Advertisement

Lirik dan Makna Lagu ‘Gemuruh Riuh’ - Mighfar Suganda

29 October 2024 09:35 WIB

thumbnail-article

Video musik "Gemuruh Riuh" dari Mighfar Suganda. Sumber: YouTube Mighfar Suganda. .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Margareth Ratih. F

Lagu “Gemuruh Riuh” sempat viral di media sosial, khususnya TikTok, usai dirilis pada awal tahun 2024. 

Lagu ini merupakan pembuka dari album Mighfar Suganda berjudul Gemuruh Riuh, sekaligus menjadi satu-satunya lagu berbahasa Indonesia dalam album tersebut. 

Hanya dalam waktu beberapa hari sejak dirilis, lagu “Gemuruh Riuh” telah digunakan oleh ratusan orang di TikTok dan didengarkan oleh puluhan ribu orang di Spotify. 

Menurut Mighfar, pembuatan lagu “Gemuruh Riuh” berawal dari permintaan seorang selebgram dan seleb TikTok bernama Denok Ayu. Ia meminta Mighfar untuk membuatkannya lagu berdasarkan kisah dan keresahannya. 

Mighfar menerima permintaan ini dan menganggapnya tantangan. Sebagai seorang penulis lagu, ia menempatkan dirinya di dalam sepatu orang lain dan bercerita dari sudut pandang orang tersebut.

Jika menilik lirik pembukanya, orang mungkin akan berpikir bahwa “Gemuruh Riuh” adalah lagu tentang patah hati. Namun, apabila ditelisik lebih jauh, jelas bahwasannya lagu ini bercerita tentang konflik keluarga. 

Lebih tepatnya, “Gemuruh Riuh” merupakan curhatan kalut dari seseorang yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan saudaranya sendiri. 

Meski tinggal di bawah satu atap yang sama, ia dan saudaranya punya nasib yang sangat berbeda. Demikian pula perlakuan yang didapatkan oleh keduanya, sungguh bertolak belakang bagaikan dua poros kutub. 

Pada akhirnya, hubungan sedarah pun tak lantas membuat keduanya jadi dekat. Malahan, mereka bak dua orang asing yang tak pernah mengenal satu sama lain, seolah mereka tak berasal dari rahim yang sama. 

Lirik “Gemuruh Riuh” - Mighfar Suganda

Gemuruh riuh dari tuturmu

Menusuk jantungku

Dalam benakku selalu

 

Ratusan hari lama namaku

Tak pernah lagi kau sebut

Andai kulihat kilat

Gemuruh seisi rumah

Tanpa kusempat bertanya mengapa?

 

Telapak tangan tak pernah

Berjabat dengan dirimu

Bola mata tak pernah

Lagi saling menatap

 

Kita dekat tapi jauh

Kita kenal tapi asing

 

Rintik hujan menggelitik

Pelan merembes kamarku

Dingin lembab menemani

Ku menangis malam ini

 

Sedang kamarmu hangat

Perapian dan selimut

Lekat merangkulmu

Sekian lama

 

Serumah tapi tak searah

Sedarah

 

Keras tingkahmu tuturmu

Gemuruh riuh dari tuturmu

Menusuk jantungku

Dalam benakku selalu

 

Ratusan hari lama namaku

Tak pernah lagi kau sebut

Andai kulihat kilat

Gemuruh seisi rumah

Tanpa kusempat bertanya mengapa?

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement