Wakil Presiden Indonesia, KH Ma’ruf Amin, menekankan bahwa ekonomi syariah, yang meliputi industri halal dan keuangan syariah, memiliki peran krusial dalam membangun masa depan berkelanjutan. Ekonomi syariah didasarkan pada prinsip keadilan dan keberlanjutan, serta berperan sebagai kekuatan signifikan dalam ekonomi global.
“Konsep ekonomi syariah yang berprinsip pada keadilan, berkelanjutan dan menjadi kekuatan besar dalam ekonomi global,” tutur Ma’ruf dalam seminar internasional ISCP Universitas 17 Agustus 1945 (UTA’45) di Jakarta, Senin (2/12/2024), dikutip dari Antaranews.
Ma’ruf menyatakan bahwa penyusunan konsep ekonomi syariah bertujuan untuk mencapai kontribusi yang lebih baik terhadap pertumbuhan ekonomi tanpa mengabaikan nilai-nilai sosial. Dalam hal ini ia menyebutkan pentingnya penggunaan platform digital yang dapat memperluas jaringan pelaku ekonomi syariah sehingga produk-produk halal dapat dikenal secara luas.
Adopsi teknologi digital, seperti e-commerce, memainkan peran penting dalam pengembangan produk halal. Dengan menggunakan saluran digital pelaku usaha dapat menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan aksesibilitas produk halal. Ma’ruf juga menyebutkan potensi keuangan syariah yang dapat dikembangkan melalui crowdfunding, yang membantu memperkuat modal untuk usaha yang sesuai dengan prinsip syariah.
Teknologi juga diharapkan meningkatkan transparansi dalam usaha kecil dan menengah (UMKM), serta dalam proses sertifikasi halal. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi kecurangan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang berlabel halal.
“Teknologi berbasis digital juga bermanfaat dalam mengembangkan teknologi keuangan dalam pembiayaan syariah, crownfunding syariah, dan transparansi pada UMKM, serta mengurangi potensi kecurangan dalam sertifikasi halal,” terangnya.
Pernyataan Ma’ruf Amin tersebut menunjukkan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berfungsi sebagai alternatif dalam sistem ekonomi, tetapi juga sebagai alat untuk mencapai pembangunan berkelanjutan melalui keadilan dan penggunaan teknologi yang efektif.
Tantangan dan Peluang Negara Berkembang
Dalam seminar internasional bertajuk “Multidisciplinary Innovations for Sustainable Future: Bridging Science, Technology and Policy for the SDGs”, yang diadakan pada 2-3 Desember 2024 di Jakarta, berbagai tantangan dan peluang bagi negara berkembang dibahas secara mendalam. Lebih dari 2.000 peserta dari berbagai negara hadir untuk merumuskan solusi atas permasalahan ekonomi global.
Seminar ini menyoroti pentingnya inovasi dalam pembangunan berkelanjutan dan mengingatkan peserta akan perlunya pemanfaatan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Diskusi ini juga menggali cara untuk mengatasi ketimpangan dalam akses teknologi dan regulasi yang seringkali menghambat perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.
Sebagai langkah penting menuju keberlanjutan, sistem pendidikan dan hukum yang berkelanjutan menjadi fokus utama. Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta, Dr. Rudyono Darsono, menekankan perlunya pendidikan yang dapat membangun karakter generasi muda berbasis nasionalisme.
Rudyono menyoroti pentingnya untuk mengantisipasi manipulasi informasi yang bisa menyesatkan generasi mendatang. Oleh karena itu, regulasi yang adaptif dan inovatif dianggap sangat penting untuk menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung inovasi dan pengembangan secara berkelanjutan.
