Pesan di Balik Kritik Pedas Megawati ke TNI dan Polri yang Ia Nilai Tidak Netral dalam Pemilu 2024

25 Mei 2024 13:05 WIB

Narasi TV

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDI Perjuangan di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Jumat (24/5/2024). Rakernas ke-V PDIP Perjuangan yang dihadiri 4.859 orang itu bertemakan Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU/pri.

Penulis: Jay Akbar

Editor: Akbar Wijaya

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam pidato di Rakernas V PDI Perjuangan pada 24 Mei 2024 di Jakarta, menyampaikan kritik pedas terhadap peran TNI dan Polri yang menurutnya tidak netral dalam Pemilu 2024.

Detail kritik Megawati:

  • Pentingnya Reformasi: Megawati menekankan bahwa reformasi lahir untuk mengoreksi pemerintahan otoriter dan mewujudkan negara hukum yang demokratis. "Dalam proses ini partai politik, pers, supremasi hukum, sistem meritokrasi, dan pemilu yang jurdil harus hadir dalam satu ekosistem demokrasi," ujar Megawati. 📜🗳️

  • Memisahkan TNI dan Polri: Megawati mengenang masa kepemimpinannya sebagai Presiden kelima RI, di mana ia memisahkan TNI dan Polri untuk memastikan profesionalisme dan netralitas mereka. "Pemisahan ini keputusan MPR loh, dilakukan sebagai kehendak rakyat. Saya berharap TNI dan Polri dapat belajar dari para seniornya," jelasnya. 🪖👮‍♂️

  • Teladan dari Senior TNI: Megawati mengingat sosok teladan seperti Jenderal Sudirman dan Jenderal Urip Sumoharjo dari TNI, serta Jenderal Hugeng dari Polri. "Jadi bukan mau sombong, mau keren, saya ini memang benar anak presiden jadi saya kenal pak Jenderal Sudirman. Beliau orangnya sederhana banget pakai peci padahal beliau kan sebenarnya guru guru loh tapi diangkat oleh Bung Karno pada waktu itu menjadi Panglima Besar Jenderal Sudirman. Ada namanya Pak Urip Sumoharjo Pak Gatot Subroto dan lain-lain tujuh pahlawan revolusi begitu loh, menurut saya mereka orang yang punya karakter."

  • Teladan dari Senior Polri: Megawati juga berbagi kenangan pribadinya dengan Jenderal Hugeng, yang terkenal karena kesederhanaan dan integritasnya. "Om Hugeng itu naik sepeda ke kantor dengan pakaian lengkap Jenderal. Beliau bilang, 'Ini namanya Jenderal merakyat,'. Terus saya juga bertanya lagi kapan ya polisi sekarang ini itu tidak mengintimidasi rakyatnya." 🚲

  • Kritik terhadap Ketidaknetralan: Megawati mengkritik ketidaknetralan TNI/Polri dalam Pemilu 2024. "Masa TNI/Polri dibawa lagi ke politik praktis seperti dalam pilpres yang baru saja berlalu? Saya sedih, Pemilu yang langsung tapi jadi abu-abu, direkayasa begitu." 😠🇮🇩

Apa yang Penting?: Megawati menegaskan pentingnya netralitas TNI dan Polri dalam demokrasi yang sehat, dan mengkritik keras keterlibatan mereka dalam politik praktis. Ia juga mengajak TNI dan Polri untuk meneladani sikap para senior mereka yang penuh integritas dan dedikasi.



NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR