Advertisement

Kronologi Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Berawal dari Pesan WhatsApp

13 July 2026 15:45 WIB

thumbnail-article

Isi pesan teror bom yang dikirimkan peneror kepada guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri..

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Pada pagi hari Senin, 13 Juli 2026, suasana di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tengah berlangsung masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Tepat sekitar pukul 06.28 WIB, beberapa guru dan staf Tata Usaha (TU) di sekolah tersebut menerima pesan ancaman melalui aplikasi WhatsApp.

Pesan tersebut dikirim dalam huruf kapital sebanyak dua kali, berisi ancaman akan meledakkan bom di sekolah dan sebanyak sebelas titik lainnya.

"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut.

Kurang lebih sepuluh menit setelah pesan pertama, pengirim pesan mencoba menghubungi via telepon namun tidak diangkat oleh guru yang menerima pesan.

Sekitar satu jam kemudian, pengirim kembali mengirim pesan tambahan yang menyatakan bahwa dirinya sedang mengawasi sekolah dan menegaskan kembali permintaan agar tidak melapor ke pihak berwajib.

Setelah pesan itu dibaca, pihak sekolah langsung melaporkan kepada pihak kepolisian.

Tindakan Kepolisian dan Tim Penanggulangan

Pihak kepolisian Polsek Jagakarsa Nurma Dewi magatakan Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, langsung bergerak cepat melakukan penyisiran di seluruh area SDN Srengseng Sawah 15.

Setelah menerima laporan pada pukul 07.30 WIB, mereka segera memeriksa lokasi yang dimaksud untuk memastikan tidak ada bahan peledak atau indikasi teror lain yang membahayakan.

"Laporannya 07.30 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru liat WA-nya kita langsung datang semuanya camat lurah. Itu di-WA dijapri guru kelas satu sama TU," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Nurma nembahkan para guru dan siswa telah dievakuasi ke luar bangunan sekolah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan infromasi terbaru, Nurma mengatakan sejauh ini tim gegana belum menemukan ada bahan peledak di sekolah itu. Meskipun demikian, penyisiran lebih seksama tetap dilakukan petugas.

"Ini sudah dicek gegana dan Densus 88. Nihil tapi masih disisir, lagi disisir," kata Nurma.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement