Advertisement

Lirik dan Makna Lagu “Berakhir di Aku” Idgitaf, Ungkapan Hati Para Sandwich Generation

13 October 2024 11:00 WIB

thumbnail-article

Artwork single "Berakhir di Aku" yang dinyanyikan Idgitaf. (Sumber: Spotify) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Lagu “Berakhir di Aku” yang dinyanyikan oleh Brigitta Sriulina Meliala alias Idgitaf menjadi soundtrack film Home Sweet Loan. Lagu yang dirilis pada 12 September 2024 ini sempat masuk dalam trending musik di YouTube. Berikut lirik dan makna lagu “Berakhir di Aku” Idgitaf.

“Berakhir di Aku” adalah lagu terbaru yang dinyanyikan oleh Idgitaf. Lagu tersebut menjadi soundtrack dari film Home Sweet Loan yang tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 26 September 2024.

Singkatnya, film Home Sweet Loan bercerita tentang anak bungsu perempuan bernama Kaluna (Yunita Siregar). Ia tinggal bersama orang tua dan keluarga kecil kakak-kakaknya. Sebagai pekerja kantoran, ia mendambakan rumah impian. Hal ini dikarenakan kondisi rumahnya yang ramai sehingga membuat Kaluna terganggu dan tidak nyaman.

Kaluna bekerja keras menabung dan hidup sederhana demi mendapatkan rumah. Sayangnya, sebagai sandwich generation, Kaluna tetap harus menghidupi keluarga besar dengan penghasilan yang minim. Hal ini menempatkan Kaluna pada pilihan antara keluarga atau cita-cita yang ingin diwujudkan.

Kisah Kaluna tersebut kemudian digambarkan dalam lagu berjudul “Berakhir di Aku”. Menurut Idgitaf, Home Sweet Loan sangat selaras dengan visinya sehingga ia tertarik mengisi soundtrack film tersebut.

Makna lagu “Berakhir di Aku” Idgitaf

Lagu “Berakhir di Aku” adalah cerminan mendalam dari kehidupan seorang sandwich generation. Ia harus menghidupi keluarganya meski dengan gaji yang minim. Tantangan ini yang dirasakan Kaluna dalam film Home Sweet Loan, juga oleh para sandwich generation di dunia nyata.

Berbagai pengalaman kompleks selalu dirasakan anak-anak dalam keluarga. Mulai dari tekanan menjadi generasi yang merawat orang tua, hingga menjadi korban trauma masa lalu. Hal ini terungkap dalam penggalan liriknya: “Ku sudah tidak nyaman lagi, bermimpi pun tahu diri. Apa sebaiknya pergi?”.

Sandwich generation seolah tidak memiliki tempat untuk bersandar. Sementara keadaan menuntutnya untuk terus menjadi sandaran bagi orang lain. Wajar jika ia bertanya-tanya dalam penggalan lirik: “Jika semua bersandar padaku, lalu aku bersandar ke mana?”.

“Berakhir di Aku” memvalidasi perasaan setiap orang yang menjadi sandwich generation. Lagu ini sekaligus menuliskan harapan agar segala beban itu segera berakhir sehingga tidak ada lagi orang lain yang mengalami hal serupa.

Lirik “Berakhir di Aku” Idgitaf

Ditekan dari segala sisi

Seringkali hilang arti

Aku hidup untuk siapa?

 

Ku sudah tidak nyaman lagi

Bermimpi pun tahu diri 

Apa sebaiknya pergi?

 

Jika semua bersandar padaku

Lalu aku bersandar ke mana?

 

[Chorus]

 

Mengalah walau bukan aku yang salah

Membisu saat semua sibuk beradu

Walau tak rela pun ku bantu

Berdoa ini semua berakhir di aku

 

Setiap hari ku mengais

Harta yang tak kumiliki

Apa yang aku miliki?

 

Jika semua bersandar padaku

Lalu aku bersandar ke mana?

 

[Chorus]

 

Mengalah walau bukan aku yang salah

Membisu saat semua sibuk beradu

Walau tak rela pun ku bantu

Berdoa ini semua berakhir di aku

 

Berakhir di aku

Berakhir di aku

Berakhir di aku

 

Berakhir di aku

Berakhir di aku

 

Walau tak rela pun ku bantu

Berdoa ini semua berakhir di aku

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement