Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno menyampaikan sejumlah janjinya dalam debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Sebagaimana diketahui, debat perdana cagub-cawagub Jakarta baru saja diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Minggu (6/10/2024).
Dalam debat bertema “Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)” dan “Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global” itu, Pramono Anung-Rano Karno menyinggung sejumlah topik mulai dari pendidikan, kesejahteraan sosial, lapangan kerja, hingga seni dan budaya.
Berikut sejumlah janji yang dilontarkan oleh pasangan Pramono Anung-Rano Karno dalam debat Pilkada Jakarta 2024.
Benyamin S Award
Pramono Anung berencana untuk menggunakan nama aktor sekaligus komedian Betawi Benyamin Sueb sebagai penghargaan jika dirinya terpilih sebagai gubernur Jakarta. Hal ini sebagai bentuk penghargaan terhadap sang seniman legendaris Betawi.
Selain itu, Pramono juga menyebutkan kepanjangan dari Benyamin S Award yakni Bersih, Nyaman, Indah dan Sejahtera.
Hotline konseling 24 jam untuk sokong kesehatan mental
Guna menyokong kesehatan mental warga Jakarta, Pramono-Rano akan mencanangkan layanan hotline konseling 24 jam. Untuk itu, pihaknya akan memangkas waktu tunggu layanan BPJS dengan mengintegrasikan data antrian rumah sakit di seluruh jakarta.
Selain itu, Pramono-Rano juga akan mendirikan Jakarta Fund, yakni pengelolaan dana investasi untuk pembangunan dan kesehatan warga Jakarta.
CCTV 24 jam di setiap RT
Pramono Anung dan Rano Karno berniat menciptakan Jakarta sebagai wilayah yang aman dan nyaman. Untuk mewujudkan niat ini, mereka akan memasang kamera pengawas atau CCTV yang beroperasi selama 24 jam di setiap RT.
Job fair tiga bulan sekali di kecamatan
Pramono-Rano mengaku telah berkeliling Jakarta selama sebulan untuk menyambangi langsung warga Jakarta. Pada kesempatan itu, mereka menjumpai fakta bahwa 345 ribu orang di Jakarta masih menganggur, sementara 53 ribu orang terkena PHK sepanjang 2024.
Untuk menangani permasalahan lapangan kerja ini, Pramono-Rani bakal mengadakan job fair setiap tiga bulan sekali di kecamatan, menyediakan pelatihan bersertifikat, serta Balai Latihan Kerja yang lebih modern.
Rangkul penyandang disabilitas dan lansia
Pramono menyebutkan persoalan disabilitas di Jakarta yang kurang mendapatkan perhatian dan keberpihakan sungguh-sungguh dari pemerintah.
Permasalahan ini, klaim Pramono, akan dapat diselesaikannya dengan menggandeng sejumlah komunitas jika ia terpilih sebagai gubernur. Selain penyandang disabilitas, Pramono juga berjanji akan lebih adil dan peduli kepada warga lanjut usia (lansia).
Sejahterakan guru honorer
Pramono-Rano tak melupakan kesejahteraan guru honorer yang saat ini hanya menerima gaji sebesar Rp2 juta setiap bulannya. Menurutnya, kesejahteraan guru honorer penting agar mereka dapat fokus mengajar.
Selain itu, Pramono tak mau jika guru honorer terjerat hutang atau pinjaman online (pinjol) karena pendapatannya tak cukup untuk memenuhi biaya hidup.
Wajib belajar 12 tahun tanpa kendala biaya
Masih terkait dengan dunia pendidikan, Pramono Anung dan Rano Karno berjanji wajib belajar 12 tahun dari SD hingga SMA dapat tuntas tanpa kendala biaya. Mereka juga akan menyediakan beasiswa kuliah hingga lulus tanpa perlu verifikasi setiap tahun.
Day care di dekat wilayah kerja dan pusat perkantoran
Untuk meringankan beban orang tua yang bekerja, Pramono-Rano akan menyediakan day care yang lokasinya dekat dengan wilayah kerja dan pusat perkantoran.
Tak hanya itu, pihaknya juga menjamin hak-hak perempuan dipenuhi dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Atasi macet via TransJabodetabek
Terkait bidang transportasi, Pramono Anung menyebut TransJakarta tak cukup untuk menyelesaikan permasalahan macet di Jakarta. Menurutnya, dibutuhkan adanya transportasi TransJabodetabek untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi dari wilayah aglomerasi yang masuk ke Jakarta.
Bila perlu, menurut Pramono, rute TransJabodetabek dibuat hingga area Puncak dan Cianjur.
Melanjutkan kebijakan yang sudah ada
Jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur, Pramono-Rano akan melanjutkan kebijakan pemerintah dari pemerintahan sebelumnya, salah satunya aplikasi Jakarta Kini atau JAKI.
