Malam Nisfu Sya'ban merupakan malam yang penuh berkah dan rahmat, pada malam tersebut memiliki banyak keutamaan tersendiri bagi umat Muslim, yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Salah satu ibadah yang dianjurkan pada malam tersebut adalah melaksanakan sholat sunah Nisfu Sya'ban.
Imam Ghozali dalam kitab ihya menjelaskan pelaksanaan shalat nisfu Sya’ban. Berikut ini pernyataannya:
(الْعَاشِرَةُ) الصَّلَاةُ الْمَعْرُوْفَةُ بِصَلَاةِ الرَّغَائِبِ وَهِيَ ثِنْتَى عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلَّي بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمْعَةٍ فِي رَجَبَ وَصَلَاةُ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ مِائَةُ رَكْعَةٍ وَهَاتَانِ الصَّلَاتَانِ بِدْعَتَانِ ومُنْكَرَانِ قَبِيْحَتَانِ وَلَا يَغْتَرَّ بِذِكْرِهِمَا فِي كِتَابِ قُوْتِ الْقُلُوْبِ وَاِحْيَاءِ عُلُوْمِ الدِّيْنِ وَلَا بِالْحَدِيْثِ اْلمَذْكُوْرِ فِيْهِمَا فَاِنَّ كُلَّ ذَلِكَ بَاطِلٌ
Artinya: (Kesepuluh) adalah shalat yang dikenal dengan shalat Ragha'ib, yaitu shalat 12 rakaat antara Maghrib dan Isya' pada malam Jumat pertama bulan Rajab, dan shalat pada malam pertengahan Sya'ban sebanyak seratus rakaat. Dua shalat ini adalah bid’ah yang diingkari dan tercela, dan jangan sampai tertipu dengan penyebutannya dalam kitab Qutul Qulub dan Ihya' Ulumiddin dan tidak pula dengan hadits yang disebutkan di dalamnya, karena semua itu tidak sah ( Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah: 2000], juz V, Halaman 65).
Tata Cara Shalat Nisfu Syaban
Pelaksanaan salat nisfu Syaban hampir sama dengan salat sunnah lainnya. Diawali dengan niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, membaca surah pendek, rukuk, sujud, dan diakhiri dengan salam. Sholat sunnah satu ini bisa dilaksanakan berjmaah atau sendiri. Berikut adalah tata cara lengkapny
Niat untuk Sendiri
Apabila seseorang melaksanakan salat ini sendiri, bacaan niatnya adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar."
Niat sebagai Imam
Untuk yang menjadi imam, bacaan niatnya menjadi:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta'ala."
Niat sebagai Makmum
Sedangkan bagi makmum, niatnya adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ.
Artinya: "Aku niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta'ala."
Berikut tata cara sholat Nisfu Syaban:
1. Mengucap niat sholat Nisfu Syaban
2. Melakukan Takbiratul Ihram.
3. Disunahkan membaca doa Iftitah.
4. Membaca surat Al-Fatihah.
5. Membaca surat pendek, lebih diutamakan membaca surat Al-Kafirun.
6. Rukuk dengan membaca doa rukuk.
7. I'tidal dengan membaca doa Itidal.
8. Sujud dengan membaca doa suju.
9. Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
10. Sujud kedua.
11. Berdiri menunaikan rakaat kedua.
12. Membaca Al-Fatihah.
13. Membaca surat pendek, diutamakan surat Al Ikhlas.
14. Rukuk dengan membaca doa rukuk.
15. I'tidal dengan membaca doa Itidal.
16. Sujud dengan membaca doa sujud.
17. Duduk di antara dua sujud, dengan membaca bacaan doanya.
18. Sujud kedua.
19. Duduk tahiyat akhir.
20. Mengucap salam.
Bacaan Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللهُمَّ إِنِّيْ اللَّهُمَّ اِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَ اْلمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَة
Allaahumma innaka 'afuwwung- kariimung-tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii. Allaahumma innii asalukal 'afwa wal 'aafiyata wal mu'aafaataddi imati fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau suka memaafkan maka maafkanlah aku. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon maaf, afiyah, dan keselamatan yang terus-menerus dalam agama, dunia serta akhirat."
