Advertisement

Kapan Perayaan Cap Go Meh 2025? Ini Informasi Tanggal dan Tradisinya

20 January 2025 10:24 WIB

thumbnail-article

Sumber: Freepik .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Perayaan Cap Go Meh untuk tahun 2025 dijadwalkan jatuh pada tanggal 12 Februari. Cap Go Meh secara harfiah berarti "malam kelima belas" merupakan penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.

Dalam kalender lunar, Cap Go Meh adalah hari ke-15 setelah Imlek. Untuk tahun 2025, Imlek akan dimulai pada tanggal 29 Januari.

Cap Go Meh memiliki keterkaitan yang erat dengan perayaan Imlek. Setelah merayakan Tahun Baru Imlek selama 15 hari, masyarakat Tionghoa merayakan Cap Go Meh sebagai akhir dari perayaan tersebut.

Ini adalah saat yang dinantikan untuk berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, merayakan kebersamaan, serta mengadakan berbagai kegiatan budaya yang kental dengan nuansa Tionghoa.

Walaupun Cap Go Meh merupakan hari penting dalam tradisi Tionghoa, perayaan ini tidak termasuk dalam hari libur nasional di Indonesia. Namun, cuti bersama untuk perayaan Imlek ditetapkan pada tanggal 28 Januari 2025.

Masyarakat yang merayakan seringkali menghabiskan waktu libur ini untuk persiapan perayaan Cap Go Meh yang diadakan seminggu setelahnya.

Sejarah Cap Go Meh

Cap Go Meh memiliki akar sejarah yang dalam. Perayaan ini dimulai pada masa Dinasti Han, sekitar abad ke-17, ketika masyarakat Tionghoa mengadakan ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi.

Awalnya, Cap Go Meh dilaksanakan secara tertutup dan hanya di kalangan istana. Namun, seiring berjalannya waktu, Cap Go Meh kemudian diperkenalkan ke masyarakat umum dan menjadi bagian dari budaya yang dirayakan secara luas.

Dalam konteks budaya Tionghoa, Cap Go Meh melambangkan penutup masa perayaan Imlek dan menjadi waktu untuk bersyukur atas berkat yang diterima selama tahun yang lalu.

Masyarakat mempersembahkan doa harapan untuk keberuntungan, kesehatan, dan kesuksesan di tahun yang akan datang. Tradisi ini menekankan pentingnya keluarga dan persatuan dalam komunitas.

Tradisi Perayaan Cap Go Meh di Indonesia

Di Indonesia, Cap Go Meh telah mengalami akulturasi, terintegrasi dengan budaya lokal yang kaya. Dalam perayaannya, masyarakat Tionghoa di Indonesia menggabungkan elemen-elemen budaya lokal dalam tradisi mereka.

Kondisi yang demikian menciptakan uniknya Cap Go Meh di Indonesia. Hal ini terlihat dari kusen-kusen rumah yang dihias dengan lampion berwarna-warni dan pawai budaya yang melibatkan masyarakat luas.

Berikut sejumlah tradisi perayaan Cap Go Meh di Indonesia:

  • Festival lampion yang meriah

Salah satu tradisi paling mencolok dalam perayaan Cap Go Meh di Indonesia adalah festival lampion. Lampion-lampion berwarna merah dan emas menghiasi jalanan, rumah, dan tempat ibadah, menciptakan suasana yang meriah dan penuh warna.

Di beberapa daerah, festival lampion juga diselenggarakan sebagai acara yang diikuti oleh banyak orang, memberikan nuansa meriah selama perayaan.

  • Atraksi barongsai

Atraksi barongsai menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Cap Go Meh. Tarian barongsai dipersembahkan untuk membawa keberuntungan dan mengusir energi negatif.

Pertunjukan ini biasanya diiringi dengan musik tradisional yang menciptakan suasana meriah dan penuh semangat. Penontonnya seringkali bertepuk tangan dan bersorak, menunjukkan antusiasme mereka terhadap pertunjukan ini.

  • Makanan khas yang disajikan

Makanan merupakan bagian integral dari perayaan Cap Go Meh. Di Indonesia, lontong Cap Go Meh menjadi hidangan khas yang banyak disajikan.

Lontong ini merupakan hasil akulturasi antara masakan Tionghoa dan lokal, dengan komponen yang mencakup lontong, opor ayam, sambal, dan telur rebus.

Selain itu, ada juga makanan khas lainnya seperti tangyuan (bola tepung beras), mie panjang umur, dan kue keranjang yang semuanya memiliki makna simbolis keberuntungan dan kebersamaan saat tahun baru.

Kegiatan Penting Saat Cap Go Meh

Ritual doa dan permohonan keberuntungan

Ritual doa bersama menjadi salah satu kegiatan penting pada saat Cap Go Meh. Di hari tersebut, banyak masyarakat Tionghoa yang mengunjungi klenteng untuk berdoa, memanjatkan harapan, dan bersyukur atas segala berkat yang didapat selama tahun lalu.

Pawai dan pertunjukan budaya

Pawai Cap Go Meh di beberapa daerah di Indonesia menjadi kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu.

Biasanya, pawai ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, seperti tarian tradisional, marching band, hingga display budaya dari berbagai paguyuban. Pawai ini menarik banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar komunitas.

Tradisi berbagi angpao dan kebersihan rumah

Tradisi berbagi angpao yaitu amplop merah berisi uang merupakan salah satu kegiatan yang juga lekat dengan Cap Go Meh. Bagi mereka yang sudah menikah, tradisi ini biasanya dilakukan dengan memberikan angpao kepada anak-anak dan keluarga yang belum menikah.

Selain itu, menjelang Cap Go Meh, masyarakat juga melakukan ritual bersih-bersih rumah. Hal ini dimaksudkan untuk membuang sial dan menyambut tahun baru dengan keberuntungan yang lebih baik.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement