Advertisement

Najwa Shihab: Buat Dirimu Tidak Nyaman

31 October 2025 17:38 WIB

thumbnail-article

Najwa Shihab: Buat Dirimu Tidak Nyaman Sumber: Narasi.

Penulis: Fatimah. M

Editor: Fatimah. M

Kenyamanan sering terasa seperti rumah. Hangat, aman, dan membuat kita enggan melangkah ke mana-mana. Namun, terlalu lama berdiam di sana justru membuat langkah kita berhenti.

Generasi hari ini hidup di tengah kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya. Semua terasa instan, seperti pengetahuan, perhatian, bahkan validasi. Dalam derasnya arus digital, rasa tidak nyaman menjadi hal yang dihindari, padahal justru di sanalah ruang tumbuh bermula.

Najwa Shihab memandang ketidaknyamanan bukan sebagai musuh, melainkan panggilan. Baginya, keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman adalah langkah pertama menuju perubahan.

“Keluar dari zona nyaman itu nggak mudah,” ujarnya saat Generasi Campus Roadshow 2025 berlangsung di Bogor. 

“Tapi nggak perlu dimulai dari hal-hal besar. Keluar dari zona nyaman itu bisa mulai dari hal-hal sederhana,” jelasnya.

Pesan itu terasa sederhana, tapi menggigit. Najwa tak sedang memotivasi untuk berlari, melainkan mengingatkan agar kita berani melangkah. Karena pertumbuhan bukan hasil dari kenyamanan, melainkan keputusan untuk menantang diri.

Cerita Tentang Keberanian Kecil yang Mengubah Arah

Dari media sosial, sebuah kisah sederhana muncul dan mengalir ke panggung. Namanya Widhi Isabella, wanita muda yang awalnya hanya merasa nyaman di dunia gambar. Sejak kecil, ia gemar membuat komik, menemukan kebahagiaan di setiap goresan dan warna. Tapi menulis? Ia selalu merasa itu bukan dirinya.

Suatu hari, seseorang menantangnya untuk mencoba hal baru yaitu menggabungkan gambar dengan tulisan. Awalnya ragu, takut hasilnya buruk, takut tak ada yang peduli. Namun ia tetap mencoba, mengunggah ceritanya ke Medium, lalu ke TikTok.

Tanpa diduga, banyak yang merasa dekat dengan ceritanya. Respon positif berdatangan, dan dari sana ia belajar bahwa keberanian sekecil apa pun bisa membuka pintu besar.

“Kadang passion itu nggak muncul di zona nyaman,” tulisnya di media sosial. “Tapi nunggu kita berani keluar dikit.”

Cerita itu membuat suasana ruangan berubah. Bukan karena hebat, tapi karena terasa dekat.
Semua orang pernah takut mencoba hal baru, pernah menghindari kemungkinan gagal. Tapi kisah sederhana Widhi membuktikan, kemajuan tidak menunggu kesiapan, ia datang ketika seseorang cukup berani untuk mulai.

Keberanian Menolak Diam

Bagi Najwa Shihab, keluar dari zona nyaman bukan hanya tentang mencoba hal baru, tetapi juga tentang keberanian menjaga makna di tengah perubahan. Ia bercerita, setelah dua dekade lebih menjadi jurnalis televisi, ia akhirnya memutuskan berpindah ke platform digital, dari yang hanya karyawan lalu membuat bisnis sendiri.

“Saat aku berhenti dari dunia TV, karena perubahan zaman, aku harus beradaptasi,” katanya.

“Dan ketika aku mengambil langkah menakutkan itu, orang pertama yang menawari aku bantuan adalah Raditya Dika.”

Kalimat itu disambut tepuk tangan panjang dari audiens. Najwa kemudian menambahkan sesuatu yang lebih dalam, “Yang membedakan orang sukses selain grit adalah kemurahan hati. Di mana kita bisa kasih kesempatan orang lain untuk bertumbuh, maka jadilah seperti Raditya Dika.”

Bagi Najwa, keberanian meninggalkan kenyamanan tidak berhenti pada diri sendiri. Perubahan yang ia pilih justru membuka ruang bagi orang lain untuk ikut tumbuh. Menurutnya, itu bentuk nyata dari kepemimpinan yaitu bukan siapa yang paling dulu sampai, tapi siapa yang tidak lupa membuka jalan bagi yang lain.

Di tengah dunia digital yang serba cepat, pesan itu terasa relevan. Banyak yang berpacu membuat konten, mengejar angka, dan membangun personal brand. Namun Najwa mengingatkan, yang paling bernilai bukan sekadar siapa yang paling banyak terlihat, melainkan siapa yang paling banyak menyalakan semangat orang lain untuk mencoba.

Refleksi dari Najwa Shihab: Bertumbuh dari Ketidaknyamanan

Najwa Shihab menatap audiensnya dengan tenang, seolah ingin memastikan setiap kalimat tertanam di kepala dan hati pendengarnya. Ia tidak berteriak, tidak berusaha menggurui, tapi setiap katanya punya bobot.

“Jangan remehkan hal-hal kecil,” ucapnya. “Kita tidak tahu potensi apa yang ada pada hal kecil itu menjadi besar.”

Ia tahu, banyak anak muda yang terbiasa dengan hasil cepat. Dunia digital membuat segalanya tampak instan, viral, terkenal, diakui. Padahal, pertumbuhan sejati membutuhkan waktu dan ketekunan.

Najwa mengajak audiens untuk mulai dari langkah sederhana yaitu mencoba hal baru, berani gagal, lalu bangkit lagi.

“Make yourself uncomfortable sedikit,” katanya lagi, kali ini dengan nada lembut tapi tegas. “Karena di situ kamu belajar hal-hal yang selama ini kamu anggap tidak mungkin.”

Suasana hening sesaat. Beberapa peserta mengangguk pelan. Ada yang menunduk, mungkin mengingat mimpi yang sempat tertunda karena takut mencoba.

Najwa lalu menambahkan, keberanian untuk keluar dari zona nyaman juga berarti siap menanggung konsekuensinya termasuk rasa sakit ketika gagal, atau ketika ditolak.

“Ditolak itu sakit,” ujarnya. “Tapi kalau kita nggak minta, kita sudah menutup kesempatan.”

Ia tidak menutupi bahwa ketakutan adalah bagian dari proses. Tapi ketakutan yang dihadapi dengan jujur justru menjadi bahan bakar untuk tumbuh. Dalam banyak pengalamannya di dunia jurnalistik dan advokasi, Najwa tahu, setiap langkah berarti ketika diambil dengan ketulusan.

Generasi Campus Roadshow 2025

Generasi Campus Roadshow 2025 di Bogor menjadi kota ketiga dalam rangkaian perjalanan inspiratif ini, sebelum berlanjut ke Makassar. Program kolaborasi antara Grab Indonesia dan Narasi ini kembali hadir dengan semangat baru, mengajak mahasiswa di berbagai kota untuk menemukan potensi terbaiknya.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta di Bogor.

“Bogor antusiasnya luar biasa. Anak-anak IPB inovasinya keren-keren banget,” ujarnya.

Tahun ini, Generasi Campus Roadshow menghadirkan tema “Passion in Action: Ignite Limitless Potential”, sebagai ajakan bagi generasi muda untuk berani mengeksplorasi minat dan kemampuannya tanpa batas.

“Tahun lalu, Generasi Campus dihadiri oleh 15 ribu mahasiswa. Tahun ini hadir di enam kota dan akan dihadiri lebih dari 20 ribu mahasiswa,” tambah Neneng.

Ia juga menegaskan pentingnya ruang bagi anak muda untuk bereksperimen dan percaya pada diri sendiri.

“Dengan Tema Passion in Action: Ignite Limitless Potential, kita ingin mengajak adik-adik sekalian untuk menemukan passion terbaiknya,” lanjutnya.

“Dan saya sangat percaya bahwa each and everyone of you has that spark, that potential as well as the passion. Dan kadangkala kita hanya membutuhkan suatu ruang untuk lebih mendapat kesempatan dalam mencoba dan juga untuk mendapatkan kepercayaan diri sendiri.”

Dahlia Citra, Chief of Networking Narasi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ruang berbagi inspirasi, melainkan wadah bagi generasi muda untuk tumbuh bersama.

“Kami berharap peserta Generasi Campus 2025 bisa merasa lebih yakin untuk mulai mencoba, apapun passion mereka. Tergerak untuk mengambil langkah dan memahami susah senangnya berproses,” ungkapnya.

Setelah sukses menjangkau lebih dari 15 ribu mahasiswa di empat kota tahun lalu (Yogyakarta, Malang, Jakarta, dan Bandung) tahun ini Generasi Campus Roadshow hadir dengan skala lebih besar. Acara ini digelar di enam kota dengan target menjangkau lebih dari 20 ribu mahasiswa. Kota-kota tersebut adalah Surabaya (Universitas Airlangga, 26 Agustus), Surakarta (Universitas Sebelas Maret, 7 Oktober), Bogor (IPB University, 22 Oktober), Makassar (Universitas Hasanuddin, 4 November), Medan (Universitas Sumatera Utara, 19 November), dan Bandung (Institut Teknologi Bandung, 9 Desember).

Generasi Campus Roadshow 2025 tidak hanya menjadi ajang inspirasi, tetapi juga wadah aksi nyata bagi Gen Z untuk mulai bergerak dan membuktikan bahwa passion bukan sekadar minat. Dari menghidupi passion, passion bisa menghidupi bahkan memberi makna dan menciptakan dampak. Informasi lebih lanjut mengenai Generasi Campus dapat dilihat di Instagram @GrabID dan @narasi.tv

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement