Advertisement

Serangan Israel di Gaza Menewaskan Warga Sipil Saat Perayaan Tahun Baru

02 January 2025 16:18 WIB

thumbnail-article

Jalur Gaza telah menjadi “kuburan” bagi anak-anak di tengah serangan tanpa henti Israel terhadap wilayah tersebut, ujar Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Rabu (20/11/2024). Sumber: ANTARA. .

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Serangan Israel yang terjadi pada 1 Januari 2025 menghantam wilayah Jabalia dan Bureij di Jalur Gaza, mengakibatkan sejumlah tinggi korban jiwa. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 20 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dalam serangan tersebut. Serangan dilaporkan menggunakan pesawat nirawak dan bom berat yang menghancurkan rumah-rumah warga.

Di Jabalia, serangan yang terjadi sekitar tengah malam menyebabkan lima belas orang tewas, sementara di Bureij, serangan serupa merenggut nyawa empat orang, termasuk seorang wanita dan seorang anak. Penyelamat yang berusaha mencari korban jiwa mengalami kendala karena banyaknya reruntuhan dari bangunan yang hancur. Tim penyelamat melaporkan beberapa orang masih hilang dan diyakini terjebak di bawah puing-puing.

Dampak pada perdamaian dan kemanusiaan

Perdana Menteri Israel mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan langkah untuk mencegah militan Hamas berkumpul kembali, namun, tindakan ini memicu kecaman internasional. Dewan Keamanan PBB sebelumnya telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata, tetapi Israel terus melanjutkan serangan.

Krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk, dengan banyak warga yang tidak memiliki akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. PBB dan organisasi kemanusiaan lain mendesak akses bantuan untuk dapat masuk ke wilayah yang terdampak. Namun, Israel dilaporkan telah menolak lebih dari 140 permintaan akses bantuan untuk Gaza utara dalam dua bulan terakhir.

Eksodus warga sipil dari Gaza

Akibat meningkatnya intensitas serangan, mayoritas dari 2,4 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi setidaknya sekali. Banyak rumah hancur, memaksa penduduk untuk mencari perlindungan di tempat-tempat yang lebih aman. Saksi mata melaporkan pengalaman traumatis saat melihat keluarga dan tetangga mereka menjadi korban serangan udara, dan menghitung kerugian dalam bentuk harta dan nyawa.

Pemandangan memilukan terlihat ketika keluarga-keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah hujan lebat, berjuang untuk menemukan tempat aman di mana mereka bisa tidur tanpa rasa takut akan serangan kembali. Banyak dari mereka yang terpaksa tinggal dalam kondisi yang sangat tidak memadai, berjuang melawan cuaca dingin sementara makanan dan obat-obatan semakin langka.

Tindakan internasional terhadap Israel

Di tingkat internasional, tindakan Israel di Gaza mendapat sorotan tajam. Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap beberapa pemimpin Israel, termasuk Benjamin Netanyahu, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan akibat serangan militer yang berlangsung di Gaza. Selain itu, isu ini juga diangkat di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait kemungkinan kasus genosida terhadap rakyat Palestina.

Kritik terhadap Israel semakin meningkat, baik dari negara-negara berdaulat maupun organisasi-organisasi internasional. Banyak yang menilai tindakan yang dilakukan oleh Israel tidak sebanding dengan klaim keamanan nasional yang dipaparkan oleh pemerintah Israel. Tekanan dari masyarakat internasional tampaknya semakin mendesak untuk menuntut pertanggungjawaban atas tindakan yang telah menewaskan ribuan warga sipil di Gaza.




 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement