Lagu “Berakhir di Aku” yang dinyanyikan oleh Brigitta Sriulina Meliala alias Idgitaf menjadi soundtrack film Home Sweet Loan. Lagu yang dirilis pada 12 September 2024 ini sempat masuk dalam trending musik di YouTube. Berikut lirik dan makna lagu “Berakhir di Aku” Idgitaf.
“Berakhir di Aku” adalah lagu terbaru yang dinyanyikan oleh Idgitaf. Lagu tersebut menjadi soundtrack dari film Home Sweet Loan yang tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 26 September 2024.
Singkatnya, film Home Sweet Loan bercerita tentang anak bungsu perempuan bernama Kaluna (Yunita Siregar). Ia tinggal bersama orang tua dan keluarga kecil kakak-kakaknya. Sebagai pekerja kantoran, ia mendambakan rumah impian. Hal ini dikarenakan kondisi rumahnya yang ramai sehingga membuat Kaluna terganggu dan tidak nyaman.
Kaluna bekerja keras menabung dan hidup sederhana demi mendapatkan rumah. Sayangnya, sebagai sandwich generation, Kaluna tetap harus menghidupi keluarga besar dengan penghasilan yang minim. Hal ini menempatkan Kaluna pada pilihan antara keluarga atau cita-cita yang ingin diwujudkan.
Kisah Kaluna tersebut kemudian digambarkan dalam lagu berjudul “Berakhir di Aku”. Menurut Idgitaf, Home Sweet Loan sangat selaras dengan visinya sehingga ia tertarik mengisi soundtrack film tersebut.
Makna lagu “Berakhir di Aku” Idgitaf
Lagu “Berakhir di Aku” adalah cerminan mendalam dari kehidupan seorang sandwich generation. Ia harus menghidupi keluarganya meski dengan gaji yang minim. Tantangan ini yang dirasakan Kaluna dalam film Home Sweet Loan, juga oleh para sandwich generation di dunia nyata.
Berbagai pengalaman kompleks selalu dirasakan anak-anak dalam keluarga. Mulai dari tekanan menjadi generasi yang merawat orang tua, hingga menjadi korban trauma masa lalu. Hal ini terungkap dalam penggalan liriknya: “Ku sudah tidak nyaman lagi, bermimpi pun tahu diri. Apa sebaiknya pergi?”.
Baca Juga:Lirik dan Makna Lagu “Di Ambang Karam”-Amigdala: Ketidakjelasan Hubungan yang Berakhir Perpisahan
Sandwich generation seolah tidak memiliki tempat untuk bersandar. Sementara keadaan menuntutnya untuk terus menjadi sandaran bagi orang lain. Wajar jika ia bertanya-tanya dalam penggalan lirik: “Jika semua bersandar padaku, lalu aku bersandar ke mana?”.
“Berakhir di Aku” memvalidasi perasaan setiap orang yang menjadi sandwich generation. Lagu ini sekaligus menuliskan harapan agar segala beban itu segera berakhir sehingga tidak ada lagi orang lain yang mengalami hal serupa.
Lirik “Berakhir di Aku” Idgitaf
Ditekan dari segala sisi
Seringkali hilang arti
Aku hidup untuk siapa?
Ku sudah tidak nyaman lagi
Bermimpi pun tahu diri
Apa sebaiknya pergi?
Jika semua bersandar padaku
Lalu aku bersandar ke mana?
[Chorus]
Mengalah walau bukan aku yang salah
Membisu saat semua sibuk beradu
Walau tak rela pun ku bantu
Berdoa ini semua berakhir di aku
Setiap hari ku mengais
Harta yang tak kumiliki
Apa yang aku miliki?
Jika semua bersandar padaku
Lalu aku bersandar ke mana?
[Chorus]
Mengalah walau bukan aku yang salah
Membisu saat semua sibuk beradu
Walau tak rela pun ku bantu
Berdoa ini semua berakhir di aku
Berakhir di aku
Berakhir di aku
Berakhir di aku
Berakhir di aku
Berakhir di aku
Walau tak rela pun ku bantu
Berdoa ini semua berakhir di aku
