Buat kamu yang sering beli emas batangan, pasti sudah nggak asing dengan istilah Antam RM dan Antam non-RM. Tapi, mungkin masih ada yang bertanya-tanya, sebenarnya apa sih perbedaan antara kedua jenis emas ini?
Tenang, di artikel ini kita akan bahas tuntas 5 perbedaan utama antara emas Antam RM (Refinery Master) dan non-RM, mulai dari ciri fisik, sertifikat, hingga cara belinya. Yuk, simak biar kamu nggak salah pilih saat beli emas!
1. Proses Produksi
Perbedaan yang paling mendasar antara emas Antam RM dan non-RM adalah proses produksinya. Emas Antam RM diproduksi menggunakan teknologi terbaru di fasilitas yang sudah berstandar internasional, yaitu di Pulo Gadung, Jakarta.
Teknologi ini disebut LBMA (London Bullion Market Association) yang membuat produk Antam RM diakui secara global. Jadi, kalau kamu beli emas Antam RM, kualitasnya sudah terjamin sesuai standar internasional.
Sedangkan emas Antam non-RM diproduksi di fasilitas lama Antam di Pongkor, Jawa Barat. Meskipun emas Antam non-RM tetap berkualitas tinggi, proses produksinya belum menggunakan standar LBMA, sehingga lebih banyak beredar di pasar lokal.
2. Sertifikat
Ini yang jadi salah satu pembeda paling penting, sertifikat. Emas Antam RM dilengkapi dengan sertifikat yang sudah terintegrasi langsung dengan emasnya, yaitu dalam bentuk CertiCard.
Sertifikat ini ditempelkan secara langsung di kemasan emas, sehingga lebih aman dan sulit dipalsukan. Sertifikat Antam RM juga sudah menggunakan kode QR yang bisa dipindai untuk memastikan keaslian emas tersebut.
Sementara itu, emas Antam non-RM biasanya menggunakan sertifikat manual yang terpisah dari emasnya. Bentuknya berupa kertas yang menyertai emas saat pembelian.
3. Desain dan Bentuk Fisik
Kalau kamu perhatikan, desain dan bentuk fisik antara emas Antam RM dan non-RM juga berbeda. Emas Antam RM punya tampilan yang lebih modern dan elegan dengan ukiran dan logo baru yang lebih rapi. Ukiran ini termasuk logo Antam, berat, kadar emas (999.9), serta nomor seri yang unik.
Di sisi lain, emas Antam non-RM punya desain yang lebih klasik dengan logo Antam yang lama.
Desain ini memang sudah digunakan selama bertahun-tahun, jadi kalau kamu suka dengan tampilan emas yang lebih tradisional, emas Antam non-RM bisa jadi pilihan.
Baca Juga:6 Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua
4. Harga Beli dan Jual
Harga emas Antam RM biasanya lebih tinggi dibandingkan emas Antam non-RM. Hal ini dikarenakan proses produksi yang lebih canggih dan sertifikat internasional yang melekat langsung di emasnya. Karena sudah diakui di pasar global, emas Antam RM cenderung lebih likuid dan mudah dijual kembali, bahkan di luar negeri.
Sedangkan emas Antam non-RM harganya lebih terjangkau karena diproduksi dengan standar yang lebih lokal.
Meski begitu, untuk pasar dalam negeri, emas Antam non-RM tetap diminati karena harganya yang kompetitif. Namun, saat dijual kembali, bisa jadi harga buyback-nya sedikit lebih rendah dibandingkan emas Antam RM.
5. Distribusi dan Ketersediaan
Terakhir, perbedaan lain yang cukup signifikan adalah distribusi dan ketersediaan emas Antam RM dan non-RM. Emas Antam RM lebih banyak tersedia di toko-toko emas besar, aplikasi investasi emas, atau langsung dari Butik Emas Antam. Karena sudah berstandar internasional, produk ini sering kali jadi pilihan utama untuk investasi jangka panjang.
Sementara itu, emas Antam non-RM lebih banyak beredar di pasar lokal dan toko emas tradisional. Ketersediaannya lebih luas di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh butik emas resmi.
Kesimpulan
Setelah memahami perbedaan antara emas Antam RM dan non-RM, kamu jadi lebih tahu mana yang sesuai dengan kebutuhan investasi kamu, kan? Kalau kamu cari emas dengan standar internasional, likuiditas tinggi, dan sertifikat yang aman, emas Antam RM bisa jadi pilihan terbaik.
Namun, kalau kamu lebih suka emas dengan harga yang lebih terjangkau dan mudah ditemukan di pasar lokal, emas Antam non-RM juga nggak kalah bagus, kok!
