Advertisement

Kepala BGN Hentikan Operasional Dapur MBG di Bandung Barat Setelah 352 Siswa Keracunan

23 September 2025 17:02 WIB

thumbnail-article

Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Sumber: ANTARA..

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

Sebanyak 352 siswa mengalami keracunan makanan setelah mengkonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Menyusul insiden tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan operasional dapur MBG secara sementara.

Keputusan ini diambil setelah Dadan meninjau lokasi dan berkomunikasi dengan sejumlah siswa serta orangtua yang terdampak. Ia mencatat adanya kebutuhan untuk perbaikan dan evaluasi menyeluruh di dapur yang terlibat.

“Saya sudah minta untuk stop sementara, karena harus ada perbaikan dulu ya di SPPG tersebut,” ujarnya.

Evaluasi dan perbaikan dapur SPPG

Dadan menyatakan bahwa meskipun fasilitas di dapur telah memenuhi standar yang ditetapkan, terdapat indikasi keteledoran dalam pengolahan makanan. Dadan menginstruksikan agar setiap dapur yang baru beroperasi tidak memproduksi makanan dalam jumlah besar pada tahap awal.

“Jadi saya sudah menginstruksikan untuk memulai kegiatan dari jumlah kecil, misalnya 2 atau 3 sekolah, sampai semua terbiasa,” tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya evaluasi pola produksi di seluruh dapur SPPG. Penegasan ini ditujukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, dengan fokus pada penyempurnaan prosedur dan pemenuhan standar keselamatan makanan.

Tangani korban keracunan

Korban keracunan mengalami berbagai gejala seperti pusing, mual, muntah, dan sesak napas. Sebagian besar dari mereka dirawat di GOR Kecamatan Cipongkor, sedangkan yang lainnya dirujuk ke RSUD Cililin dan RSIA Anugrah untuk penanganan lebih lanjut. Dadan berkomitmen untuk memastikan bahwa semua korban mendapatkan perawatan yang diperlukan dan menyampaikan harapannya agar mereka dapat pulih dengan baik.

Dalam proses pemulihan, keterlibatan orangtua sangat penting. Dadan berkomunikasi dengan mereka untuk mendengarkan keluhan dan memastikan bahwa langkah-langkah pemulihan diambil dengan serius.

“Saya catat tadi ada beberapa hal yang harus disiapkan, jadi dalam hal seperti ini kan obat-obatan, tempat mandi juga penting,” tuturnya.

Proses keamanan makanan

Dadan menegaskan pentingnya durasi pengolahan makanan dalam proses penyediaan MPB. Makanan yang disiapkan tidak boleh diproses lebih dari empat jam sebelum disajikan kepada siswa. Belum ada kepastian apakah makanan yang dikonsumsi siswa di Cipongkor telah mengikuti prosedur ini atau tidak.

Selain itu, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian utama. Dadan menyatakan bahwa semua dapur harus menggunakan bahan dari supplier yang terjamin kualitasnya. Selama produksi, prosedur keselamatan harus diikuti untuk mencegah resiko keracunan di kalangan pemegang program gizi ini.

Dadan Hindayana berkomitmen untuk memperbaiki proses produksi makanan di dapur MBG agar insiden serupa tidak terulang dan keselamatan siswa tetap terjaga.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement