Tanpa terasa tahun 2024 tinggal beberapa bulan lagi. Biasanya di penghujung tahun ada lagu yang sering diputar, salah satunya lagu Back to December yang dipopulerkan oleh Taylor Swift.
Lagu yang sudah berusia 14 tahun, dirilis tahun 2010 silam, lagu Back to December masih enak untuk didengarkan sampai sekarang. Bahkan sudah menjadi salah satu lagu wajib untuk diputar di akhir tahun
Makna lagu Back to December
Lirik lagunya yang begitu jujur dan menggambarkan secara gamblang penyesalan yang dirasakan oleh Taylor Swift karena telah memutuskan untuk meninggalkan seseorang yang benar-benar mencintainya.
Rasa penyesalan tersirat jelas di setiap pilihan diksi dalam lirik ini. Perasaan menyesal dan keinginan untuk kembali ke masa indah agar bisa mengulang akhir yang berbeda akan cinta kedua orang di lirik itu begitu kentara dan diperlihatkan jelas.
Beberapa pihak berspekulasi jika lagu ini diciptakan Taylor Swift untuk mantan kekasihnya Taylor Lautner. Seperti yang diketahui, hubungan mereka berakhir pada bulan Desember tahun 2009 lalu.
Lirik lagu Back to December
I’m so glad you made time to see me.
Aku sangat senang kau meluangkan waktu untuk menemuiku.
How’s life? Tell me how’s your family?
Bagaimana kabarmu? Katakan padaku bagaimana kabar keluarga Anda?
I haven’t seen them in a while.
Sudah cukup lama aku tak menemui mereka
You’ve been good, busier than ever,
Kamu sudah membaik, lebih sibuk dari sebelumnya,
We small talk, work and the weather,
Kita berbincang tentang kerjaan dan cuaca,
Your guard is up and I know why.
Kamu terlihat menjaga jarak dan saya tahu mengapa.
’cause the last time you saw me
Karena terakhir kali kau melihatku
Is still burned in the back of your mind
Masih membekas jelas di ingatanmu
You gave me roses and I left them there to die.
Ketika kau memberiku seikat mawar dan kubiarkan mereka layu begitu saja.
So this is me swallowing my pride
Jadi ini aku menelan harga diriku
Standing in front of you saying, “I’m sorry for that night”,
Berdiri di depanmu dan berkata, “Aku minta maaf untuk malam itu”,
And I go back to December all the time.
Dan aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember.
It turns out freedom ain’t nothing but missing you.
Ternyata kebebasan tak berarti jika merindukanmu.
Wishing that I realized what I had when you were mine.
Berharap aku menyadari apa yang kumiliki saat kau menjadi milikku.
I’d go back to December, turn around and make it all right
Aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember, memutar waktu kembali dan memperbaiki semuanya
I go back to December all the time.
aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember setiap saat.
These days I haven’t been sleeping
Akhir-akhir ini aku tak bisa tidur
Staying up playing back myself leavin’
terjaga membayangkan kepergianmu
When your birthday passed and I didn’t call.
Hari ulang tahunmu berlalu dan aku bahkan tidak meneleponmu.
And I think about summer, all the beautiful times,
Dan ingatan musim panas mampir ke benakku, tentang semua momen indahnya,
I watched you laughing from the passenger side.
Aku melihatmu tertawa dari sisi penumpang.
Realized that I loved you in the fall
Dan aku sadar kalau aku telah jatuh cinta padamu di musim selanjutnya
Then the cold came, the dark days when fear crept into my mind
Lalu musim dingin pun datang, trauma tergelapku hadir dan rasa takut merasuki kepalaku saat itu
You gave me all your love and all I gave you was “Goodbye”
Yang kau berikan padaku adalah cinta yang tulus dan aku membalasnya dengan meninggalkanmu
So this is me swallowing my pride
Jadi ini aku menelan harga diriku
Standing in front of you saying, “I’m sorry for that night”,
Berdiri di depanmu dan berkata, “Aku minta maaf untuk malam itu”,
And I go back to December all the time.
Dan aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember.
It turns out freedom ain’t nothing but missing you.
Ternyata kebebasan tak berarti jika merindukanmu.
Wishing that I realized what I had when you were mine.
Berharap aku menyadari apa yang kumiliki saat kau menjadi milikku.
I’d go back to December, turn around and make it all right
Aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember, memutar waktu kembali dan memperbaiki semuanya
I go back to December all the time.
aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember setiap saat.
I miss your tanned skin, your sweet smile, so good to me, so right
Aku merindukan kulit kecokelatanmu, senyum manismu, semua membuatku mabuk kepayang
And how you held me in your arms that September night
Dan bagaimana kau mendekapku dalam pelukanmu pada malam di bulan September itu
The first time you ever saw me cry
Pertama kali kau melihatku menangis
Maybe this is wishful thinking,
Mungkin ini hanya harapan,
Probably mindless dreaming,
Mungkin mimpi di siang bolong,
If we loved again I swear I’d love you right…
Jika kita saling mencintai lagi aku bersumpah akan melakukannya dengan seharusnya
I’d go back in time and change it but I can’t.
Aku ingin kembali dan mengubah semuanya tapi aku tidak bisa.
So if the chain is on your door I understand.
Jadi, jika kau menutup rapat pintu hatimu aku mengerti.
So this is me swallowing my pride
Jadi ini aku menelan harga diriku
Standing in front of you saying, “I’m sorry for that night”,
Berdiri di depanmu dan berkata, “Aku minta maaf untuk malam itu”,
And I go back to December all the time.
Dan aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember.
It turns out freedom ain’t nothing but missing you.
Ternyata kebebasan tak berarti jika merindukanmu.
Wishing that I realized what I had when you were mine.
Berharap aku menyadari apa yang kumiliki saat kau menjadi milikku.
I’d go back to December, turn around and make it all right
Aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember, memutar waktu kembali dan memperbaiki semuanya
I’d go back to December, turn around and change my own mind
Aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember, ingin kembali dan mengubah keputusanku
I go back to December all the time.
aku menyesali apa yang kuputuskan pada bulan Desember setiap saat
All the time
Setiap saat.
