Advertisement

Kapan Jadwal Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2025? Ini Jadwalnya

24 March 2025 12:33 WIB

thumbnail-article

Antara .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Tidak terasa umat muslim sudah menjalankan 20 hari lebih puasa Ramadhan, yang artinya sebentar lagi akan menyambut datangnya hari kemenangan, masyarakat sudah mulai mencari kapan Idul Fitri 2025 akan dirayakan.

Seperti kita ketahui bersama Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal 1446 H, namun dalam penentuan itu akan dilakukan sidang isbat yang akan digelar langsung di kantor Kementerian Agama di Kawasan Jalan M.H. Thamrin Jakarta.

Metode yang digunakan menggunakan hisab dan rukyah oleh pemerintah dan berlaku secara nasional. Dalam pelaksanannya nanti pemerintah akan mengundang perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, dan perwakilan Ormas Islam, termasuk LAPAN, BMKG, BRIN, Planetarium Bosscha, dan instansi terkait lainnya.

Jadwal Sidang Isbat Lebaran Idul Fitri 2025

Melalui laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia mengumukan jika pihaknya akan melaksanakan Sidang Isbad atau penentuan awal Syawal 1446 Hijriah atau penentuan Idul Fitri 2025 pada 29 Ramadhan yang bertepatan 29 Maret 2025.

"Kami akan menggelar sidang isbat awal Syawal, pada 29 Maret 2025. Sebagaimana biasanya, sidang isbat selalu digelar pada tanggal 29 Syakban untuk menetapkan awal Ramadan, 29 Ramadan untuk menetapkan awal Syawal, dan 29 Zulkaidah untuk menetapkan awal Zulhijjah," jelas Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025.

Alasan penetapan tanggal tersebut dilatar belakangi jika dilihat ecara hisab atau perhitungan astronomi, ijtimak atau konjungsi terjadi pada 29 Maret 2025 jam 17.57.58 WIB. Karenanya, berdasarkan data astronomi, saat terbenam matahari, posisi hilal berkisar antara minus tiga di Papua dan minus satu di Aceh.

"Data-data astronomi ini kemudian kita verifikasi melalui mekanisme rukyat," tambah Abu Rokhmad.

Abu Rokhmad dalam keterangannya juga menjelaskan terdapat dua dimensi dari proses pelaksanaan Rukyatul Hilal. Pertama, dimensi ta'abbudi. Rukyat sejalan sunnah Nabi yang sudah dilakukan sejak dulu untuk melakukan rukyat saat akan mengawali atau mengakhiri puasa.

Kedua, dimensi pengetahuan. Rukyat merupakan proses konfirmasi atas data-data hisab dan astronomis, nantinya proses Rukyatul Hilal rencana akan dilalukan di 33 titik. Menurut Abu Rokhmad, ada satu titik rukyatul hilal di setiap provinsi, kecuali Bali.

"Di provinsi Bali dalam suasana Nyepi. Sehingga rukyatul hilal tidak kita gelar di sana. Kita saling menghormati," kata dia.

Idul Fitri Diprediski Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025

Pada kesenpatan yang berbeda Abu Rokhmad memprediksi Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah/2025 Masehi akan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

"Kalau menurut hitung-hitungannya hisab, kemungkinan insya Allah (Idul Fitri) kita akan sama, yaitu di tanggal 31 Maret," ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Jumat, 21 Maret 2025. Mengutip ANTARA.

Pernyataan ini berdasarkan pandangan astronomis atau hisab pada 29 Ramadhan 1446 Hijriah, belum terjadi ijtimak. Posisi hilal masih di bawah ufuk antara -3 hingga -1 derajat. Artinya, secara teori hilal tidak mungkin bisa diamati.

Selain itu, posisi hilal belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyat berdasarkan musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darusssalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS), yakni ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Namun Ia tetap menegaskan hasil akhir akan ditentukan dalam sidang Isbat pada 29 Maret mendatang dan akan digelar sekitar pukul 18.45 WIB yang berlangsung secara tertutup. Hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement