Advertisement

Netanyahu Mengancam Balas Serangan Rudal Yaman Usai Lancarkan Gempuran ke Tel Aviv

23 December 2024 08:29 WIB

thumbnail-article

Antara News .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Kelompok pemberontak Yaman yang dikenal sebagai Houthi melancarkan serangan rudal balistik ke Tel Aviv, Israel pada 21 Desember 2024. Serangan ini menjadi sorotan internasional karena menjadi salah satu serangan Houthi yang paling signifikan terhadap wilayah Israel.

Beberapa jam sebelum itu, Houthi berhasil menembus pertahanan udara Israel yang membuat otoritas militer Israel kecolongan.

Serangan tersebut menyebabkan 16 orang luka-luka, meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa. Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan, terutama pada infrastruktur di kawasan komersial di Tel Aviv, di mana serangan tersebut terjadi.

Otoritas Israel merespons serangan ini dengan menyatakan bahwa warga sipil menjadi target serangan pemberontak Yaman, mengingat dampak dari ledakan yang merusak gedung sekitar.

Setelah serangan, militer Israel langsung merencanakan dan melakukan balasan yang ditujukan kepada Houthi di Yaman. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengancam bahwa Israel akan menggunakan kekuatan penuh untuk merespons serangan ini.

Ia menganggap Houthi sebagai bagian dari poros kejahatan yang didukung oleh Iran, yang dituduh memprovokasi ketegangan di kawasan.

Respon AS: Balasan terhadap Houthi

Tidak lama setelah serangan Houthi, Amerika Serikat menggelar serangan udara ke fasilitas-fasilitas milik Houthi di Yaman. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa serangan tersebut menghancurkan pusat penyimpanan rudal dan fasilitas komando Houthi.

Serangan ini dilakukan sebagai tanggapan untuk mengganggu operasi militer Houthi yang dinilai mengancam keamanan internasional, terutama di Laut Merah, yang merupakan jalur perdagangan global yang penting.

Tujuan utama dari tindakan militer AS adalah untuk mengganggu kemampuan militer Houthi, sehingga dapat mencegah serangan lebih lanjut terhadap sekutu AS, termasuk Israel.

Selain itu, CENTCOM mengklaim bahwa mereka juga menembak jatuh beberapa drone dan rudal jelajah milik Houthi di atas Laut Merah, yang menambah intensitas situasi konflik ini.

Serangan balasan dari AS menambah kompleksitas situasi di Yaman, di mana konflik telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tindakan militer dari AS dapat memperburuk situasi dengan meningkatkan ketegangan, yang berpotensi memperpanjang konflik Yaman dan mempersulit upaya damai yang selama ini diupayakan komunitas internasional.

Respon Israel: Ancaman Netanyahu terhadap Houthi

Benjamin Netanyahu secara terbuka mengancam Houthi akan menghadapi "akibat sangat besar" akibat serangan mereka terhadap Israel. Dalam video yang dibagikan ke publik, ia menjelaskan bahwa Houthi adalah bagian dari kelompok teroris yang berafiliasi dengan Iran dan beroperasi dalam aksinya melawan Israel.

Pernyataan ini menunjukkan ketegasan Israel untuk melakukan tindakan balasan dan menunjukkan bahwa mereka tidak akan mundur dalam melindungi wilayah mereka.

Houthi, yang didukung oleh Iran, telah diberi label sebagai bagian dari "poros kejahatan" yang digunakan oleh Iran untuk menyebarkan pengaruhnya di kawasan Timur Tengah. Netanyahu mencatat bahwa Houthi, bersama dengan Hamas dan Hizbullah, merupakan tantangan utama bagi stabilitas kawasan.

Hubungan ini mengonfirmasi bahwa ketegangan yang berkembang antara Israel dan kelompok-kelompok ini bukan hanya bersifat lokal, tetapi juga melibatkan dinamika regional yang lebih luas.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement