Advertisement

Kronologi Mahasiswa UGM Geruduk Kopdar Budiman Sudjatmiko, Nusron Wahid, dan Sudaryono Saat Diskusi Pancasila

16 June 2026 13:18 WIB

thumbnail-article

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko pada diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Sumber: ANTARA/Ist.

Penulis: Aprilia Kristiana

Editor: Aprilia Kristiana

Acara diskusi yang berlangsung di Joglo GIK Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengangkat tema yakni "Pancasila Pemersatu Bangsa Indonesia". Diskusi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko.

Acara ini diharapkan menjadi forum untuk memperkuat pemahaman dan persatuan bangsa melalui nilai-nilai Pancasila dengan menghadirkan dialog terbuka antara tokoh pemerintah dan mahasiswa.

Aliansi Mahasiswa UGM yang mengatasnamakan mahasiswa atas nama kampus ini hadir dengan tujuan mengawasi dan memastikan jalannya diskusi sesuai aspirasi masyarakat dan mahasiswa sebagai bagian dari rakyat kecil yang ingin suara mereka terdengar.

Kronologi Kejadian pada Diskusi Kopdar

Diskusi yang awalnya berjalan lancar dan kondusif berubah menjadi momen yang menegangkan ketika giliran Budiman Sudjatmiko berbicara. Pada saat itu, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UGM merangsek naik ke atas panggung berujung Budiman menghilang dari lokasi setelah turun dari panggung.

Sementara itu, Nusron Wahid dan Sudaryono yang hendak meninggalkan acara justru dihadang oleh massa mahasiswa. Kedua pejabat harus berjalan kaki sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan mobil patwal di sekitar bundaran UGM.

Meski sempat terjadi kejar-kejaran, keduanya mencoba tetap membuka ruang dialog dan bahkan sempat duduk bersama mahasiswa di area dekat pintu selatan kampus UGM.

Pada akhirnya, suasana memanas memaksa acara kopdar yang semula direncanakan selesai pukul 22.00 WIB harus ditutup lebih awal pada sekitar pukul 20.30 WIB. Situasi baru kembali kondusif setelah pejabat meninggalkan kampus dan massa membubarkan diri.

Alasan Mahasiswa Menggeruduk dan Sikap Mahasiswa

Aliansi Mahasiswa UGM menjelaskan bahwa mereka tidak menolak kedatangan pejabat di kampus tetapi menolak jika pejabat membawa "data rekayasa" yang dinilai hanya menunjukkan sisi positif dan menutup kebenaran. Mereka menganggap ketiga pejabat negara tersebut tidak layak membahas Pancasila di saat Indonesia masih membungkam suara rakyat dan menganggap kritik sebagai gangguan.

Mesa, perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, menyatakan bahwa aksi tersebut muncul karena ketidakresponsifan pejabat dalam menerima kritik dan dialog. Menurutnya, pemerintah tidak siap atau enggan berdiskusi terbuka sehingga mahasiswa merasa perlu mengambil tindakan dengan mendatangi langsung pejabat.

Khusus terhadap Budiman Sudjatmiko, mahasiswa menilai pengabdiannya kepada rakyat kecil dan aktivisme yang pernah dibawanya kini berbalik menjadi pengkhianatan dengan kebijakan yang dianggap merugikan rakyat, antara lain terkait alih fungsi lahan dan pengentasan kemiskinan yang belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Mesa menegaskan, mahasiswa ingin mengingatkan pejabat bahwa kebohongan dan manipulasi data tidak akan diterima dan harus ada dialog yang benar-benar transparan dan mengakomodasi suara rakyat.

"Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat," ujar perwakilan Mesa, Senin (15/6/2026).

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement