Advertisement

Keselamatan Penerbangan: Bagian Teraman Dalam Pesawat Saat Kecelakaan

01 January 2025 07:47 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi bagian dalam pesawat (Freepik/ rawpixel.com) .

Penulis:

Editor: kitin.aprilia

Dalam waktu dekat ini ada 2 kecelakaan pesawat yang memakan banyak korban. Yang pertama adalah kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines J-824 yang membawa penumpang menuju Grozny, Rusia. Pesawat ini jatuh dan terbakar di dekat Kota Aktau, Kazakhstan pada Rabu (25/12/2024). Dari kecelakaan pesawat ini dicatat ada 38 penumpang yang menjadi korban tewas dan 29 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Tak lama berselang, pada Minggu (29/12/2024) pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 yang membawa penumpang dari Thailand diberitakan gagal mendarat dan badan pesawatnya menghantam dinding pembatas Bandara Muan, Korea Selatan. Akibat hantaman ini, pesawat seketika hancur dan meledak. Dari 181 orang yang berada di dalam pesawat, 179 dinyatakan tewas. Hanya ada 2 korban selamat, yaitu awak pesawat dari penerbangan tersebut.

Dikabarkan korban selamat dari penerbangan ini ditemukan dalam posisi duduk yang sama. Jika, dilihat dari dua kejadian kecelakaan ini, sebenarnya posisi duduk yang aman di dalam pesawat itu ada di posisi mana? Yuk, simak penjelasan berikut!

Lokasi Kursi Paling Aman di Pesawat

Kursi di bagian belakang pesawat sering kali dianggap sebagai lokasi paling aman dalam kasus kecelakaan penerbangan. Berdasarkan analisis statistik keselamatan terdapat bukti bahwa penumpang yang duduk di bagian belakang memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih tinggi.

Dilansir dari Kompas.com, Alvin Lie selaku Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (APJAP) membenarkan bahwa posisi duduk di belakang relatif lebih aman dibandingkan posisi tengah atau depan. Hal ini juga berkaitan dengan desain pesawat yang memang sengaja didesain lebih berat pada bagian depan.

"Untuk menghindari stall atau ketika pesawat terlalu mendongak, sehingga aerodinamiknya rusak," terang Alvin saat dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (27/12/2024).

Selain itu, umumnya pada saat kecelakaan hantaman akan terjadi pada bagian depan terlebih dahulu, sehingga bagian tersebut mengalami kerusakaan yang paling parah.

Sebuah studi yang dilakukan oleh ahli mekanik dari Amerika Serikat pada kecelakaan komersial di AS yang terjadi pada tahun 1971 hingga 2007 menunjukkan bahwa penumpang di bagian belakang pesawat memiliki peluang 69 persen untuk bertahan hidup. Sebagai perbandingan, penumpang di sekitar sayap memiliki persentase keselamatan 56 persen, sementara di bagian depan pesawat hanya 49 persen.

Alasan ini jugalah yang membuat blackbox atau kotak hitam yang merekam semua kejadian di pesawat akan diletakkan di bagian ekor pesawat. Sehingga, ketika terjadi kecelakaan, blackbox tetap selamat dan bisa dijadikan barang bukti.

Data dari Federal Aviation Administration (FAA) juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa tingkat kematian penumpang yang duduk dekat ekor pesawat adalah 32 persen, lebih baik dibandingkan dengan 39 persen di bagian tengah dan 38 persen di bagian depan. Hal ini diakibatkan oleh desain pesawat, di mana bagian depan dirancang lebih berat untuk meningkatkan keamanan penerbangan, sehingga sering menjadi bagian yang paling parah rusaknya saat terjadi kecelakaan.

"Jadi, antara bagian depan dan tengah itu kurang lebih sama, bagian belakang statistiknya sedikit lebih aman. Tapi kembali lagi ini sangat tergantung posisi pesawat ketika terjadi kecelakaan," tambahnya.

Peran Kru Penerbangan dalam Keselamatan

Selain memilih posisi duduk, Alvin juga menekankan jika penumpang harus selalu memperhatikan safety demo yang diperagakan oleh awak kabin dan selalu mengikuti instruksi yang diberikan awak kabin.

Awak kabin memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan penumpang. Instruksi yang mereka berikan sangat penting untuk diikuti. Penumpang perlu memahami letak pintu darurat dan bagaimana cara mengaksesnya dalam situasi darurat.

Selain itu, kesadaran penumpang sepanjang penerbangan sangat berpengaruh terhadap keselamatan. Membaca kartu keselamatan serta mengikuti arahan dari awak kabin adalah langkah-langkah yang tidak boleh diabaikan. Pada saat turbulensi harus selalu mengenakan sabuk pengaman agar tidak terlempar dari tempat duduk.

Penting juga bagi penumpang untuk memahami bahwa situasi darurat dapat terjadi kapan saja dan persiapan mental serta fisik sangat penting untuk keselamatan individu dan penumpang lain.

Tingkat Keselamatan Penerbangan Global

Meskipun dirasa berbahaya, tetapi Alvin mengingatkan masyarakat untuk tak perlu khawatir bepergian dengan menggunakan moda trasportasi udara. Alvin menyatakan bahwa moda transportasi ini merupakan transportasi paling aman kedua di dunia.

Dicatat oleh International Air Transport Association (IATA), tingkat keselamatan penerbangan global memiliki catatan yang mengesankan. Pada tahun 2023, tingkat kecelakaan penerbangan global adalah 0,80 per juta penerbangan, yang berarti satu kecelakaan per 1,26 juta penerbangan. Angka-angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencatatkan 1,30 per juta penerbangan. Statistik menunjukkan bahwa penerbangan adalah salah satu moda transportasi teraman, dengan risiko kematian akibat kecelakaan pesawat menurun dari 0,11 pada tahun 2022 menjadi 0,03 pada tahun 2023.

"Pada tingkat keselamatan ini, rata-rata seseorang harus melakukan perjalanan udara setiap hari selama 103.239 tahun untuk mengalami kecelakaan fatal" jelas Alvin.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement