Advertisement

Menkeu: BGN Siapkan Penghematan Besar, Pengawasan Program MBG Juga Diperketat

26 June 2026 16:10 WIB

thumbnail-article

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: ANTARA/Rizka Khaerunnisa/pri.

Penulis: Desinta

Editor: Desinta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan langkah efisiensi anggaran lanjutan dengan nilai yang disebut cukup besar. Informasi tersebut disampaikan usai dirinya bertemu Kepala BGN, Nanik S Deyang, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Dalam konferensi pers yang digelar sehari setelah pertemuan tersebut, Menkeu Purbaya mengatakan Kepala BGN telah melaporkan rencana penghematan anggaran sebagai bagian dari evaluasi program yang dijalankan lembaga tersebut.

Namun, ia memilih tidak mengungkapkan detail nominal efisiensi dan menyerahkan pengumuman resminya kepada Kepala BGN.

"Kemarin saya ketemu Kepala BGN. Dia melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program BGN. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan," kata Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jumat (26/6/2026), dikutip dari Detik.

Ketika dimintai tanggapan mengenai kabar yang menyebut nilai efisiensi mencapai sekitar Rp40 triliun, Purbaya tidak memberikan konfirmasi secara langsung. Menurutnya, pihak yang paling berwenang menjelaskan besaran penghematan tersebut adalah Kepala BGN.

"Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," kata Menkeu Purbaya.

Penguatan Sistem Pengawasan di Lapangan

Selain membahas penghematan anggaran, pertemuan itu juga menghasilkan rencana penguatan sistem pengawasan pelaksanaan program makan bergizi di daerah.

Kementerian Keuangan akan melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) untuk memantau penggunaan anggaran di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah tersebut dilakukan, kata Purbaya, agar pelaksanaan program MBG dapat diawasi secara berkala sekaligus memastikan anggaran digunakan sesuai ketentuan.

"Nanti orang-orang saya di daerah akan monitor SPPG-SPPG itu secara berkala. Jadi saya punya alat dan saya bisa kontrol ke anggarannya, mereka juga setuju. 'Kalau nggak benar boleh tutup saja Pak', kita diskusikan seperti itu. Jadi kerja sama dengan BGN sudah semakin baik," terangnya.

Penambahan Tenaga Ahli Gizi dan Keuangan

Di samping pengawasan, pemerintah juga akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan BGN. Dukungan tersebut mencakup penambahan tenaga ahli di bidang gizi maupun pengelolaan keuangan agar program MBG dapat berjalan lebih efektif daripada sebelumnya.

"SDM-nya juga kita bantu. Kalau perlu orang finansial, keuangan, departemen keuangan, akan membantu. Harusnya ke depan akan lebih bagus," jelas Purbaya.

Badan Gizi Nasional juga melakukan langkah-langkah adaptasi program, termasuk penyesuaian mekanisme pelaksanaan dan pembaruan sistem pemantauan.

Ini mendukung proses evaluasi berkelanjutan dan identifikasi area yang dapat diperbaiki untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas program.

Penghematan anggaran menjadi momentum bagi BGN untuk memperkuat tata kelola, peningkatan kapasitas pelaksanaan program, dan pengembangan inovasi layanan yang lebih responsif terhadap kondisi nyata di lapangan.

Dengan demikian, meskipun ada pengurangan anggaran, tujuan utama program MBG untuk meningkatkan status gizi masyarakat tetap dapat tercapai secara optimal.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement