Tahun 2025 dibuka dengan tren "No Buy Challenge" yang mendorong individu untuk tidak membeli barang-barang baru di sepanjang tahun.
Tentu, barang yang dimaksud berupa kebutuhan sekunder atau tersier yang biasanya dibeli karena mengikuti tren atau FOMO. Contoh yang paling sering dijumpai yakni pakaian.
Sebagai bentuk "No Buy Challenge", kamu bisa mengevaluasi kembali isi lemari pakaianmu. Sering kali, kita sebenarnya sudah memiliki pakaian dengan jenis dan jumlah yang cukup untuk dipakai di berbagai kesempatan, tanpa harus membeli yang baru.
Selain itu, pakaian yang sudah ada di lemari juga bisa di-mix and match agar memberikan kesan baru, sehingga baju yang digunakan tidak terkesan itu-itu saja.
Berikut sejumlah tips melakukan padu padan atau mix and match dari item fashion yang sudah dipunya.
Pakaian yang versatile
Memiliki isi lemari yang fleksibel adalah langkah pertama untuk meningkatkan gaya pakaian.
Pakaian yang versatile terdiri dari berbagai item yang dapat dipadupadankan dengan mudah. Kemeja putih, celana denim, dan blazer hitam adalah beberapa contoh item fashion dasar yang sebaiknya ada dalam lemari pakaianmu.
Dengan memiliki jenis pakaian ini, kamu dapat menghasilkan berbagai tampilan hanya dengan mengubah kombinasi item yang sudah dimiliki.
Terapkan teori warna
Salah satu aspek penting dalam mix and match fashion adalah pemilihan warna yang tepat. Warna dasar seperti hitam, putih, dan abu-abu memberikan pondasi yang solid untuk gaya berpakaian yang fleksibel.
Warna dasar ini juga mudah dipadukan dengan warna-warna cerah atau pola yang lebih berani.
Selanjutnya, penggunaan warna komplementer dapat menciptakan kombinasi menarik yang tidak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga menunjukkan kepribadian. Contohnya, memadukan atasan biru tua dengan aksesori kuning mustard.
Untuk menciptakan keselarasan, pahami kombinasi yang ada palet warna. Dengan demikian, setiap outfit yang kamu kenakan akan terlihat harmonis dan terencana dengan baik.
Manfaatkan aksesori
Aksesori merupakan bagian yang tak terpisahkan dari setiap tampilan. Penggunaan aksesori yang tepat bisa membuat perbedaan besar dalam keseluruhan penampilan. Sebab, aksesori dapat menambah sentuhan personal pada outfit.
Berbagai jenis aksesori seperti kalung statement, scarf berwarna cerah, atau jam tangan elegan dapat membantumu dalam melengkapi outfit sekaligus mengekspresikan diri.
Menggabungkan aksesori dengan outfit juga membutuhkan trik; misalnya, mengenakan aksesori dengan warna yang senada dengan outfit utama akan memberikan kesan yang padu.
Teknik layering
Layering merupakan teknik styling yang tidak hanya membuatmu tampil lebih trendi, melainkan juga memberikan kepraktisan dalam berpakaian.
Untuk me-layer pakaian, kamu bisa memilih baju dengan ketebalan berbeda. Misalnya, mengenakan turtleneck tipis di bawah sweater tebal, atau blazer di atas dress.
Jenis bahan yang cocok untuk layering biasanya bergantung pada musim. Pada musim dingin, bahan seperti wool dan flanel sangat cocok dipadukan, sedangkan untuk musim panas, bahan ringan seperti katun dan linen dapat digunakan.
Selain efektif untuk menghadapi cuaca, teknik layering juga akan memberikan tampilan yang stylish.
Eksplorasi pola dan tekstur
Kamu bisa bermain dengan pola dan tekstur pakain untuk menciptakan tampilan yang dinamis.
Menggabungkan pola yang berbeda, seperti garis dan floral, bisa menunjukkan keberanian dan keunikan dalam gaya berpakaian.
Cara bermain dengan tekstur pakaian juga menjadi hal yang penting. kombinasi antara bahan keras seperti denim dengan bahan lembut seperti satin dapat menciptakan harmoni yang menarik.
Melalui eksplorasi pola dan tekstur, kamu bisa menampilkan kepribadian dan keunikan dalam cara berpakaian.
Percaya diri
Pada akhirnya, kepercayaan diri adalah kunci untuk menampilkan gaya berpakaian yang terbaik.
Setiap orang tentunya memiliki karakter yang berbeda, sehingga sangat penting untuk menemukan gaya outfit yang sesuai.
Meski demikian, tak ada salahnya juga untuk menerapkan gaya minimalis. Mengenakan outfit sederhana bukan berarti tak memiliki ciri khas. Kamu bisa menemukan cara lain untuk berekspresi dengan cara yang lebih berkelanjutan, tanpa harus terus-menerus mengikuti tren fashion kekinian.
