Hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 31 Lebak Bulus mencatatkan hasil yang mengejutkan bagi calon gubernur nomor urut dua, Dharma Pongrekun. Dalam pemungutan suara yang berlangsung, Dharma Pongrekun bersama pasangannya, Kun Wardana, hanya berhasil meraih 40 suara sah.
hasil ini sangat jauh dibandingkan dengan pasangan calon lainnya. Ridwan Kamil dan Suswono, pasangan nomor urut satu, unggul dengan perolehan 104 suara. Namun, dominasi terbesar justru ditunjukkan oleh pasangan Pramono Anung dan Rano Karno, yang berhasil merebut 179 suara di TPS tersebut.
Ini menjadi catatan khusus mengingat TPS 31 merupakan tempat Dharma melakukan pencoblosan, yang seharusnya menjadi basis dukungan terkuatnya.
Kemenangan pasangan Pramono-Rano di TPS 31 Lebak Bulus menunjukkan dukungan yang dipercepat oleh berbagai kelompok di Jakarta. Tanpa diduga sebelumnya, dapil ini menjadi lahan subur bagi paslon yang diusung oleh koalisi partai berpengaruh.
Keberadaan kandidat yang kuat dalam pemilihan kali ini, seperti Ridwan Kamil, juga memberikan dampak kepada suara yang diterima Dharma.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Dharma adalah kandidat independen, ia tidak memiliki dukungan yang cukup untuk bersaing dalam perolehan suara.
Dari total pemilih tetap yang tercatat sebanyak 607 orang di TPS 31 Lebak Bulus, hanya 345 orang yang menggunakan hak suaranya. Hal ini memunculkan angka suara sah sebesar 323 dan suara tidak sah sebanyak 22.
Suara tidak sah ini mencakup berbagai faktor, termasuk ketidakpahaman pemilih tentang tata cara mencoblos atau kertas suara yang tidak terisi dengan benar.
Keberadaan suara tidak sah ini menjadi perhatian bagi pihak penyelenggara pemilu untuk meningkatkan tingkat pendidikan pemilih di masa mendatang.
Tanggapan Dharma Pongrekun setelah Pemungutan Suara
Usai menyelesaikan pencoblosan dan menyaksikan hasil yang kurang menggembirakan, Dharma Pongrekun menyatakan sikap menerima. Ia menegaskan kepada wartawan bahwa hasil pemilu adalah ketentuan Tuhan dan tidak perlu ada rasa kecewa bagi siapapun.
"Apapun hasil pemilu yang diumumkan nanti, biar Tuhan yang menentukan dan tidak perlu kecewa, termasuk untuk kami," ungkap Dharma.
Sikap ini mencerminkan pandangan positifnya meskipun mendapatkan suara yang jauh di bawah harapan.
Dharma juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diberikan oleh warga Jakarta, khususnya di TPS 31. Ia berjanji untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat meski hasil kali ini tidak memuaskan.
Sikap terbuka dan positifnya menunjukkan bahwa dia berusaha untuk mengelola ekspektasi dan tetap bersyukur atas proses yang telah dilalui, terlepas dari hasil yang diterima.
Layaknya pemilih lainnya, Dharma merasa gugup saat pertama kalinya ia berpartisipasi mencoblos.
"Jujur ini sejarah pertama kali saya dalam hidup ini mencoblos di TPS," ujarnya.
Hal ini menyoroti pengalaman uniknya bahwa selama ini sebagai anggota kepolisian, ia tidak diperbolehkan untuk memberikan suara dalam pemilu.
Maka, ini menjadi momen yang sangat berkesan baginya meskipun berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan.
Dalam situasi penghitungan suara yang yang sduah mulai keluar dari berbagai lemabaga surveri. Dharma tetap menunjukkan sikap optimis. Ia berharap bahwa masyarakat akan menerima apapun hasilnya dan bahwa demokrasi telah berjalan dengan baik.
"Jangan mendahului hasil dari Tuhan, biar saja Tuhan yang atur deh," ujarnya di depan wartawan,
Dharma juga menegaskan keyakinannya bahwa apapun hasilnya tetap merupakan bagian dari takdir yang telah ditentukan.
Dengan pemilu yang sudah berlangsung, Dharma Pongrekun hanya bisa berharap bahwa pengalamannya kali ini akan memberi pelajaran berharga untuk masa depan.
