Advertisement

Mike Tyson Bangkrut: Perjalanan Si Leher Beton dari Kemewahan Sampai Keterpurukan

16 November 2024 16:04 WIB

thumbnail-article

Petinju kelas berat Mike Tyson meminta penggemar agar tidak khawatir dengan ancaman knockout (KO) dari Paul Jake saat keduanya bertarung di AT&T Stadium di Arlington, Texas, pada Jumat, 15 November 2024. (ANTARA/HO-Laman MMA fighting) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Mike Tyson menelan kekalahan angka mutlak alias unanimous decision dari Jake Paul pada periode akhir duel tinju kelas berat di Stadion AT&T, Arlington, Texas Pertarungan delapan ronde antara Mike Tyson vs Jake Paul berlangsung pada Jumat (15/11/2024) malam waktu setempat atau Sabtu (16/11/2024) siang WIB. 

Kembalinya sang legenda ke ring tinju ini sangat ditunggu para penggemarnya, bahkan pertandaingan Mike Tyson vs Jake Paul sempat bertengger di google tranding Indonesia.

Tyson, yang kini berusia 58 tahun, masih dianggap sebagai salah satu petinju kelas berat terhebat sepanjang masa ini pernah mengalami kebangkrutan, seperti apa perjalanan kisahnya? Narasi telah merangkumnya untuk kamu.

Kehidupan Mewah Mike Tyson

Mike Tyson, yang dikenal sebagai salah satu petinju kelas kakap dalam sejarah, ia mengalami kehidupan yang sangat glamor dan berkilau di puncak kariernya.

Dengan kekayaan bersih yang pernah mencapai lebih dari $300 juta, ia tidak segan-segan untuk menghabiskan uangnya untuk berbagai kemewahan.

Tyson sering terlihat di pusat perbelanjaan mewah, di mana ia membeli barang-barang termahal tanpa menghiraukan konsekuensinya. Gaya hidupnya yang hedonistik mencerminkan keinginan yang mendalam untuk menikmati setiap momen dari statusnya sebagai juara dunia.rol

Salah satu ciri khas dari gaya hidup Tyson adalah kebiasaannya berbelanja tanpa batas. Ia dikenal membeli segalanya mulai dari mobil mewah hingga barang-barang yang tidak biasa.

Tyson dilaporkan menghabiskan uang yang sangat banyak untuk membeli 19 kendaraan sekaligus untuk dibagikan kepada teman-temannya. Selain itu, ia pernah mengeluarkan uang sebesar $240 ribu dalam bentuk tunai hanya untuk belanja sehari-hari, menunjukkan bahwa kontrol keuangan bukanlah bagian dari hidupnya.

Tyson juga terkenal karena kecintaannya pada hewan, terutama harimau Bengal. Ia memelihara dua harimau Bengal yang masing-masing bernilai hampir $70.000.

Perawatan untuk harimau tersebut tidak murah; biaya yang diperlukan untuk merawat hewan-hewan ini mencapai $125.000 per tahun. Ini adalah contoh nyata dari bagaimana gaya hidup mewahnya tidak hanya terbatas pada barang-barang biasa, tetapi juga meluas ke hal-hal yang sangat eksotis dan mahal.

Penyebab Kebangkrutan Sang Legenda

Dengan semua pengeluaran yang sangat tinggi, tidak mengherankan jika Tyson pada akhirnya terjerat utang yang sangat besar. Pada tahun 2003, ia mengajukan kebangkrutan dengan utang yang dilaporkan mencapai $23 juta.

Utang ini termasuk banyak pinjaman yang tidak dibayar dan kewajiban keuangan yang terus bertambah. Meskipun memiliki penghasilan yang sangat besar dari karier tinjunya, kebiasaan belanja yang boros dan kurangnya pengelolaan keuangan yang baik membuatnya terperosok ke dalam situasi yang sulit.

Selain masalah keuangan, Tyson juga menghadapi sejumlah masalah hukum yang mempertaruhkan reputasinya. Pada tahun 1992, ia dijatuhi hukuman penjara enam tahun karena tuduhan pemerkosaan, yang dia klaim sebagai hubungan yang konsensual.

Selama di penjara, penghasilan dari karier tinjunya terhenti, yang semakin memperburuk kondisi finansialnya.

Setibanya kembali di dunia tinju, dia mengalami kekacauan yang lebih besar, termasuk insiden terkenal di mana ia menggigit telinga lawan, Evander Holyfield, yang menyebabkan lisensinya dicabut untuk waktu yang lama.

Upaya Memulihkan Tyson Bangkit Dari Kebangkrutan

Setelah kebangkrutannya Tyson tidak menyerah. Dia mulai berusaha keras untuk membangun kembali kehidupannya. Salah satu langkah yang diambilnya adalah dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai acara televisi dan film.

Ia muncul dalam berbagai program realitas dan tampil dalam film-film, yang membantunya menghasilkan pendapatan tambahan. Ini menunjukkan ketekunan dan kebangkitannya dari keterpurukan yang dialaminya.

Selain berpartisipasi dalam acara media, Tyson juga mulai menjajaki dunia bisnis. Ia meluncurkan merek kanabis bernama "Tyson 2.0," yang ternyata sangat sukses.

Bisnis ini menjalin untung besar dan memungkinkan Tyson untuk kembali memiliki stabilitas finansial. Pendapatan dari bisnis ini, yang pada 2023 dilaporkan mencapai $150 juta, mengubah arah kehidupan Tyson menuju yang lebih positif.

Tyson menunjukkan keinginan yang kuat untuk mengatasi semua masalah keuangannya. Dia mengaku bahwa dia belajar dari pengalaman pahitnya dan bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Meskipun sempat mengalami masa yang sangat sulit, perjuangan dan kerja kerasnya mulai membuahkan hasil.

Kini, kekayaan bersih Mike Tyson diperkirakan mencapai sekitar $10 juta. Meskipun ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan puncak kariernya, keberhasilan dalam membangun kembali bisnis dan memperbaiki kehidupannya patut diapresiasi.

Tyson kini lebih berhati-hati dalam mengelola uangnya dan selalu berusaha untuk belajar dari pengalaman masa lalu.



Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement