Di tengah persaingan Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Angkasa, Pekanbaru, pada Rabu (8/7), para peserta mendapat pengalaman istimewa melalui sesi meet and greet bersama dua legenda bulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Kehadiran Owi dan Butet, sapaan akrab Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi para atlet muda yang tengah berjuang memperebutkan Super Tiket menuju PB Djarum.
Ratusan peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi, berfoto, serta meminta tanda tangan dari pasangan ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, juara dunia pada 2013 dan 2017, serta meraih medali emas Asian Games 2014 dan SEA Games 2011.
Usai sesi meet and greet, Tontowi berharap Audisi Umum PB Djarum 2026 di Pekanbaru mampu melahirkan talenta-talenta muda yang kelak dapat mengharumkan nama Indonesia di level dunia.
“Mudah-mudahan di Pekanbaru ada bakat yang kami lihat memiliki prospek bagus. Mudah-mudahan juga Audisi Umum PB Djarum ini bisa menjadi acuan bagi anak-anak, terutama di Pekanbaru, untuk terus semangat berlatih agar lahir banyak bibit atlet yang nantinya bisa menjadi juara dunia,” kata Tontowi.
Ia juga berpesan agar para peserta tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi terus menunjukkan semangat juang dan kemauan untuk berkembang di setiap pertandingan.
“Yang pasti semangat terus saat bertanding, jangan mau kalah. Jadi, menang atau kalah yang penting semangat,” lanjutnya.
Senada dengan Tontowi, Liliyana Natsir mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Pekanbaru yang memadati sesi meet and greet. Menurutnya, sambutan hangat tersebut menunjukkan bahwa bulutangkis masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat sekaligus menjadi modal positif untuk melahirkan generasi penerus Indonesia.
“Tadi ada kegiatan meet and greet, dan saya lihat antusiasnya luar biasa. Saya berharap Pekanbaru dan kota-kota lain yang ada di Sumatera, menemukan bibit-bibit unggul lewat Audisi PB Djarum 2026. Semoga ada calon-calon penerus yang bakal masuk ke PB Djarum, mewakili Indonesia di kancah internasional,” ungkap Liliyana.
Para peserta audisi terdiri atas kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12 putra-putri. Mereka akan menjalani proses seleksi selama lima hari hingga Minggu (12/7) untuk memperebutkan Super Tiket dan kesempatan bergabung dengan PB Djarum.
Audisi di Pekanbaru menjadi pembuka rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 yang tahun ini kembali diperluas ke luar Pulau Jawa. Setelah beberapa tahun dipusatkan di Kudus, penyelenggaraan kini juga menyambangi Sumatera dan Sulawesi sebagai upaya menjaring lebih banyak talenta muda dari berbagai daerah.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan perluasan wilayah penyelenggaraan merupakan bagian dari komitmen untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi atlet muda Indonesia.
"Setelah dalam beberapa tahun terakhir Audisi Umum PB Djarum terpusat di Kudus, pada 2026 kami memperluas cakupan. Selain Pulau Jawa, Audisi kembali ke Sumatera dan Sulawesi. Pekanbaru menjadi kota pertama dari tiga rangkaian penyelenggaraan audisi. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memberi kesempatan lebih luas bagi talenta-talenta muda agar bisa menunjukkan kualitas mereka," ujar Yoppy.
