Pada Rabu, 13 November 2024, sebuah bus Transjakarta, nomor TJ 672, menjadi sasaran pelemparan batu di Jalan Moch Kahfi II, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 07.25 WIB, saat bus tengah melintas. Pelaku, seorang pengendara motor yang mengenakan helm dan jaket coklat, berhenti mendekati bus sebelum melakukan aksi vandalismenya.
Setelah melempar batu yang cukup besar ke arah kaca depan bus, pelaku langsung melarikan diri dengan sepeda motornya. Insiden ini terdokumentasi dalam rekaman video yang beredar di media sosial, mengungkapkan detil cepatnya aksi tersebut dan reaksi dari para penumpang. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden tersebut, namun kaca depan bus mengalami kerusakan parah.
Tanggapan Transjakarta
PT Transjakarta segera melaporkan insiden tersebut ke Polsek Jagakarsa. Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, menyampaikan penyesalan atas tindakan perusakan fasilitas publik dan menekankan komitmen mereka untuk menindaklanjuti aksi tersebut. "Kami akan mengambil sikap tegas untuk melindungi fasilitas umum dan keselamatan pelanggan,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Transjakarta menegaskan bahwa mereka sangat memprioritaskan keamanan dan keselamatan penumpang. Laporan resmi yang diajukan ke kepolisian merupakan langkah awal dalam upaya mengusut tuntas peristiwa ini sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai perlunya menjaga ketertiban dan keamanan di ruang publik.
Investigasi polisi
Kepolisian Jagakarsa segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari Transjakarta. Kompol Iwan Gunawan, Kapolsek Jagakarsa, menjelaskan bahwa timnya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan investigasi. Namun, pengungkapan identitas pelaku terhambat oleh beberapa faktor. "Munculnya pelaku yang mengenakan masker dan helm membuat identifikasi wajahnya sulit,” kata Iwan.
Pihak kepolisian juga mencatat bahwa tidak ada CCTV di sekitar lokasi kejadian, serta minimnya saksi yang dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut. Hal ini menambah kompleksitas dalam penyelidikan, tetapi pihak kepolisian berkomitmen untuk melakukan penelusuran dan mencari bukti-bukti lain yang mungkin ada.
Reaksi masyarakat
Usai beredarnya video insiden pelemparan batu itu, netizen mulai memberikan komentar dan reaksi di media sosial. Beberapa pengguna menunjukkan empati terhadap bus yang dibakar, sementara yang lain menyalahkan perilaku pengendara bus yang dianggap kurang sabar. Diskusi mengenai keselamatan di jalur Transjakarta pun mencuat, dengan sejumlah komentar menyoroti pentingnya menjaga disiplin lalu lintas dan meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa.
Sebagai respon terhadap insiden tersebut, banyak yang menyatakan bahwa tindakan vandalism seperti ini sangat merugikan masyarakat yang bergantung pada layanan transportasi publik. Tanggapan masyarakat beragam, namun mayoritas mengharapkan adanya penegakan hukum yang tegas agar pelaku dapat dihukum dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Insiden pelemparan batu terhadap bus Transjakarta di Lenteng Agung ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan di ruang publik bagi semua pengguna jalan.
