Advertisement

Lirik Dan Makna Lagu Pesta Para Babi Pembangunan: Kritik Sosial Eksploitasi Alam Tanah Papua

19 May 2026 21:10 WIB

thumbnail-article

Lagu Pesta Para Babi Pembangunan Sumber: YouTube Pari Kesit.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Lagu Pesta Para Babi Pembangunan tengah viral di berbagai platform media sosial. Daya tarik lagu bukan hanya karena irama hip-hop yang kuat, tetapi juga karena keberaniannya membongkar masalah sosial yang sensitif dan jarang tersorot dalam ranah publik.

Pari Kesit Entertainment berhasil memanfaatkan teknologi AI dan liriknya berhasil menyinggung konflik yang terjadi antara masyarakat adat Papua dan aparat keamanan yang kerap kali dilibatkan untuk menekan perlawanan terhadap proyek pembangunan.

Lagu Pesta Para Babi Pembangunan terinspirasi dari sebuah film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono, yang sempat dilarang diputar di beberapa daerah. Berikut adalah lirik dan makna lagu Pesta Para Babi Pembangunan.

Lirik Lagu Pesta Para Babi Pembangunan

Tanah dibakar atas nama pangan

Hutan dibelah atas nama masa depan

Selamat datang di Pesta Para Babi Pembangunan

Papua mennagis dibalik proposal korporasi

Negara bicara stabilitas sambil tanam kolonisasi

Bendera berkibar tinggi, tanag dijual rapi

Konstitusi cuma badut lusuh buat dekorasi

 

Dulu peluru, sekarang kontrak investasi

Dulu serdadu, kini pakai legalisasi

Sawit subur

Sagu dikubur

Tanah leluhur

Selain donatur jangan mengatur

 

Bioetanol, biodiesel, istilah elit feodal

Suku adat dianggap sebagai penghalang

Kekayaan alam Papua terancam hilang

Oleh kapitalisme terstruktur dan berseragam.

Kau lihat tentara bagi sembako

Lalu tepuk tangan nasionalis

Besok tanahmu digusur

Baru sadar siapa antagonis

 

Ini bukan negara gagal

Ini negara diperkosa modal

Undang-undang senjata birokrasi brutal

Suku adat dijual skala besar

Negara bicara damai sambil kirim ketakutan

Atas nama pembangunan mereka kubur kehidupan

Tanah Papua terancam punah dari peradaban

Apakah aku kamu akan tetap diam?

 

Tanah dibakar atas nama pangan

Hutan dibelah atas nama masa depan

Selamat datang di Pesta Para Babi Pembangunan

Dulu penjajah datang pakai kapal

Sekarang negara pakai proposal

Dulu merampok dengan senapan

Sekarang negara pakai pasal perlindungan

Makna Lagu Pesta Para Babi Pembangunan

Lagu ini berfokus pada realitas keras yang dihadapi masyarakat adat Papua akibat eksploitasi lahan oleh korporasi yang beroperasi besar-besaran, terutama sektor perkebunan kelapa sawit. Penanaman sawit yang subur disebutkan dalam lirik “Sawit subur, sagu dikubur” menjadi lambang kehilangan sumber pangan tradisional yang vital bagi budaya dan kehidupan masyarakat adat.

Lahan yang dulu menjadi sumber kehidupan kini dikomersialisasi tanpa memberi manfaat yang proporsional bagi warga asli. Proyek strategis nasional dan kegiatan korporasi secara sistematis menggerus tanah adat, menggantikan ekosistem alami dengan perkebunan dan infrastruktur yang menghancurkan keanekaragaman ekologis dan kearifan lokal.

Makna lagu tidak hanya kepada korporasi, tetapi juga pada narasi pemerintah yang menggunakan istilah stabilitas dan pembangunan sebagai pelindung agenda-agenda kapitalis. Baris “Negara bicara damai sambil kirim ketakutan, atas nama pembangunan mereka kubur kehidupan” mengangkat isu bagaimana negara seringkali menutupi tekanan dan penindasan dengan narasi damai dan kemajuan, padahal di lapangan masyarakat adat menghadapi tekanan aparat dan intimidasi.

Penindasan juga direpresentasikan dengan lirik yang menunjukkan perpindahan metode dari kekerasan fisik ke lembaga hukum dan investasi. Hal ini menggambarkan dinamika cara negara dan korporasi mempertahankan kekuasaan serta pengambilan tanah adat dengan jalan legalisasi yang cenderung merugikan komunitas lokal.

Dalam konteks sosial dan politik tersebut, lagu ini menjadi bentuk perlawanan artistik yang efektif untuk meningkatkan kesadaran publik terkait pelanggaran hak adat dan kerusakan lingkungan akibat pembangunan yang tidak berkeadilan. Melalui musik, pesan sosial disampaikan dengan cara yang lebih mudah diterima dan menyentuh emosi, memicu diskusi dan refleksi.

Lagu "Pesta Para Babi Pembangunan" memberikan ruang bagi masyarakat luas untuk mengetahui realitas yang selama ini tertutupi dan meningkatkan solidaritas terhadap perlindungan hak adat dan lingkungan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement