Advertisement

Kapan Puncak Musim Hujan 2024 Menurut Prediksi BMKG

02 December 2024 10:21 WIB

thumbnail-article

Antara .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Pada tahun 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa awal musim hujan akan dimulai lebih awal di wilayah barat Indonesia, khususnya di Sumatera.

Diperkirakan, wilayah ini akan memasuki musim hujan sejak bulan Agustus 2024. Hal ini menunjukkan pergeseran waktu yang lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Setelah wilayah barat, puncak penyebaran musim hujan akan bergerak secara bertahap menuju wilayah timur Indonesia.

Secara umum, musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi akan berlangsung pada periode antara Oktober hingga November 2024.

Proses transisi ini akan berlangsung hingga Desember 2024, di mana beberapa daerah di pulau-pulau seperti Sulawesi dan Papua akan mulai merasakan dampak musim hujan.

Periode umum musim hujan di Indonesia mengacu pada pola tahunan yang berulang. BMKG menyatakan bahwa musim hujan kali ini akan datang lebih awal dari kebiasaannya.

Dalam hal ini, akumulasi curah hujan diharapkan berada pada kategori normal, yang berarti tidak ada kondisi yang ekstrem baik terlalu basah maupun terlalu kering.

Periode Puncak Musim Hujan Tahun 2024-2025

Puncak musim hujan di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan akan terjadi pada bulan November hingga Desember.

Wilayah yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan selama periode ini meliputi Sumatera, pesisir selatan Pulau Jawa, dan Kalimantan.

Fenomena ini akan berkontribusi pada peningkatan curah hujan yang signifikan dalam interval waktu tersebut.

Sementara itu, bagi wilayah Indonesia bagian timur, puncak musim hujan diprediksi baru akan terjadi pada Januari hingga Februari 2025.

Wilayah yang akan merasakan puncak musim hujan pada bulan-bulan ini meliputi Lampung, bagian utara Jawa, serta beberapa bagian dari Sulawesi, Bali, NTB, NTT, dan sebagian besar Papua.

Hal ini menandakan bahwa puncak musim hujan tidak terjadi secara bersamaan di seluruh Indonesia.

Dalam konteks puncak musim hujan, BMKG mencatat beberapa daerah dan zona musim yang akan terkena dampak secara signifikan.

Untuk periode November dan Desember, sebanyak 384 Zona Musim (ZOM) di seluruh Indonesia akan mengalami puncak musim hujan.

Sedangkan untuk Januari dan Februari, sebanyak 250 ZOM diperkirakan baru akan mencapai puncaknya.

Durasi Musim Hujan di Indonesia

Durasi musim hujan di Indonesia bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. BMKG memperkirakan bahwa durasi ini dapat berkisar antara 6 dasarian hingga lebih dari 30 dasarian bergantung pada lokasi. Variasi durasi ini juga mencerminkan kondisi iklim lokal yang berbeda di setiap daerah.

Di Sumatera, durasi musim hujan diprediksi antara 16 hingga 30 dasarian, sementara Kalimantan mungkin mengalami durasi yang lebih panjang, yaitu antara 24 hingga 30 dasarian.

Wilayah-wilayah ini umumnya akan mengalami hujan lebih sering selama musim hujan, yang dapat berdampak pada kegiatan pertanian dan infrastruktur.

Di sisi lain, wilayah seperti Bali, NTB, dan NTT diprediksi memiliki musim hujan yang lebih singkat, yaitu berkisar antara 13 hingga 18 dasarian.

Di Maluku dan Papua, akumulasi durasi musim hujan dapat berkisar antara 10 hingga 12 dasarian, serta daerah tertentu yang mungkin mengalami musim hujan dengan durasi hingga 30 dasarian.

Dampak Fenomena La Nina

Potensi La Nina di Akhir 2024

BMKG mengamati adanya potensi fenomena La Nina yang dapat terjadi pada akhir tahun 2024. La Nina adalah fenomena yang berhubungan dengan penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik, dan dapat memengaruhi pola cuaca di Indonesia dengan meningkatkan curah hujan. Beberapa indikator awal sudah terlihat, yang menyiratkan kemungkinan terjadinya kondisi ini.

Kemungkinan Terjadinya Banjir

Dengan adanya potensi La Nina, beberapa daerah di Indonesia harus bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya banjir. Kenaikan curah hujan yang signifikan berpotensi menyebabkan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Masyarakat di daerah rawan banjir disarankan untuk selalu waspada dan mempersiapkan langkah antisipasi yang diperlukan.

Pengaruh terhadap Curah Hujan Regional

Fenomena La Nina berpotensi mempengaruhi akumulasi curah hujan yang dapat mencapai 20 hingga 40 persen lebih tinggi dari kondisi normal. Potensi peningkatan curah hujan ini berimplikasi terhadap sektor pertanian, transportasi, dan infrastruktur, di mana terdapat ancaman terhadap keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah untuk mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem ini.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement