Sederet Fakta Kekejaman Israel di Rafah, Tega Bakar Anak-Anak Tak Bersalah

31 Mei 2024 18:05 WIB

Narasi TV

Kawasan rafah yang diserang Israel. Sumber: Al Jazeerah.

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Margareth Ratih. F

Pada Minggu malam, 26 Mei 2024, pasukan Israel melancarkan serangan brutal di kamp pengungsi Tel Al-Sultan, Rafah, sekitar pukul 10 malam.

Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar yang menghancurkan 14 tenda pengungsi. Menteri Kesehatan Palestina melaporkan bahwa 45 orang tewas dan 249 lainnya terluka.

Serangan ini mengakibatkan banyak korban jiwa, terutama perempuan dan anak-anak. Banyak dari mereka mengalami luka bakar parah dan patah tulang.

Serangan ini terjadi dua hari setelah Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Israel harus menghentikan serangannya di Rafah.

Israel dituduh melakukan genosida dalam perang di Gaza. Meski demikian, Israel menolak keputusan tersebut dan mengklaim bahwa serangannya sesuai dengan hukum internasional.

Pemboman ini memicu kecaman global dari berbagai negara Arab, termasuk Yordania, Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Josep Borrell, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, menyebut serangan itu sebagai insiden mengerikan dan mendesak agar serangan dihentikan.

Selain itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengecam serangan tersebut, menyatakan kemarahannya dan menegaskan bahwa tidak ada wilayah aman di Rafah bagi warga sipil Palestina.

Fakta kekejaman Israel di Rafah

Berikut beberapa fakta terkait kekejaman serangan tersebut:

  1.       Pengeboman pengungsian

Salah satu korban selamat, Layan al-Fayoum, mengungkapkan bahwa serangan itu sangat mendadak. "Kami sedang duduk dengan tenang ketika tiba-tiba mendengar ledakan," katanya, dilansir dari Middle East Monitor. “Bom-bom itu jatuh tanpa peringatan.”

Saksi mata lainnya, Umm Mohamed al-Attar, mengatakan bahwa serangan itu menghancurkan tenda-tenda di pengungsian.

"Kamar kami dipenuhi pecahan peluru... Rudal atau bom seberat berton-ton menimpa seng," ujarnya.

  1.       Pembakaran tenda pengungsian

Setelah pengeboman, militer Israel membakar tenda-tenda pengungsian. Kekacauan pun terjadi. Penghuni kamp yang ketakutan berlarian di tengah-tengah tubuh yang hangus untuk menyelamatkan diri.

Seorang pria terlihat menggendong anak tanpa kepala, sementara petugas medis membawa anak lain dengan otak yang pecah. Al-Fayoum menyaksikan api besar melanda lokasi tersebut.

“Apinya sangat besar,” katanya. "Kami melihat tenda-tenda terbakar dan kemudian harus mengumpulkan anggota tubuh yang terpotong-potong dan anak-anak yang mati."

  1.       Anak-anak dan warga dibakar hidup-hidup

Menurut Kantor Berita Wafa dan sumber lokal lainnya, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) melaporkan bahwa banyak orang di dalam tenda "dibakar hidup-hidup". Rumah sakit di wilayah tersebut kewalahan menangani korban akibat sistem kesehatan Gaza yang hancur.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR