Kucing Ternyata Tahu Saat Diajak Bicara Pemiliknya

25 Oktober 2022 11:15

Narasi TV

Kucing/ Reuters

Penulis: Ani Mardatila

Editor: Akbar Wijaya

Kucing menjadi hewan peliharaan favorit banyak orang. Jika kamu satu di antaranya, mungkin kamu pernah menyapa dan mengajak ngobrol kucingmu. Bagaimana reaksi mereka?

Jika kamu dicuekin itu belum tentu berarti mereka tak mengerti apa yang sedang kamu sampaikan.

Dalam serangkaian eksperimen terhadap 16 kucing rumahan, para peneliti menemukan bahwa kucing bisa membedakan cara berbahasa pemiliknya ditujukan kepada siapa.

Kucing yang diajak bicara dengan cara "khas" akan bereaksi dengan bermacam cara: diam, menggerakkan ekor, mengedipkan mata, atau mengedutkan telinga.

Sebaliknya, jika pemilik berbicara dengan cara manusia para kucing bisa merasakan bahwa ucapan itu tidak ditujukan untuk mereka.

"Eksperimen ini merupakan yang pertama dalam hal mengeksplorasi bagaimana kucing merespons ucapan yang diarahkan ke kucing dengan ucapan yang diarahkan ke manusia," tulis Carly Cassela dalam Sciencealert mengutip penelitian di Animal Cognition.

Mirip dengan anjing, peneliti menemukan kucing dapat membedakan antara ucapan yang ditujukan pada manusia dan ucapan yang secara khusus ditujukan kepada mereka.

Namun penting digarisbawahi kemampuan ini hanya berlaku khusus kepada pemilik.

“Apa yang kami temukan adalah bahwa kucing dapat membedakan antara ucapan yang secara khusus ditujukan hanya kepada mereka oleh pemiliknya dibanding ucapan sama ke mereka yang ditujukan kepada manusia lain,” kata Charlotte de Mouzon pada Senin (24/10/2022), penulis utama penelitian dikutip Gizmodo.

Temuan menunjukkan kucing rumah dewasa yang tidak terbiasa dengan orang asing hanya belajar untuk menguraikan nuansa ucapan pemiliknya.

Kedekatan hubungan kucing-manusia, dengan kata lain, mungkin didasarkan pada pengalaman ketimbang preferensi bawaan suara manusia.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Para peneliti membuat tiga skenario dalam penelitian ini. Semuanya melibatkan kucing yang mendengarkan suara yang sudah direkam sebelumnya dari pemiliknya atau wanita asing. 

Untuk menetapkan dasar akurat dalam membaca reaksi mereka, kucing mendengarkan tiga rekaman suara yang identik, kemudian suara yang berbeda atau perubahan nada untuk rekaman keempat, lalu kembali ke rekaman awal untuk yang kelima. 

Jika perilaku kucing berubah saat merespons rekaman keempat dan berubah kembali saat merespons rekaman kelima, itu menunjukkan bahwa kucing dapat membedakan suara-suara.

Dalam skenario pertama, kucing mendengarkan suara pra-rekaman orang asing memanggil mereka dengan nama mereka, lalu suara pemiliknya, lalu kembali ke suara orang asing itu. 

Sepuluh dari 16 kucing mengalami peningkatan perilaku yang nyata seperti menggerakkan telinga mereka ke arah suara, pupil melebar, atau sekadar bergerak secara umum ketika mereka mendengar suara pemiliknya, perilaku tersebut berkurang ketika suara orang asing kembali diperdengarkan.

Dalam skenario kedua, kucing mendengarkan pemiliknya mengucapkan kalimat yang ditujukan kepada manusia lain, lalu satu rekaman di mana pemiliknya berbicara dengan jelas kepada mereka. 

Dan yang ketiga, mereka mendengarkan orang asing melakukan hal yang sama. Ketika kucing mendengar pemiliknya menggunakan "cat talk", tim melihat perubahan perilaku pada 10 dari 16 kucing (10 ini termasuk delapan kucing yang bereaksi jelas dalam percobaan pertama). 

Tetapi intensitas perilaku kucing tetap sama ketika mereka mendengar suara dari orang asing, bahkan setelah orang asing beralih ke "cat talk".

“Ini bukti lebih lanjut yang menunjukkan bahwa ada keterikatan antara kucing dan manusia. Dan saya pikir itu penting untuk diingat, karena selama beberapa dekade, kita telah berpikir bahwa kucing adalah makhluk yang sangat mandiri, bahwa mereka hanya menginginkan makanan dan tempat tinggal, dan bahwa mereka tidak peduli dengan manusia,” kata de Mouzon. 

“Fakta bahwa mereka menunjukkan reaksi khusus terhadap cara khusus kita berbicara dengan mereka artinya, menurut saya, kita adalah sesuatu yang lebih dari sekadar penyedia makanan di dunia mereka.”

ARTIKEL TERKAIT

TEKS

Cerita Afung Diminta AKP Irfan Widyanto Ganti DVR CCTV Pos Keamanan Duren Tiga

TEKS

Mahfud MD Larang Politik Identitas Tapi Bolehkan Identitas Politik, Maksudnya?

TEKS

Kondisi Bokir Bandar Narkoba yang Berhasil Kabur dari Lapas Cipinang Hanya Berbekal Sarung

TEKS

Pandemi dan Biang Keladi Ambruknya Kepatuhan Hukum di Berbagai Negara

TEKS

Ratusan Ribu Pekerja Kesehatan Inggris Mogok Kerja Tuntut Kenaikan Gaji

TEKS

Toko-Toko Buku Kian Menghilang di Jepang, Bagaimana yang Tersisa Bertahan?

VIDEO TERKAIT

02:51

Sosok Calon Panglima TNI Yudo Margono yang Bakal Gantikan Andika Perkasa

02:42

Mahfud MD: Batal SP3, Proses Hukum Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM Dilanjutkan

04:39

Jokowi Cemas Indonesia akan Kena Krisis Energi dan Lahirlah Aturan Ini

04:07

Donald Trump Nyapres Lagi, Gimana Peluangnya?

01:42

140 Lebih Anak Diduga Tewas karena Keracunan Obat, Pakar: Gimana Pengawasan BPOM?

01:20

Laporan Polisi Bocor, Ratu Kripto Buronan FBI Kabur Bawa Rp60 Triliun

02:33

PRT Cianjur Disiksa, Disiram Air Cabai & Ditelanjangi Majikan. Pelaku Diduga ASN

01:32

Korea Selatan dalam Masa Berkabung Imbas 151 Orang Tewas dalam Insiden Halloween

03:49

Kenapa Riuh Rendah Tahun Politik Tiba Lebih Awal?

05:32

Gagal Ginjal Akut Anak, "Asha, Kalau Asha Mau sama Mama, Asha Sehat"

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya