Advertisement

Mengenal Stratus, Varian COVID Baru yang Muncul di Inggris dan Sebabkan Gejala Tak Biasa

07 July 2025 16:30 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi varian baru virus COVID-19. Sumber: Freepik.

Penulis: Nuha Khairunnisa

Editor: Nuha Khairunnisa

Varian COVID Stratus, yang juga dikenal dengan nama resmi XFG, merupakan gabungan dari mutasi sebelumnya dari virus, LF.7 dan LP.8.1.2. Sejak pertama kali terdeteksi pada awal tahun ini, Stratus telah menunjukkan peningkatan penyebaran yang signifikan di berbagai negara, terutama di Inggris dan negara-negara Asia Tenggara.

Stratus terdiri dari dua subvarian utama, XFG dan XFG.3, dengan XFG.3 menjadi dominan dalam proporsi penyebaran. Saat ini, Stratus telah diidentifikasi sebagai "varian yang perlu dipantau" oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyusul proporsinya yang meningkat dari 7.4 persen menjadi 22.7 persen dari total kasus COVID-19 global dalam rentang waktu sebulan.

Salah satu ciri paling mencolok dari varian Stratus adalah gejala yang tidak biasa, yaitu suara serak. Mengutip Cosmopolitan UK, dokter spesialis Dr. Kaywaan Khan menjelaskan bahwa penderita akan mengalami suara yang terdengar serak atau kasar, berbeda dengan gejala COVID-19 yang lebih umum.

Meskipun banyak yang khawatir akan sifat menular dari varian ini, Dr. Alex Allen, seorang epidemiolog konsultatif dari UKHSA, mengungkapkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Stratus menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan varian COVID-19 sebelumnya, sebagaimana dilansir dari Independent.

Gejala yang dihasilkan varian Stratus

Gejala paling khas dari varian Stratus adalah suara serak yang dialami banyak pasien. Beberapa pasien melaporkan bahwa suara mereka terdengar kasar atau sedikit serak, yang sering kali disertai dengan gejala pernapasan lain seperti batuk kering dan sakit tenggorokan. Gejala ini cenderung muncul dalam tingkatan ringan hingga sedang.

Dibandingkan dengan varian COVID-19 lainnya, gejala yang ditimbulkan oleh Stratus terbilang berbeda. Meskipun varian sebelumnya seperti Nimbus mampu menyebabkan rasa sakit yang lebih tajam seperti "diiris pisau cukur", Stratus tidak menunjukkan gejala yang sama beratnya.

Secara umum, gejala Stratus bersifat ringan hingga sedang, dan sebagian besar pasien dilaporkan tidak mengalami perkembangan yang lebih serius. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya terus memonitor dinamika gejala untuk memahami sepenuhnya dampak dari varian ini terhadap populasi secara keseluruhan.

Efektivitas vaksin terhadap varian baru

Saat ini, data menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang sudah ada diperkirakan masih efektif melawan varian Stratus, baik dalam mencegah gejala yang parah maupun penyakit yang lebih serius. WHO mencatat bahwa respons imun yang dihasilkan oleh vaksinasi tetap relevan, meskipun variasi baru muncul.

Meski demikian, Stratus memiliki mutasi pada protein spike yang diduga dapat membantu varian ini dalam menghindari antibodi yang terbentuk akibat infeksi sebelumnya atau vaksinasi. Diperlukan penilaian tentang efektivitas vaksin dan pemantauan secara terus-menerus terhadap respons imun masyarakat setelah vaksinasi.

Sebagai langkah pencegahan, kelompok-kelompok berisiko tinggi seperti orang berusia di atas 75 tahun, penghuni panti jompo, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah disarankan untuk melakukan vaksinasi booster. Pemberian vaksin perlu dilakukan berdasarkan prioritas pada kelompok yang paling rentan.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement