap ini juga akan melibatkan negosiasi lebih lanjut untuk memastikan penghentian permusuhan secara permanen.

Langkah terakhir dalam rencana ini adalah rekonstruksi besar-besaran Gaza. Biden berharap segala sesuatu yang tertuang dalam tahap pertama proposal Israel dapat segera dimulai jika Hamas menyetujui kesepakatan tersebut.

Respons Hamas

Pada hari Kamis, Hamas menyatakan kepada mediator bahwa mereka tidak akan mengambil bagian dalam negosiasi lebih lanjut selama "agresi yang sedang berlangsung".

Namun, mereka siap untuk "perjanjian penuh" yang mencakup pertukaran tawanan dan tahanan jika Israel menghentikan perang.

Upaya mediasi oleh Mesir, Qatar, dan negara-negara lain untuk mengatur gencatan senjata antara Israel dan Hamas sering terhambat, dengan kedua belah pihak saling menyalahkan atas kurangnya kemajuan.

Biden menekankan pentingnya upaya ini dan mendesak semua pihak untuk mengambil langkah-langkah nyata menuju perdamaian abadi di kawasan tersebut.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR