Lagu "Niscaya" yang dinyanyikan oleh Bilal Indrajaya belakangan ini tengah viral dan mencuri perhatian banyak pendengar musik. Tidak hanya lagunya yang easy listening, liriknya juga memiliki makna mendalam yang bisa dirasakan oleh para pasangan yang sedang dimabuk asmara. Tercatat hingga hari ini, lagu “Niscaya” sudah didengarkan sebanyak 16 juta kali di Spotify.
Bilal sendiri telah memulai karirnya sebagai penyanyi dan penulis lagu sejak tahun 2018. Meskipun baru viral, sebenarnya lagu “Niscaya” telah dirilis pada tahun 2021 dan masuk ke dalam album “Nelangsa Pasar Turi” yang dirilis pada tahun 2023. Selain ditulis oleh Bilal, lagu ini juga ditulis dan diproduseri oleh Laleilmanino.
Makna Lagu “Niscaya” Bilal Indrajaya
Lagu ini mengusung tema kesetiaan dan keyakinan akan cinta sejati. Makna dari lagu ini sebenarnya mengisahkan tentang perjalanan cinta sepasang kekasih yang telah melewati berbagai rintangan bersama, baik suka maupun duka. Selain itu, lagu ini juga mengungkapkan rasa cinta yang begitu besar kepada sang kekasih, hingga diibaratkan seperti keindahan bintang di langit.
Pada bagian lirik “Tak berdaya, bila harus meninggalkanmu selalu. Selalu, selagi merindu” memiliki makna bahwa ada perasaan cemas yang dirasakan apabila harus pergi berpisah dengan sang kekasih meskipun hanya sebentar, karena selalu ada rasa rindu di dalam hati.
Lirik Lagu “Niscaya” Bilal Indrajaya
Semua takkan musnah
Telanjur abadi
Semua yang telah lalu
Takkan menggontai pilu
Semua tak terlupa
Telah terukir nyata
Takkan pernah tergumam
'Tuk menepis bayangmu
Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
Selalu, selagi merindu
Tak senada nirmalamu seraya binar murungmu
Selalu, selagi merindu
Selalu
Merindu
Semua takkan musnah
Telanjur abadi
Takkan pernah tergumam
'Tuk menepis bayangmu
Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
Selalu, selagi merindu
Tak senada nirmalamu seraya binar murungmu
Selalu, selagi merindu
Selalu merindu
Selalu, bila harus jujur
Selalu merindu
Selalu, bila harus jujur
Oh, sadarkah diriku tak mudah
Memaksa hati untuk mencinta
Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
Selalu, selagi merindu
Tak berdaya bila harus meninggalkanmu selalu
Selalu, selagi merindu
Tak senada nirmalamu seraya binar murungmu
Selalu, selagi merindu
Meski di hatiku kau yang pertama, ya, oh-ya, oh-ya
(Meski di hati kau yang pertama, ya)
Meski kau ada di hati
Oh, maafkan bila kamu terluka (kau terluka)
