Advertisement

Lirik dan Makna Lagu 'Sorai' - Nadin Amizah, tentang Melepas dengan Ikhlas

13 January 2025 14:55 WIB

thumbnail-article

Penulis dan penyanyi lagu "Sorai", Nadin Amizah. (Instagram/@cakecaine) .

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

"Sorai" merupakan lagu yang dirilis penyanyi-penulis lagu Nadin Amizah pada 2019 silam. Lagu ini menjadi kelanjutan dari lagu sebelumnya, "Rumpang".

Lagu "Sorai" ditulis sendiri oleh Nadin Amizah, dengan Ibnu Dian sebagai produser. Pada 2020, Nadin membawakan ulang lagu ini, berkolaborasi dengan Syarikat Idola Remaja.

"Sorak Sorai" kemudian menjadi bagian dari album perdana Nadin yang bertajuk Selamat Ulang Tahun.

Makna lagu "Sorai"

Sebagaimana lagu-lagu Nadin Amizah lainnya, "Sorai" mengandung lirik yang puitis dan bermakna mendalam.

Lagu "Sorai" berbicara tentang sebuah perpisahan yang tak terelakkan. Dengan nuansa lembut, Nadin menceritakan perjalanan sepasang kekasih yang saling mengisi dan mendukung satu sama lain.

Kendati demikian, pada suatu titik, keduanya sepakat bahwa perjalanan mereka sudah tak bisa diteruskan.

Meski kesedihan akibat perpisahan tak bisa dicegah, keduanya telah berlapang dada dengan keputusan tersebut. Sebab, perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang akan menjadi pelajaran berharga di masa depan.

Selain menggambarkan kesedihan, "Sorai" juga menyoroti kenangan manis yang tersimpan dalam momen-momen kebersamaan sepasang kekasih sebelum berpisah.

Lewat interaksi yang manis, "Sorai" mengajak pendengar untuk tidak hanya melihat perpisahan sebagai kehilangan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merayakan cinta yang pernah ada.

Kenangan itu menjadi bagian penting dari hidup, dan meski harus berpisah, mereka tetap bisa menghargai masa-masa indah yang telah dilalui bersama.

Lirik lagu "Sorai" - Nadin Amizah

Langit dan laut saling membantu

Mencipta awan hujan pun turun

Ketika dunia saling membantu

Lihat cinta mana yang tak jadi satu

Kau memang manusia sedikit kata

Bolehkah aku yang berbicara

Kau memang manusia tak kasat rasa

Biar aku yang mengemban cinta

Awan dan alam saling bersentuh (bersentuh)

Mencipta hangat kau pun tersenyum

Ketika itu kulihat syahdu

Lihat hati mana yang tak akan jatuh

Kau memang manusia sedikit kata

Bolehkah aku yang berbicara

Kau memang manusia tak kasat rasa

Biar aku yang mengemban cinta

Kau dan aku saling membantu

Membasuh hati yang pernah pilu

Mungkin akhirnya tak jadi satu

Namun bersorai pernah bertemu

 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement