Advertisement

Lirik dan Makna Lagu “Niscaya” Bilal Indrajaya: Ungkapan Rasa Cinta untuk Sang Pujaan Hati

05 June 2024 00:30 WIB

thumbnail-article

Bilal Indrajaya (ANTARA/HO) .

Penulis: Tasya Salsabilla Dirgantari

Editor: Indra Dwi

Lagu "Niscaya" yang dinyanyikan oleh Bilal Indrajaya belakangan ini tengah viral dan mencuri perhatian banyak pendengar musik. Tidak hanya lagunya yang easy listening, liriknya juga memiliki makna mendalam yang bisa dirasakan oleh para pasangan yang sedang dimabuk asmara. Tercatat hingga hari ini, lagu “Niscaya” sudah didengarkan sebanyak 16 juta kali di Spotify.

Bilal sendiri telah memulai karirnya sebagai penyanyi dan penulis lagu sejak tahun 2018. Meskipun baru viral, sebenarnya lagu “Niscaya” telah dirilis pada tahun 2021 dan masuk ke dalam album “Nelangsa Pasar Turi” yang dirilis pada tahun 2023. Selain ditulis oleh Bilal, lagu ini juga ditulis dan diproduseri oleh Laleilmanino.

Makna Lagu “Niscaya” Bilal Indrajaya

Lagu ini mengusung tema kesetiaan dan keyakinan akan cinta sejati. Makna dari lagu ini sebenarnya mengisahkan tentang perjalanan cinta sepasang kekasih yang telah melewati berbagai rintangan bersama, baik suka maupun duka. Selain itu, lagu ini juga mengungkapkan rasa cinta yang begitu besar kepada sang kekasih, hingga diibaratkan seperti keindahan bintang di langit.

Pada bagian lirik “Tak berdaya, bila harus meninggalkanmu selalu. Selalu, selagi merindu” memiliki makna bahwa ada perasaan cemas yang dirasakan apabila harus pergi berpisah dengan sang kekasih meskipun hanya sebentar, karena selalu ada rasa rindu di dalam hati.

Lirik Lagu “Niscaya” Bilal Indrajaya

 

Semua takkan musnah

Telanjur abadi

Semua yang telah lalu

Takkan menggontai pilu

 

Semua tak terlupa

Telah terukir nyata

Takkan pernah tergumam

'Tuk menepis bayangmu

 

Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu

Selalu, selagi merindu

Tak senada nirmalamu seraya binar murungmu

Selalu, selagi merindu

Selalu

 

Merindu

 

Semua takkan musnah

Telanjur abadi

Takkan pernah tergumam

'Tuk menepis bayangmu

 

Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu

Selalu, selagi merindu

 

Tak senada nirmalamu seraya binar murungmu

Selalu, selagi merindu

Selalu merindu

Selalu, bila harus jujur

 

Selalu merindu

Selalu, bila harus jujur

Oh, sadarkah diriku tak mudah

Memaksa hati untuk mencinta

 

Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu

Selalu, selagi merindu



Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu

Selalu, selagi merindu

Tak senada nirmalamu seraya binar murungmu

Selalu, selagi merindu

 

Meski di hatiku kau yang pertama, ya, oh-ya, oh-ya

(Meski di hati kau yang pertama, ya)

Meski kau ada di hati

 

Oh, maafkan bila kamu terluka (kau terluka)

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement