"Sorai" merupakan lagu yang dirilis penyanyi-penulis lagu Nadin Amizah pada 2019 silam. Lagu ini menjadi kelanjutan dari lagu sebelumnya, "Rumpang".
Lagu "Sorai" ditulis sendiri oleh Nadin Amizah, dengan Ibnu Dian sebagai produser. Pada 2020, Nadin membawakan ulang lagu ini, berkolaborasi dengan Syarikat Idola Remaja.
"Sorak Sorai" kemudian menjadi bagian dari album perdana Nadin yang bertajuk Selamat Ulang Tahun.
Makna lagu "Sorai"
Sebagaimana lagu-lagu Nadin Amizah lainnya, "Sorai" mengandung lirik yang puitis dan bermakna mendalam.
Lagu "Sorai" berbicara tentang sebuah perpisahan yang tak terelakkan. Dengan nuansa lembut, Nadin menceritakan perjalanan sepasang kekasih yang saling mengisi dan mendukung satu sama lain.
Kendati demikian, pada suatu titik, keduanya sepakat bahwa perjalanan mereka sudah tak bisa diteruskan.
Meski kesedihan akibat perpisahan tak bisa dicegah, keduanya telah berlapang dada dengan keputusan tersebut. Sebab, perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang akan menjadi pelajaran berharga di masa depan.
Selain menggambarkan kesedihan, "Sorai" juga menyoroti kenangan manis yang tersimpan dalam momen-momen kebersamaan sepasang kekasih sebelum berpisah.
Lewat interaksi yang manis, "Sorai" mengajak pendengar untuk tidak hanya melihat perpisahan sebagai kehilangan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merayakan cinta yang pernah ada.
Kenangan itu menjadi bagian penting dari hidup, dan meski harus berpisah, mereka tetap bisa menghargai masa-masa indah yang telah dilalui bersama.
Lirik lagu "Sorai" - Nadin Amizah
Langit dan laut saling membantu
Mencipta awan hujan pun turun
Ketika dunia saling membantu
Lihat cinta mana yang tak jadi satu
Kau memang manusia sedikit kata
Bolehkah aku yang berbicara
Kau memang manusia tak kasat rasa
Biar aku yang mengemban cinta
Awan dan alam saling bersentuh (bersentuh)
Mencipta hangat kau pun tersenyum
Ketika itu kulihat syahdu
Lihat hati mana yang tak akan jatuh
Kau memang manusia sedikit kata
Bolehkah aku yang berbicara
Kau memang manusia tak kasat rasa
Biar aku yang mengemban cinta
Kau dan aku saling membantu
Membasuh hati yang pernah pilu
Mungkin akhirnya tak jadi satu
Namun bersorai pernah bertemu
