“Kita Kubur Sampai Mati” merupakan track keempat dalam album milik penyanyi Bernadya, Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan yang dirilis pada 24 Juni 2024.
Lagu ini ditulis sendiri oleh Bernadya bersama dengan Rendy Pandugo yang sekaligus berperan sebagai produser.
Seperti lagu-lagu lainnya dalam album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan, “Kita Kubur Sampai Mati” mengangkat tema kegagalan dalam hubungan yang meninggalkan perasaan getir.
Menilik liriknya, “Kita Kubur Sampai Mati” bercerita tentang detik-detik kandasnya sebuah hubungan.
Sebenarnya, ia masih ingin mempertahankan hubungan tersebut, tetapi pasangannya tidak menunjukkan niat yang sama.
Pasangannya itu justru hanya terdiam saat keduanya tengah dalam perjalanan pulang dari sebuah tempat. Pada satu titik, akhirnya, kata berpisah terlontar dari mulut sang kekasih.
Awalnya, ia tak mau percaya dengan apa yang telah didengarnya. Namun, ia akhirnya pasrah dan menerima fakta bahwa sang kekasih memang sudah tidak mencintainya, dan hubungan itu pun memang harus berakhir.
Lirik “Kita Kubur Sampai Mati” - Bernadya
Baca Juga:Lirik dan Makna Lagu “Kata Mereka Ini Berlebihan” - Bernadya: Mencintai dengan Menjadi Orang Lain
Hening
Sepanjang perjalanan pulang
Habis
Sudah ku curahkan semua
Hari-hari sebelumnya
Kamu masih tetap diam
Seperti aku yang gila
Memaksamu tuk bicara
Hening
Sepanjang perjalanan pulang
Lelah
Memintamu tetap tinggal
Berharap ku salah dengar
Berharap kau salah ucap
Keputusan sudah bulat
Jadi aku bisa apa
Saat cinta sudah habis
Sisa janji-janji manis
Yang tak akan ditepati
Kita kubur sampai mati
Hening
Sepanjang perjalanan pulang
Entah
Lebih dingin mana hatimu atau penyejuk udara
Bising
Semua berlalu-lalang
Berantakan di kepala
Berbagai macam suara
Tapi aku bisa apa
Saat cinta sudah habis
Sisa janji-janji manis
Yang tak akan ditepati
Kita kubur sampai mati
Harga diri yang terkikis
Terbuang untuk mengemis
Rasa yang takkan kembali
Kita kubur sampai mati
Saat cinta sudah habis
Sisa janji-janji manis
Yang tak akan ditepati
Kita kubur sampai mati
Harga diri yang terkikis
Terbuang untuk mengemis
Rasa yang takkan kembali
Kita kubur sampai mati
