Penyanyi Meiska belum lama ini merilis lagu berjudul “Keras Kepala”. Lagu ini menjadi audio yang viral di TikTok dan menempati trending urutan ke-25 di YouTube untuk kategori musik per hari ini (5/8/2024).
Lirik lagu “Keras Kepala” yang menyuarakan kepedihan mendalam atas cinta tak berbalas membuatnya disukai oleh banyak orang. Apalagi, memang cukup banyak penggemar lagu-lagu balada semacam ini di Indonesia.
Lagu ini bercerita tentang mencintai seseorang yang salah, yang tidak akan pernah memberikan rasa cinta yang sama.
Jauh di lubuk hatinya, sang penyanyi menyadari bahwa perasaannya memang bertepuk sebelah tangan. Di sisi lain, pujaan hatinya juga sudah memberikan kode bahwa mereka tidak bisa terus bersama-sama.
Namun, sekeras apa pun ia mencoba, sang penyanyi tak pernah bisa menghapus rasa cintanya. Hal ini membuatnya terjebak dalam patah hati yang begitu dalam.
Sungguh menyakitkan, ya? Apakah kamu merasa relate?
Lirik lagu “Keras Kepala” - Meiska
Mengapa terulang lagi kisah yang sama?
Jatuh di salah yang sama
S'lalu jatuh cinta padanya yang tak cinta
Namun, mengapa kupaksa?
Apa ini cinta atau hanya sekedar bayang?
Apa rasa ini hanya sementara saja?
Ku harus sadar diri, tak harusnya begini
Masih keras kepala aku mencintai
Saat kau t'lah bilang kita tak akan panjang
Harusnya dari dulu ku hilang (kerasnya kepalaku)
Ku pernah menjadi yang paling jatuh hati
Tak pantaskah ku dicintai? (Apa ini cinta?)
Apa ini cinta atau hanya sekedar bayang?
Apa rasa ini hanya sementara saja?
Ku harus sadar diri, tak harusnya begini
Masih keras kepala aku mencintai
Saat kau t'lah bilang kita tak akan panjang
Harusnya dari dulu ku hilang, wo-wo-woh
Aku pernah menjadi yang paling keras jatuh hati
Perjuangkan cinta tanpa henti
Namun, tak semua yang kuingini
Bisa kumiliki meski patah hati
Ku harus sadar diri, tak harusnya begini
Masih keras kepala aku mencintai
Saat kau t'lah bilang kita tak akan panjang
Harusnya dari dulu ku menghilang
Ku hilang, menghilang
Keras kepala (masih ku mencintai)
(Rasa harusnya semua pergi saat kau t'lah bilang)
Saat kau t'lah bilang kita takkan panjang
Harusnya dari dulu ku hilang
Mestinya dari dulu kaubilang.
