Advertisement

Khofifah Tanggapi Perseteruan PBNU dan PKB, Seberapa Berpengaruh terhadap Pilkada Jatim 2024?

03 September 2024 19:16 WIB

thumbnail-article

Calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur Pilkada 2024 Khofifah Indarparawan-Emil Dardak/ Tangkapan layar Youtube Najwa Shihab .

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Dalam wawancara eksklusif dengan Najwa Shihab, calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa memberikan pandangannya terkait dinamika internal yang sedang terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan pengaruhnya terhadap Pilkada Jatim.

Najwa Shihab memulai dengan menanyakan pandangan Khofifah mengenai rencana Muktamar tandingan PKB yang awalnya dijadwalkan pada awal September, namun kemudian ditunda setelah pertemuan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"E itu rumah tangga orang lah ya, karena saya juga bukan menjadi bagian dari kepengurusan di partai, itu rumah tangga orang," ujar Khofifah dalam program Mata Najwa.

Najwa kemudian mengalihkan topik ke hubungan antara PBNU dan PKB, yang saat ini dikabarkan sedang berseteru. Khofifah, yang merupakan salah satu ketua PBNU dan memiliki peran historis dalam kelahiran PKB, menjelaskan latar belakang partai tersebut dan hubungannya dengan PBNU. 

"Saya termasuk yang mengikuti proses kelahiran PKB. Saya termasuk yang hadir pada saat deklarasi. Gus Dur memberikan kepercayaan kepada saya untuk melakukan konsolidasi hampir seluruh Indonesia, jadi ibaratnya mungkin tidak berlebihan kalau saya bilang ikut 'babat alas'," jelas Khofifah.

Ia menekankan bahwa PKB lahir dari inisiatif PBNU sebagai langkah korektif dan produktif dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, komunikasi antara PBNU dan PKB penting untuk menjaga nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi pendirian PKB.

Ketika ditanya apakah PBNU terlalu campur tangan dalam urusan internal PKB, Khofifah menegaskan bahwa peran PBNU lebih kepada mengingatkan PKB tentang asal-usulnya.

"Mengingatkan dulu kalian tuh lahir dari sini, jadi ada nilai-nilai yang oleh NU sebagai institusi yang melahirkan partai ini itu sebaiknya dilihat kembali, kemudian diakomodir, dan dijadikan bagian dari proses pengambilan keputusan dan regulasi mereka," tegas Khofifah.

Menutup wawancara, Najwa mengangkat pertanyaan mengenai pengaruh hubungan antara PBNU dan PKB terhadap Pilkada Jatim, mengingat ceruk suara Nahdliyin yang besar di wilayah tersebut. Khofifah merespons dengan menyatakan bahwa proses dukungan kepada calon bupati dan wali kota di Jatim telah selesai, dan pada akhirnya, pemilih akan lebih dipengaruhi oleh kedekatan personal dengan figur-figur pemimpin yang mereka pilih.

"Saya rasa kedekatan secara personal dengan figur-figur pemimpin yang akan mereka pilih itu Insyaallah akan lebih memberikan ruang bagi mereka untuk menentukan pilihannya," kata Khofifah.

Saksikan wawancara lengkap Najwa Shihab bersama Khofifah dan Emil Dardak untuk program Mata Najwa di akun Youtube Najwa Shihab.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement