Advertisement

Memahami Apa Itu TBC: Gejala, Penularan, dan Pengobatannya

17 February 2025 21:52 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi penularan TBC. (Foto: Freepik) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun dapat juga menginfeksi organ tubuh lainnya seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.

TBC menjadi salah satu dari sepuluh penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan sejumlah besar kematian yang terjadi pada populasi dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pada TBC, infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis umumnya terjadi melalui udara. Oleh karenanya, ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, bakteri tersebut dapat menyebar dalam bentuk droplet. Seseorang yang menghirup droplet ini berisiko tinggi untuk terinfeksi.

Penyakit ini termasuk dalam penyakit serius yang perlu perawatan intensif karena Mycobacterium tuberculosis mampu bertahan hidup dalam lingkungan yang tidak mendukung, sehingga dapat bertahan dalam tubuh dan menyebabkan infeksi jangka panjang jika tidak diobati.

Gejala yang dirasakan penderita TBC

Gejala awal TBC sering kali mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, tetapi ada beberapa tanda khas yang perlu diwaspadai. Gejala utama meliputi:

  • Batuk berkepanjangan selama lebih dari tiga minggu,

  • Rasa nyeri di dada,

  • Batuk berdarah atau dahak bercampur darah,

  • Penurunan berat badan yang signifikan,

  • Keringat malam berlebihan,

  • Demam dan menggigil.

Selain gejala utama di atas, terdapat gejala tambahan lain yang bisa muncul. Beberapa di antaranya adalah:

  • Nafsu makan yang menurun,

  • Kelelahan yang tidak biasa,

  • Sesak napas,

  • Pusing atau pingsan.

Gejala TBC di atas bisa saja berbeda antara anak-anak dan dewasa. Anak-anak lebih mungkin mengalami gejala yang tidak spesifik, seperti lemas dan kurang aktif, sedangkan dewasa cenderung menunjukkan gejala yang lebih jelas.

Pada anak, infeksi TBC sering kali sulit dideteksi sejak dini, sehingga meningkatkan risiko komplikasi.

Bagaimana TBC menular?

TBC menular melalui rute respiratori. Ketika seseorang yang terinfeksi berbicara, batuk, bersin, atau tertawa, droplet kecil yang mengandung bakteri dapat terhirup oleh orang lain di sekitarnya.

Lingkungan yang padat dan kurang ventilasi dapat meningkatkan risiko penularan.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan penularan TBC meliputi:

  • Kontak dekat dengan penderita,

  • Tinggal di area dengan kepadatan penduduk tinggi,

  • Memiliki sistem imun yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS,

  • Riwayat penyakit paru-paru sebelumnya.

Pengobatan TBC

Pengobatan TBC melibatkan penggunaan antibiotik spesifik yang harus diambil sesuai dengan dosis yang direkomendasikan oleh dokter.

Beberapa obat yang sering digunakan adalah rifampicin, isoniazid, ethambutol, dan pyrazinamide.

Umumnya, pengobatan TBC berlangsung antara 6 hingga 12 bulan tergantung jenis dan tingkat keparahan penyakit.

Penting untuk menyelesaikan pengobatan meskipun gejala telah menghilang, agar mencegah resistensi antibiotik.

Kepatuhan dalam pengobatan adalah kunci untuk mengatasi TBC. Tidak mengikuti anjuran dokter dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap obat, yang membuat pengobatan lebih sulit dan mahal.

Bagaimana mencegah TBC?

Untuk mencegah penularan TBC, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan, berikut beberapa di antaranya:

1. Vaksinasi BCG

Vaksin BCG adalah salah satu langkah pencegahan yang paling efektif terhadap TBC. Vaksin ini disarankan untuk diberikan kepada bayi dan anak-anak sebelum usia dua bulan.

Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi yang berhubungan dengan TBC.

2. Meminimalisir kontak dengan penderita

Menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi TBC merupakan langkah penting dalam pencegahan.

Memakai masker, terutama di tempat ramai, dapat membantu mencegah penularan bakteri ke orang lain.

3. Peranan sanitasi dan sirkulasi udara

Lingkungan yang bersih dan ventilasi yang baik sangat penting untuk mencegah penularan TBC.

Mengatur sirkulasi udara yang baik di rumah, seperti membuka jendela untuk membiarkan udara segar masuk, dapat membantu mengurangi konsentrasi bakteri dalam ruangan.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement