Advertisement

Kemkomdigi Menyiapkan AI Dalam Digitalisasi Bansos Untuk 50 Juta Penerima Manfaat

23 June 2026 21:34 WIB

thumbnail-article

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian DEAL 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026). Sumber: ANTARA/Farhan Arda Nugraha..

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengimplementasikan strategi inovatif dalam digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan artificial intelligence (AI).

Uji coba teknologi AI saat ini tengah dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai langkah awal pengujian konsep yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pendistribusian bansos.

"Kita sedang lakukan test case (uji coba) di Banyuwangi untuk melakukan intervensi digital, termasuk AI dalam bansos kita," kata Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam acara peresmian DEAL 2026 di Jakarta Selasa, Selasa (23/6/2026).

Jika implementasi tersebut berjalan baik secara nasional, program tersebut berpotensi menjadi salah satu inisiatif inklusi keuangan digital terbesar di dunia.

Target utama dari program digitalisasi ini adalah menjangkau sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat, yang setara dengan 50 juta warga Indonesia.

"Jadi, ini memang salah satu contoh yang kalau nanti yang kita sedang kerjakan terus bersama tim dan kalau sudah nanti berhasil diadopsi ini menjadi salah satu yang pertama di dunia," ujar Meutya.

Dampak dan Pengembangan Teknologi Pendukung Selain AI

Selain pemanfaatan AI, Kemkomdigi juga mempercepat integrasi teknologi Internet of Things (IoT), dan platform digital dalam sektor-sektor produktif seperti usaha mikro, kecil dan menangah (UMKM), pertanian, budidaya ikan, dan lainnya.

Dalam acara terpisah di Jakarta, Rabu (17/6/2026), Meutya menjelaskan penggunaan AI berperan strategis dalam mengelola dan menganalisis data penerima bansos secara lebih akurat sehingga proses verifikasi, pemutakhiran data dan pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, tepat sasaran dan efisien.

Kolaborasi dalam Gerakan Digital Ecosystem Alignment 2026

Digitalisasi bansos tidak berjalan sendiri, melainkan berbasis kolaborasi dalam gerakan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang digagas oleh Kemkomdigi.

DEAL 2026 merupakan wadah sinkronisasi dan solidaritas antara pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, serta pemerintah daerah yang diarahkan langsung pada implementasi konkret serta menyentuh kebutuhan nyata.

Dalam gerakan ini, Kemkomdigi bersama berbagai pemangku kepentingan mendeklarasikan delapan paket kolaborasi.

Delapan paket tersebut antara lain konektivitas dan nilai tambah industri telekomunikasi, perlindungan konsumen digital, inovasi digital dan technopreneur, ekosistem digital yang sehat dan aman.

Selain itu, terdapat penguatan ekosistem startup nasional, kolaborasi ekosistem AI nasional, inklusivitas digital dan adopsi teknologi baru, dan peningkatan efisiensi biaya logistik.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement