Putus cinta bukanlah kejadian yang mudah dihadapi. Setiap individu yang mengalami putus cinta pasti membutuhkan waktu untuk menghadapi kejadian menyedihkan tersebut. Lalu bagaimana perbedaan antara pria dan wanita dalam menghadapi putus cinta? Berikut beberapa perbedaannya.
Perbedaan pria dan wanita dalam menghadapi putus cinta
Setelah putus cinta, wanita umumnya menunjukkan reaksi yang lebih emosional dibandingkan pria. Hari pertama setelah perpisahan sering kali dipenuhi dengan rasa sedih yang mendalam. Wanita cenderung menghabiskan waktu bercengkerama dengan sahabatnya, mengungkapkan perasaan yang meluap-luap melalui curhat. Menangis dan merasakan kesedihan merupakan cara mereka untuk melepaskan emosi yang terpendam. Dengan berbagi cerita kepada orang yang dipercaya, mereka merasa sedikit lebih lega, meski rasa sakit itu tetap ada.
Berbeda dengan wanita, pria sering kali tampak lebih tenang setelah perpisahan. Mereka biasanya akan kembali berbaur dengan teman-temannya seolah tidak terjadi apa-apa. Ketika ditanya tentang perasaannya, banyak pria yang menjawab bahwa mereka baik-baik saja. Hal ini dapat membuat orang di sekitarnya berasumsi bahwa mereka tidak merasakan dampak emosional dari putus cinta tersebut.
Beberapa hari setelah putus, wanita masih merasakan kesedihan yang mendalam. Mereka mudah tersentuh dan bisa merasa emosional ketika melihat atau mendengar sesuatu yang berhubungan dengan mantan. Dalam masa ini, wanita biasanya masih merindukan momen-momen yang pernah dibagikan, dan berusaha mencari jawaban atas kehilangan tersebut. Perasaan kesepian sering kali mulai menghantui, membuat mereka cenderung melankolis.
Di sisi lain, pria berusaha untuk mengalihkan perhatian dari perasaan yang menyakitkan. Mereka mungkin terlibat dalam berbagai aktivitas sosial, olahraga atau hobi untuk mengalihkan pikiran dari mantan. Meski tampak tidak terpengaruh, banyak pria sesungguhnya merasakan kehilangan, tetapi berusaha untuk tidak menunjukkannya kepada orang sekitar. Upaya ini merupakan cara lepas dari realitas pahit yang sedang mereka hadapi.
Setelah beberapa minggu, wanita mulai mengalami proses penerimaan atas kenyataan bahwa hubungan tersebut telah berakhir. Mereka mulai merefleksikan kembali pengalaman dan menyadari bahwa mungkin memang ada alasan di balik perpisahan. Selama periode ini, wanita akan mulai menghasilkan pemikiran bijak dan mencoba menyemangati diri. Ini merupakan langkah penting dalam perjalanan mereka untuk pulih dari kesedihan dan membuka diri terhadap kemungkinan baru.
Berbanding terbalik, pria sering kali menutupi rasa kehilangan yang mereka rasakan. Meski dari luar mereka tampak baik-baik saja, banyak dari mereka yang mulai merasakan dampak emosional yang lebih berat saat perpisahan berlalu. Rasa penyesalan mulai muncul dan menghantui mereka ketika mereka menyadari bahwa mantan mereka sudah mulai move on. Dalam fase ini, pria cenderung semakin sibuk dalam aktivitas sehari-hari sebagai cara untuk mengalihkan pikiran dari kehilangan yang dirasakan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa secara ilmiah pria dan wanita merupakan individu yang berbeda. Bagi wanita, rasa sedih yang teramat dan perihnya perpisahan begitu kuat di periode awal-awal perpisahan. Namun, pria yang selalu bersikap seperti orang yang kuat di awal perpisahan ternyata akan menjalani masa-masa sulit selang beberapa waktu dan begitu mengetahi pasangannya telah move on.
