Lagu “Cinta Terakhir” merupakan salah satu hits dari musisi besar Indonesia, Ari Lasso. Lagu ini memiliki lirik yang berkisah tentang lika-liku menjadi cinta yang sejati.
Sebagai mantan vokalis Dewa 19, Ari Lasso adalah salah satu musisi yang paling dihormati di kancah musik Indonesia. Sejumlah karyanya telah menjadi hits yang digemari banyak orang.
Tak terkecuali “Cinta Terakhir” yang merupakan track nomor dua dalam album Selalu Ada (2006). Dalam album tersebut, lagu “Cinta Terakhir” berada setelah “Perjalanan Panjang” dan diikuti dengan “Tolonglah Aku”, “Seandainya”, “Tuhan Kau Tahu”, “Berakhir Indah”, “Belahan Jiwa”, “Kau”, “Sampai Kapan”, dan “Lirih”.
Makna lagu “Cinta Terakhir” Ari Lasso
Lagu “Cinta Terakhir” dari Ari Lasso memiliki makna tentang perjalanan panjang yang penuh tantangan dalam mencari cinta sejati.
Oleh Ari Lasso, perjuangan ini diibaratkan seperti menyelami ke dalam samudra dan menjelajahi ketinggian langit.
Melalui lirik dalam lagu ini, Ari Lasso mencoba menggambarkan cinta yang sangat indah.
“Cinta Terakhir” juga menyiratkan makna tentang akhir dari penantian panjang dan kebahagiaan yang ditemukan menuju cinta sejati.
Lirik lagu “Cinta Terakhir” Ari Lasso
Sedalam samudera telah aku selami
Setinggi langit diangkasa tlah ku arungi
Sepanjang kehidupanku aku mencari
Sebentuk kelembutan hati cinta sejati
Oh kini usai sudah segala penantian panjangku
Setelah temukan dirimu duhai kekasihku
Hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
Karna kaulah cinta terakhirku
Berjuta kejora terangi gelap malamku
Tetap tak seindah cahaya mata hatimu
Oh kini usai sudah segala penantian panjangku
Setelah temukan dirimu duhai kekasihku
Hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
Karna kaulah cinta terakhirku
Kini usai sudah segala penantian panjangku
Setelah temukan dirimu duhai kekasihku
Hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
Karna kaulah cinta terakhirku
Usai sudah segala penantian panjangku
Setelah temukan dirimu duhai kekasihku
Hanya dihatimu akan kulabuhkan hidupku
Karna kaulah cinta terakhirku
