MA Kabulkan PK Jokowi, Pemerintah Lolos dari Vonis Melawan Hukum Karhutla

21 November 2022 02:39

Narasi TV

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru, Riau, Selasa (17/9/2019). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Penulis: Rahma Arifa

Editor: Ramadhan Yahya

Presiden Joko Widodo lolos dari vonis melawan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Tengah. Pada 3 November 2022, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) dalam kasus tersebut.

Dengan putusan tersebut, Jokowi bebas dari hukuman yang ditujukan dari gugatan masyarakat atau citizen law suit (CLS).

“Putusan peninjauan kembali pada pokoknya menyatakan bahwa mengabulkan permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali tersebut dan membatalkan putusan Judex Juris," kata Andi Samsan Nganro, juru bicara MA, dikutip detikcom, Kamis (17/11/2022).

"Mengadili kembali. Dalam eksepsi menolak eksepsi para Tergugat untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara menolak gugatan para Penggugat untuk seluruhnya."

Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

Menanggapi putusan ini, para penggugat menilai ada kejanggalan dalam proses tersebut. Pasalnya, CLS yang telah melalui proses bertahun-tahun tersebut bahkan telah menang sampai dalam tahap kasasi MA.

“Ini memprihatinkan, fakta-fakta di lapangan belum ada perubahan yang signifikan. Yang pasti proses-proses sudah dilakukan, kami menang sampai kasasi” ujar Arie Rompas, salah satu penggugat, dalam diskusi online di kanal YouTube Walhi Nasional, Minggu (20/11/2022).

Presiden Jokowi terseret kasus karhutla di Kalteng pada 2015 dalam gugatan masyarakat atau citizen law suit (CLS). CLS diajukan kepada pemerintah yang dianggap lalai dalam memenuhi hak-hak masyarakat.

Dengan ini, kelalaian pemerintah dapat didalilkan sebagai Perbuatan Melawan Hukum dan dapat menjadi dorongan hukum bagi pemerintah untuk menangani keresahan masyarakat, yakni kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. 

Presiden Jokowi divonis atas perbuatan melawan hukum oleh sekelompok masyarakat yaitu Arie Rompas, Kartika Sari, Fatkhurrohman, Adandi, Herlina, Nordin dan Mariaty. 

Pada 22 Maret 2017, gugatan masyarakat dikabulkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Palangkaraya. Dalam putusan tersebut, Presiden Jokowi bersama dengan sederet pemerintah seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, dinyatakan sebagai tergugat.

Dalam putusan Nomor 118/Pdt.G.LH/2016/PN.Plk tersebut, tergugat dinyatakan melakukan Perbuatan Melawan Hukum. Dampaknya, tergugat dihukum untuk menerbitkan Peraturan Pelaksana dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Selain itu, pemerintah juga diminta mengumumkan kepada publik perusahaan-perusahaan pemegang izin lahan yang terbakar.

Presiden Jokowi dan Para Tergugat Ajukan Banding Hingga PK

Merespons putusan tingkat pertama tersebut, Presiden Jokowi dan para tergugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Palangkaraya. Namun, permohonan banding ditolak dan CLS kembali dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Nomor 36/PDT.G-LH/2017/PT PLK pada Juli 2019. 

Lagi-lagi, Presiden dan tergugat tidak menerima putusan Pengadilan Tinggi dan mengajukan Kasasi kepada Mahkamah Agung. Namun, MA sempat menolak permohonan kasasi Presiden Jokowi.

Hal ini pun menguatkan vonis Perbuatan Melawan Hukum kepada para tergugat. Penolakan kasasi diputuskan pada 16 Juli 2019 silam dalam nomor perkara 3555 K/PFT/2018.

Merespons vonis tersebut, pemerintah lalu mengajukan peninjauan kembali (PK) pada 3 Agustus 2022. Permohonan PK ini dikecam organisasi lingkungan karena dianggap sebagai bukti ketidakseriusan pemerintah dalam mengangani masalah lingkungan.

“Upaya PK menjunjukkan lemahnya komitmen iklim dan perlingdungan ekosistem gambut yang terdampak karhutala dan berdampak signifikan pada pemanasan global” ujar  Wahyu A, Perdana, campaigner organisasi Pantau Gambut, dikutip Kompas.com, Selasa, (8/11/22).

Selain itu, PK menjadi contoh buruk bagi para korporasi yang terseret kasus serupa. Pasalnya, 36 persen dari area lahan gambut yang terbakar berada di Provinsi Kalimantan Tengah, lokasi yang diperkarakan oleh CLS tersebut.

Sayangnya setelah perseteruan panjang, MA pada akhirnya memenangkan permohonan PK para tergugat pada 3 November 2022. Dengan ini, Presiden Jokowi dan sederet pemerintah tergugat, bebas dari seluruh tuntutan yang telah diputuskan Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi.

Kebakaran hutan pada 2015 memang merupakan salah satu kasus karhutla terbesar di Indonesia. Kebakaran terjadi di berbagai lokasi di Sumatera dan Kalimantan. Sebanyak 2,5 juta hektar lahan terdampak kebakaran. Kejadian ini menimbulkan kabut asap yang bahkan menyebar sampai ke Singapura dan Malaysia.

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

NARASI ACADEMY

Content Production
Bikin Video Estetik Tanpa Modal Untuk Investasimu

Sumber penghasilan dari seorang content creator cukup menjanjikan lho, asal kamu harus konsisten untuk menciptakan konten kreatif yang berkualitas. Yuk investasi untuk jadi content creator profesional tanpa modal! Pelajari proses produksi konten secara menyeluruh, memberikan mood hingga menciptakan konten video agar terlihat lebih estetik.

Kelas Online
Content Production
Jadi Content Creator Nggak Pakai Repot

Belakangan ini, content creator menjadi salah satu profesi yang mengasyikan dan menjanjikan! Tapi, kamu harus punya mental yang kuat, memahami esensi, dan bersikap visioner dalam membuat konten. Pada kelas kali ini, Narasi Academy akan akan membantumu agar memiliki kemampuan tersebut, dengan dibimbing oleh narasumber profesional!

Kelas Online
Journalism
Cara Asyik Belajar Jurnalistik

Aksesibilitas informasi membuat semua orang berlomba-lomba menjadi seorang Jurnalis instan! Tapi, gimana ya caranya biar tetap kredibel, bertanggung jawab dan cekatan? Pelajari ilmu jurnalistik dengan cara yang asyik langsung dari pakarnya dengan mempelajari proses pembuatan berita mulai dari wawancara, pengolahan data hingga penyiaran!

Kelas Online
Journalism
Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data

Saatnya ambil peran dengan menjadi pelopor berita investigatif dengan menyajikan informasi yang kredibel, informatif dan mendalam! Pelajari treatment khusus dalam mengemas serta melakukan kurasi berita dengan menyajikan fakta serta data dengan metode storytelling. Daftarkan dirimu di kelas “Jurnalisme Investigasi Ala Narasi: Sajikan Fakta & Data”.

Kelas Online
Content Production
Rahasia Storytelling Keren, Bikin Konten Makin Beken

Kamu adalah calon content creator professional! Kunci utamanya adalah, menyajikan cerita yang kuat dan mampu membangun emosi dengan audience. Karena itu, kamu harus belajar mengenai storytelling & copywriting untuk mengembangkan ide kreatif! Jangan lewatkan kesempatannya, segera daftarkan dirimu di kelas Narasi Academy kali ini.

Kelas Online
Journalism
KILAT (Kelas Intensif Ilmu Data & Jurnalistik)

Kamu bisa jadi inovator dalam menyebarkan berita yang berkualitas dan kredibel! Caranya dengan menjadi citizen journalism. Setelah mengetahui dasar-dasar ilmu jurnalistik, sekarang kamu mampu mengemas & memproduksi sebuah berita. Pentingnya penyampaian informasi serta mencari point of view yang tepat juga kamu pelajari di kelas kali ini.

Kelas Online

TERPOPULER

KOMENTAR

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya