Advertisement

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Level Rp18.000

04 June 2026 09:48 WIB

thumbnail-article

Foto- uang dolar Sumber: Gilang Faturahman/detikfoto.

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) semakin menguat terhadap rupiah. Bahkan kini mata uang Paman Sam itu sudah menembus level Rp18.000 per dolar.

Berdasarkan data Investing, pada Kamis ,4 Juni 2026, dolar AS pagi ini tercatat menguat sekitar 0,28% menjadi Rp18.015. Selama pergerakan harian, nilai tukar dolar mengalami fluktuasi di rentang antara Rp17.937 hingga Rp18.024.

Data Google Finance juga mengilustrasikan pergerakan volatil yang cukup ketat, di mana dolar sempat berada pada level Rp18.010 per pukul 23.23 UTC (06.23 WIB) dan sempat turun ke Rp17.971 per pukul 00.15 UTC (07.15 WIB).

Lebih lanjut, dilansir dari data Bloomberg, nilai tukar dolar menguat hingga 0,71% secara harian dan terakhir berada di level Rp17.966.

Respons dan Kebijakan Bank Indonesia

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) sudah buka suara terkait nilai tukar rupiah yang semakin meleah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mengamati perkembangan pasar valuta asing global dan domestik. Selain itu, BI juga hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal.

"BI terus berada di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan yang dimiliki untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan menjaga kecukupan likuiditas valas guna turut mendukung stabilitas pasar keuangan," kata Denny dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026), dikutip dari detik.com.

Per 2 Juni 2026, BI memberlakukan aturan baru berupa pembatasan threshold tunai beli valuta asing tanpa underlying sebesar US$ 25.000 per pelaku per bulan.

Selain pembatasan threshold tunai, Bank Indonesia aktif mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dengan negara mitra dagang sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Skema Local Currency Transaction (LCT) memungkinkan transaksi perdagangan dan investasi menggunakan mata uang lokal masing-masing negara sehingga risiko volatilitas nilai tukar dollar dapat diminimalisir.

Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement