Pengumuman kuota sekolah untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 akan dilakukan pada tanggal 28 Desember 2024. Tanggal ini menjadi momen krusial bagi sekolah agar mereka dapat mengetahui seberapa banyak kuota yang tersedia untuk siswa mereka.
Kuota ini ditentukan berdasarkan evaluasi kinerja akademik dan prestasi sekolah, yang bertujuan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua calon mahasiswa baru.
Setelah pengumuman kuota, terdapat masa sanggah yang berlangsung dari 28 Desember 2024 hingga 17 Januari 2025. Pada periode ini, sekolah dan siswa memiliki kesempatan untuk menyampaikan keberatan atas kuota yang ditetapkan. Proses ini penting untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam akuntabilitas kuota yang diberikan.
Pendaftaran SNBP dibuka mulai tanggal 4 hingga 18 Februari 2025. Para siswa diwajibkan untuk mendaftar dalam periode ini agar dapat mengikuti seleksi. Setelah pendaftaran tertutup, pengumuman hasil SNBP akan dilakukan pada tanggal 18 Maret 2025. Hasil ini akan menjadi penentu apakah siswa berhasil mendapatkan tempat di perguruan tinggi negeri yang diinginkan berdasarkan prestasi akademik mereka.
Tanggal penting SNBT 2025
Registrasi akun siswa
Registrasi akun untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) bagi siswa akan dimulai pada tanggal 13 Januari dan berakhir pada 27 Maret 2025. Proses registrasi akun ini sangat penting karena siswa yang ingin mengikuti SNBT harus memiliki akun yang valid untuk mendaftar dan mengikuti ujian.
Pendaftaran UTBK-SNBT
Siswa yang sudah memiliki akun dapat melakukan pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk SNBT pada periode 11 hingga 27 Maret 2025. Pendaftaran ini diperlukan untuk mengikuti ujian, yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 April hingga 3 Mei 2025. Oleh karena itu, siswa sangat dianjurkan untuk mengikuti setiap tahapan registrasi dan pendaftaran secara tepat waktu.
Pengumuman hasil SNBT
Setelah pelaksanaan ujian, pengumuman hasil SNBT dijadwalkan pada tanggal 28 Mei 2025. Hasil ini akan memberikan informasi kepada siswa mengenai kelulusan mereka dalam ujian dan peluang mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di perguruan tinggi negeri.
Proses registrasi SNBP dan SNBT
Akun SNPMB untuk sekolah
Untuk mengikuti SNBP dan SNBT, sekolah perlu membuat akun SNPMB terlebih dahulu. Akun ini digunakan untuk melakukan pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS), yang berfungsi untuk mendukung proses pendaftaran siswa. Sekolah harus melaksanakan registrasi ini antara tanggal 6 hingga 31 Januari 2025.
Akun SNPMB untuk siswa
Siswa harus membuat akun SNPMB setelah sekolah mereka terdaftar. Untuk SNBP, pendaftaran akun siswa dapat dilakukan antara 13 Januari dan 18 Februari 2025. Sementara untuk siswa yang ingin mengikuti SNBT, pendaftaran untuk akun siswa juga berlangsung pada periode 13 Januari hingga 27 Maret 2025.
Langkah-langkah registrasi
Dalam proses registrasi, baik untuk akun sekolah maupun siswa, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengunjungi portal resmi SNPMB di portal-snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Selanjutnya, pengguna akan diminta untuk mengisi informasi pribadi dan sekolah secara lengkap. Pastikan seluruh informasi yang dimasukkan adalah akurat untuk menghindari masalah di kemudian hari.
Kuota jalur seleksi mahasiswa baru
Kuota untuk SNBP dan SNBT
Kuota bagi jalur SNBP dan SNBT ditetapkan berdasarkan kebijakan masing-masing perguruan tinggi negeri. Menurut informasi yang dirilis, kuota untuk SNBP minimal 20 persen untuk PTN Badan Hukum (PTN BH), PTN Badan Layanan Umum (PTN BLU), dan PTN Satker. Sedangkan untuk SNBT, kuota yang disediakan sekitar 40 persen bagi PTN BLU dan Satker, serta 30 persen untuk PTN BH.
Perbedaan kuota PTN
Setiap jenis perguruan tinggi memiliki kuota yang berbeda-beda sesuai dengan kapasitas dan kebijakan internal masing-masing. Misalnya, PTN BH biasanya menyediakan kuota lebih tinggi untuk jalur SNBT dibandingkan dengan PTN lainnya. Hal ini diperlukan agar perguruan tinggi dapat merekrut mahasiswa dengan kualitas yang memenuhi standar yang ditetapkan.
Kuota pada jalur mandiri
Selain SNBP dan SNBT, jalur mandiri juga menjadi alternatif bagi siswa yang ingin diterima di perguruan tinggi negeri. Kuota untuk jalur mandiri biasanya maksimal 30 persen, dengan PTN BH memberikan kuota hingga 50 persen. Jalur mandiri memberikan fleksibilitas bagi siswa yang tidak berhasil pada jalur SNBP atau SNBT untuk tetap memiliki kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi.
