Syah Samudra Alit, mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNYK) berusia 20 tahun, telah ditemukan oleh keluarganya di wilayah Yogyakarta.
Penemuan ini terjadi setelah lebih dari empat hari Syah dinyatakan hilang. Sebelum ditemukan, keluarga Syah melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, yaitu Polda DIY, sebagai langkah untuk mencari keberadaannya.
Kronologi peristiwa hilangnya Syah
Hilangnya Syah dimulai pada 14 November 2024, ketika orang tua Syah tidak dapat menghubunginya. Para orang tua merasa khawatir ketika upaya untuk mengontak Syah tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melakukan pemeriksaan langsung ke tempat kos Syah, namun tidak menemukan putra mereka di lokasi tersebut.
Kejadian tersebut membuat orang tua Syah merasa perlu untuk melapor kepada pihak kepolisian. Laporan resmi terkait hilangnya Syah diterima oleh Polda DIY pada 17 November 2024, yang tertuang dalam surat resmi.
Panji Dwi Ashrianto, Sub Koordinator Humas dan Kerjasama UPN Veteran Yogyakarta, mengonfirmasi penemuan Syah pada 18 November 2024. Ia menyatakan, “Alhamdulillah yang bersangkutan sudah ditemukan oleh keluarganya.”
Panji tidak memberikan rinci mengenai keadaan Syah saat ditemukan, namun memastikan bahwa Syah berada dalam kondisi sehat. Pihak kampus menerima kabar penemuan Syah pada malam tanggal 18 November, dan segera menginformasikan kepada kalangan internal kampus.
Reaksi masyarakat terhadap kasus ini
Kehilangan Syah Samudra sebelumnya mendapat perhatian serius dari masyarakat. Polda DIY melakukan pengumuman melalui akun media sosial mereka untuk mencari keberadaan Syah, meminta bantuan dari siapa saja yang mungkin memiliki informasi.
Masyarakat setempat menunjukkan kepedulian dan dukungan selama proses pencarian, termasuk berbagi informasi di berbagai platform media sosial. Partisipasi aktif masyarakat dalam pencarian ini menonjolkan betapa pentingnya peran komunitas dalam situasi darurat seperti ini.
Melalui media sosial, informasi mengenai hilangnya Syah menyebar dengan cepat, menciptakan jaringan dukungan yang luas. Ketika kabar penemuan Syah menyebar, banyak yang merasa lega dan berbahagia mengetahui bahwa ia sudah kembali ke keluarganya dengan selamat.
Penemuan ini juga menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang baik antara keluarga dan mahasiswa, serta kesigapan pihak berwajib dalam menangani laporan orang hilang.
Secara keseluruhan, penemuan Syah Samudra telah mengakhiri ketidakpastian yang dialami oleh keluarga dan pihak kampus, dan menjadi pengingat akan pentingnya perhatian terhadap keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa.
