Advertisement

Jangan Dianggap Remeh! Ini Bahaya Upload Boarding Pass Ke Media Sosial

20 January 2025 15:25 WIB

thumbnail-article

(Pixabay/typographyimages) Antara .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Diera berkembanganya digital yang semakin mudah dijangkau semua kalangan, ditemukan beberapa kasus banyak orang-orang yang senang membagikan boarding pass mereka di media sosial sebagai pemberitahuan secara publik.

Boarding pass sendiri merupakan dokumen penting yang diberikan oleh maskapai penerbangan kepada penumpang. Di dalamnya terdapat berbagai macam informasi rahasia yang dapat disalahgunakan jika diunggah ke media sosial.

Informasi tersebut mencakup nama lengkap, nomor penerbangan, kode pemesanan, dan yang tidak kalah penting adalah kode batang yang menyimpan data lebih mendalam mengenai perjalanan penumpang.

Kode ini dapat diakses dan dibaca oleh siapa saja dengan perangkat pemindai sederhana, yang memungkinkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengakses detail perjalanan dan identitas penumpang.

Contoh Kasus Peretasan Boarding Pass

Salah satu contoh yang paling nyata adalah kasus yang melibatkan mantan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott. Pada bulan Maret 2020, ia mengunggah foto boarding pass-nya ke media sosial.

Dalam waktu kurang dari satu jam, seorang hacker berhasil mengumpulkan informasi pribadi termasuk nomor paspor dan nomor telepon Abbott hanya dengan menggunakan gambar tersebut.

Kasus ini menunjukkan betapa cepat dan mudahnya data sensitif bisa jatuh ke tangan orang yang salah, yang dapat mengarah pada pencurian identitas dan serangan dunia maya lainnya.

Ancaman terhadap Keamanan Pribadi

Pencurian identitas adalah salah satu risiko terbesar yang dihadapi oleh individu yang mengunggah boarding pass mereka ke media sosial. Para hacker tidak hanya dapat mengakses informasi dasar, tetapi juga detail penting seperti informasi akun maskapai penerbangan dan kartu kredit.

Dengan kemudahan akses ini, para pelaku kriminal dapat dengan mudah berpura-pura menjadi pemilik akun dan melakukan berbagai penipuan yang merugikan.

Salah satu teknik yang digunakan oleh penipu adalah rekayasa sosial, di mana mereka menggunakan informasi yang didapat untuk menipu korban agar membagikan lebih banyak data sensitif.

Misalnya, jika seorang hacker mengetahui nomor pemesanan penerbangan seseorang, mereka dapat berpura-pura menjadi perwakilan layanan pelanggan dari maskapai penerbangan dan meminta informasi tambahan yang lebih mendetail.

Selain itu ada juga risiko tambahan terkait dengan penggunaan perangkat yang terhubung ke internet saat bepergian. Spyware atau perangkat lunak berbahaya dapat digunakan untuk melacak aktivitas pengguna dan mengakses informasi pribadi tanpa sepengetahuan pengguna.

Cara Aman Mengelola Boarding Pass

Mengelola boarding pass dengan aman adalah langkah penting dalam melindungi diri dari ancaman yang mungkin muncul. Disarankan untuk tidak membagikan foto boarding pass ke media sosial.

Jika pengguna merasa perlu membagikan informasi, mereka sebaiknya mengaburkan atau memotong bagian-bagian yang mengandung data rahasia, seperti kode batang dan informasi pemesanan.

Untuk boarding pass fisik sebaiknya dirobek hingga tidak bisa dibaca, sedangkan boarding pass digital harus dipastikan tidak mengandung informasi yang menunjukkan detail pribadi yang dapat diakses dengan mudah.

Banyak maskapai penerbangan sekarang ini menawarkan boarding pass dalam format digital yang dapat diakses melalui aplikasi di ponsel. Meskipun teknologi ini lebih praktis, pengguna tetap harus berhati-hati.

Penting untuk menyimpan boarding pass digital dengan aman dan tidak membagikannya di platform publik. Beberapa aplikasi juga memberikan opsi untuk menghapus informasi yang tidak perlu sebelum dibagikan.

Dengan memahami dan menerapkan praktik-praktik tersebut, pengguna dapat mengurangi kemungkinan jatuh menjadi korban akibat mengunggah boarding pass ke media sosial dan menjaga privasi serta keamanan diri mereka dengan lebih baik.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement