Advertisement

Kronologi Penembakan Bos Rental Mobil di Rest Area Tol Tangerang-Merak dan Alasan Polisi Menolak Mendampingi Korban

03 January 2025 15:21 WIB

thumbnail-article

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. Baktiar Joko Mujiono saat meninjau TKP penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, pada Kamis (2/1/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Tangerang .

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

RINGKASAN

Polisi bantah mengabaikan permintaan pendampingan korban.

 

Hembusan angin di Rest Area KM 45 Jalan Tol Tangerang-Merak pada Kamis dini hari (2/1/2025) menjadi saksi bisu hilangnya nyawa seorang anak manusia. Di tempat itu, seorang pengusaha rental mobil berinisial IAR (48) meregang nyawa akibat tembakan peluru tajam yang menembus dadanya.

Insiden ini bermula dari upaya IAR untuk merebut kembali mobil Honda Brio miliknya yang diduga digelapkan oleh seorang penyewa berinisial A. Mobil disewa selama tiga hari sejak 31 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Namun pada hari pertama, penyewa memutus sinyal GPS, sehingga membuat IAR khawatir mobilnya dibawa kabur.

Kronologi Penembakan

Malam itu, IAR bersama dua anaknya melacak lokasi terakhir mobil mereka yang dideteksi berada di kawasan Pandeglang. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati mobil sudah berpindah tangan. Ketegangan memuncak ketika salah satu pelaku diketahui membawa senjata api.

"Selama perjalanan kami terus kejar di daerah Anyer itu mobil sempat berhenti sekitar 15 sampai 20 menitan, kita ada inisiatif karena nggak berani untuk ambil mobil tersebut itu, karena ada senjata api," kata Rizky Agam, putra IAR kepada awak media.

Khawatir dengan keselamatan mereka, IAR dan kedua anaknya memutuskan meminta bantuan pendampingan dari Polsek Cinangka. Namun, Rizky menyebut bahwa permintaan pendampingan mereka ditolak oleh kepolisian dengan alasan kurangnya dokumen kepemilikan kendaraan.

"Akhirnya mampir ke Polsek Cinangka. Sayangnya, Polsek Cinangka kita minta pendampingan itu mereka keberatan untuk dampingi kita, minta izin ke ke Kapolsek juga keberatan," ujar Rizky.

Setelah terus mencari, akhirnya kendaraan itu ditemukan di depan sebuah minimarket di Rest Area KM 45. Berdasarkan kesaksian AM, yang juga merupakan keluarga korban, saat mobil tersebut diadang, pelaku tiba-tiba bertindak brutal. Mereka melepaskan tembakan tanpa ampun, melukai dua korban.

Sementara itu, saksi lain berinisial NN mengungkapkan bahwa sebelum tragedi berdarah itu terjadi, ia sempat melihat aksi kejar-kejaran antara mobil pelaku dan korban. Kejaran itu berakhir ketika kedua kendaraan berhenti di depan minimarket rest area.

Dari sebuah minibus hitam yang dinaiki pelaku, lima tembakan dilepaskan. Peluru-peluru itu menghantam tubuh IAR di bagian dada dan tangan kiri, membuatnya roboh tak berdaya. Sementara RM (60), rekan korban, terkena tembakan di bawah ketiak kanannya, namun berhasil selamat meski dengan luka serius.

Penjelasan Polsek Cinangka

Meninggalnya IAR dengan cepat menjalar ke media sosial. Nama Kapolsek Cinangka, AKP Asep Iwan Kurniawan dan jajaran menjadi sorotan warga maya lantaran pengakuan anak korban bahwa mereka sempat meminta bantuan ke Polsek namun diabaikan.

Dalam wawancara dengan awak media, AKP Asep dengan tegas membantah tuduhan bahwa pihaknya menolak memberikan bantuan. Menurutnya, penanganan kasus itu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan berdasarkan prosedur hukum yang berlaku.

Iwan menceritakan pada dini hari sekitar pukul 01.00, korban bersama dua orang lainnya mendatangi Mapolsek Cinangka. Mereka meminta bantuan pengawalan untuk mengambil mobil yang diduga digelapkan. Namun, di tengah permohonan tersebut, tidak ada dokumen kepemilikan kendaraan yang dapat ditunjukkan.

“Kami tidak pernah menolak. Anggota saya hanya menanyakan dokumen kepemilikan mobil, karena menurut pengakuan mereka, mobil itu milik leasing,” jelas AKP Asep.

Asep menyebut bahwa tanpa dokumen kepemilikan atau putusan pengadilan, sulit bagi pihak kepolisian untuk langsung mengambil tindakan. Bahkan, lanjutnya, anggota di Polsek sempat menawarkan untuk membuat laporan polisi sebagai dasar hukum. Namun, korban tidak kembali untuk melengkapi dokumen atau melanjutkan laporan tersebut.

Menurut AKP Asep, kehati-hatian menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.

“Kami harus bertindak berdasarkan SOP. Jika kasus ini benar terkait leasing, kami khawatir dibilang membacking debt collector. Itu sebabnya kami meminta mereka melengkapi dokumen terlebih dahulu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Asep mengaku bahwa korban tidak memberikan keterangan jelas mengenai adanya ancaman senjata api saat mendatangi Polsek Cinangka. Jika informasi tersebut disampaikan, ia mengklaim bahwa tindakan lebih serius akan diambil.

“Mereka bilang mobil itu milik leasing, tapi tidak ada dokumen. Anggota saya juga merasa bingung karena mereka tidak menunjukkan apa pun untuk mendukung klaimnya,” ujar Asep.

Polisi Buru Empat Pelaku

Pihak Kepolisian Resor Kabupaten Tangerang menyebutkan terdapat empat orang yang diduga menjadi pelaku terkait kasus penembakan terhadap pemilik rental mobil yang terjadi di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten, pada Kamis (2/1).

"Dari hasil penyelidikan sementara, terduga pelaku ada empat orang," kata Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Polisi Baktiar Joko Mujiono saat dikonfirmasi, Jumat (3/1/2025).

Baktiar menyebutkan terduga empat pelaku ini mengendarai dua mobil saat terjadinya peristiwa penembakan tersebut yang menyebabkan IA (48) tewas dan RM (60) luka berat. Sementara itu Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa menyebutkan pihaknya juga telah mengidentifikasi identitas keempat pelaku tersebut.

"Pelaku yang pasti sudah kita identifikasi, namun tidak bisa kita sampaikan ke publik, untuk jajaran yang dipimpin Bapak Kasatreskrim sedang dikejar, " katanya saat dikonfirmasi Jumat.

Dia juga menyebutkan telah memeriksa sejumlah saksi yang berjumlah tujuh orang, empat orang yang berada di TKP dan tiga orang dari keluarga pemilik rental yang ikut saat kejadian.

Kepolisian melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan di Rest Area KM 45 Tol Jakarta-Merak, Desa Pabuaran, Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten, pada Kamis sekitar pukul 04.30 WIB.

"Kami terus melakukan serangkaian penyelidikan secara komperhensif. Motifnya masih kita telusuri dan kami berkomitmen untuk segera menangkap pelaku," kata Kapolresta Tangerang, Komisaris Besar Polisi Baktiar Joko Mujiono di Jakarta, Kamis (2/1).

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Tangerang, Kompol Arif N. Yusuf menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika saksi berinisial NN melihat beberapa mobil saling berkejaran dan berhenti di Rest Area KM 45.

"Dari salah satu mobil minibus berwarna hitam, pelaku diduga menembakkan lima kali peluru, yang mengenai dua korban, IA (48) di bagian dada dan tangan kiri serta RM (60) di bawah ketiak kanan," katanya.

Polisi Periksa CCTV dan Peluru

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang, Polda Banten, kini telah mengantongi identitas terduga pelaku penembakan di Rest Area KM45, Tol Tangerang-Merak (2/1), yang menewaskan satu orang dari dua korban.

"Untuk ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi dari hasil pemeriksaan CCTV, dan kita mengidentifikasi lebih lanjut," kata Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Purba di Tangerang, Jumat.

Ia menyebutkan, tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) kini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku penembakan.

Rangkaian penyelidikan yang dilakukan Polisi, melalui identifikasi terhadap rekaman kamera pengintai atau CCTV yang ada di tempat kejadian perkara (TKP).

"Ada beberapa yang sudah dikantongi, keterangan dari Kasat Reskrim belum bisa kita sampaikan, yang pasti petugas sedang di lapangan untuk proses penangkapan," paparnya.

Sejauh ini, kata Purba, tim penyidik Polresta Tangerang sudah mendapatkan beberapa petunjuk termasuk barang bukti yang didapat dari TKP, diantaranya seperti mobil dan selongsong peluru sebagai digunakan pelaku untuk melukai korbannya.

Kendati demikian, dengan petunjuk itu pihaknya kini sedang melakukan uji balistik peluruh yang digunakan pelaku tersebut.

"Uji balistik sudah, dan diduga senjata api itu jenis pistol, bukan air soft gun," terangnya.

Selain itu, untuk mempermudah proses penyelidikan dan penangkapan, Polisi juga telah memeriksa serta mendapatkan beberapa keterangan dari saksi pada saat kejadian penembakan itu.

Sumber: Antara

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement