Advertisement

Kenali Ciri-Ciri Penipuan Atas Nama Bea Cukai yang Perlu Diwaspadai

17 January 2025 17:58 WIB

thumbnail-article

ANTARA/Bea Cukai .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai masih marak terjadi hingga saat ini. Beragam modus pun dilancarkan para pihak tak bertanggung jawab demi meraup keuntungan material dari kebuntungan para korbannya. 

Kesadaran masyarakat menjadi sangat penting, terutama dalam situasi di mana banyak orang melakukan aktivitas daring, seperti belanja online. Memahami modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai bisa menjadi langkah awal yang baik untuk melindungi diri.

Modus Penipuan Atas Nama Bea Cukai

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar mengatakan jika terdapat beragam modus penipuan mengatasnamakan Bea Cukai. Salah satu modus penipuan yang paling sering ditemui adalah penipuan berkedok online shop. Penipu biasanya menyasar pembeli barang secara daring, baik dari luar negeri maupun domestik.

Dengan menawarkan barang pada harga yang sangat murah, pelaku akan mengaku sebagai petugas Bea Cukai untuk meminta transfer sejumlah uang atas nama biaya pengurusan barang.

Taktik ini sering kali menyebabkan korban merasa cemas dan segera melakukan transfer tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut. Para pelaku sering kali memiliki kedok yang sangat meyakinkan, membuat mereka tampak seperti orang yang resmi.

Selain modus online shop, terdapat juga modus penipuan berbasis romansa. Dalam skenario ini, pelaku biasanya menjalin hubungan dengan korban secara emosional sebelum meminta uang dengan alasan barang yang dijanjikan tertahan di Bea Cukai. Korban akan diminta transfer sejumlah uang agar barang tersebut bisa segera dikirim.

Modus diplomatik juga sering kali dipakai, di mana pelaku menyatakan bahwa barang yang dikirim kepada korban tertahan di Bea Cukai karena alasan diplomatik. Dengan teknik yang sama, mereka meminta uang dari korban agar barang bisa segera diproses.

Modus lain yang umum adalah lelang palsu. Di sini, pelaku menawarkan barang-barang yang konon sedang di lelang oleh Bea Cukai dengan harga yang sangat menarik.

Ketika korban tertarik, pelaku kemudian meminta uang untuk biaya pendaftaran atau pajak lelang yang murni tidak pernah ada.

Penipuan ini menyasar masyarakat sedang mencari barang dengan harga miring, dan sering terjadi melalui media sosial atau aplikasi chatting yang populer.

"Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri tersebut, jangan langsung percaya!" tegas Encep. mengutip Antara

Ciri-ciri Penipuan yang Perlu Diwaspadai

Berikut adalah beberapa ciri-ciri penipuan yang mengatasnamankan Bea Cukai yang perlu diwaspadai, simak sampai habis ya.

Permintaan Pungutan Tidak Wajar

Salah satu ciri umum dari penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai adalah adanya permintaan pungutan yang tidak wajar. Bea Cukai resmi tidak pernah meminta pembayaran ke rekening pribadi atau meminta biaya pengurusan barang dengan cara yang mencurigakan.

Jika terdapat permintaan untuk melakukan pembayaran semacam itu, masyarakat sebaiknya langsung menganggapnya sebagai indikasi kuat bahwa itu adalah tindakan penipuan.

Komunikasi Melalui Nomor Pribadi

Sistem komunikasi yang dipergunakan oleh pelaku penipuan sering kali tidak melalui jalur resmi. Mereka menghubungi calon korban menggunakan nomor telepon pribadi, bukan nomor telepon resmi Bea Cukai.

Jadi, bila individu mengaku sebagai petugas Bea Cukai dan menggunakan nomor pribadi, hal ini layak dicurigai.

Tekanan dan Intimidasi kepada Korban

Teknik lain yang digunakan pelaku adalah tekanan dan intimidasi kepada korban. Pelaku sering kali, dalam komunikasi mereka, menggunakan nada yang mendesak, seakan menjadikan masalah itu sangat mendesak dan harus segera diselesaikan.

Masyarakat seharusnya tidak terjebak dalam intimidasi seperti ini, melainkan mengutamakan untuk memverifikasi informasi yang diterima.

Jika mengalami hal yang terindikasi penipuan, segera lakukan konfirmasi dan melaporkannya melalui contact center Bea Cukai di 1500225.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement