Mantan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto ditangkap penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex.
"Betul (ditangkap)," ujar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 21 Mei 2025.
Febri tidak menjelaskan lebih jauh kronologi penangkapan serta status dari Iwan Setiawan Lukminto. Ia hanya menyebut Iwan ditangkap di Solo, Jawa Tengah.
Sebelumnya, Kejagung menyatakan sedang menyidik kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar mengatakan bahwa penyidik sedang mengkaji indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex tersebut.
PT Sritex sendiri dinyatakan pailit pada bulan Oktober 2024 dan resmi menghentikan operasional usahanya per 1 Maret 2025. Kurator kepailitan PT Sritex mencatat tagihan utang dari para kreditur perusahaan tekstil tersebut dengan jumlah mencapai Rp29,8 triliun.
Profil Iwan Setiawan
Iwan Setiawan Lukminto lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 24 Juni 1975. Ia merupakan putra sulung dari HM Lukminto, pendiri PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan tekstil terkemuka di Asia Tenggara.
Keluarga Lukminto memulai bisnis dari yang sederhana, yaitu sebuah toko batik kecil di Solo pada tahun 1966, dan seiring berjalannya waktu, mereka membangun Sritex sebagai salah satu raksasa industri tekstil.
Pendidikan Formal
Pendidikan Iwan dihimpun dari beberapa lembaga terkemuka. Ia meraih gelar Sarjana Business Administration dari Suffolk University di Amerika Serikat pada tahun 1997. Selain pendidikan formal tersebut, Iwan juga merupakan alumni dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Angkatan 20, di mana ia memperoleh dasar-dasar strategis yang penting bagi kepemimpinannya di perusahaan.
Iwan Setiawan Lukminto juga aktif di berbagai organisasi antara lain Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2020-2021, Dewan Penasihat AEI sejak 2021. Ia juga tercatat sebagai anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bidang Pengembangan Pasar Modal periode 2020-2023, lalu Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) periode 2020-2023, serta Dewan Kehormatan PB Wushu Indonesia.
Karier Iwan Setiawan Lukminto di dunia bisnis, khususnya industri tekstil, dimulai sejak usia muda. Ia bergabung di PT Sritex pada tahun 1997 sebagai Asisten Direktur, kemudian naik menjadi Wakil Direktur Utama pada periode 1999-2005.
Selanjutnya, berdasarkan Akta Notaris Nomor 62, ia resmi diangkat sebagai Direktur Utama (President Director) pada 9 Juni 2014 hingga kemudian beralih menjadi Komisaris Utama, sebagaimana disebutkan dalam laman resmi Sritex yang diakses pada 22 Mei 2025.
Selama lebih dari dua dekade terlibat aktif di Sritex, Iwan berhasil membawa Sritex ke dalam jajaran perusahaan tekstil terkemuka, khususnya dalam penyediaan pakaian militer, termasuk seragam bagi tentara NATO.
Selain itu, di masa pandemi, Sritex di bawah kepemimpinannya beradaptasi cepat dengan mulai memproduksi masker dan pakaian pelindung.
Kekayaan Iwan Lukminto
Kesuksesan bisnis Iwan juga tercermin dalam penilaian kekayaannya. Ia pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada tahun 2020, ia menduduki peringkat ke-49. Pengakuan tersebut tidak hanya menjadikan Iwan sebagai ikon bisnis di Indonesia, tetapi juga menunjukkan pengaruhnya yang luas di sektor industri tekstil.
Berdasarkan laporan yang beredar, kekayaan Iwan diperkirakan mencapai sekitar USD 515 juta atau setara dengan Rp 7,36 triliun. Meski namanya tidak lagi muncul dalam daftar orang terkaya setelah tahun 2021, pencapaian ini tetap memperlihatkan dampak signifikan yang ia buat di industri tekstil Indonesia di mata dunia.
